Umroh Bersama Yadi Sembako dan Indah Dewi Pertiwi Insya Allah 8 Februari 2015

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/10/yadi-sembako-indah-dewi-pertiwi-umroh.html

Umroh bersama artis Yadi Sembako serta Indah Dewi Pertiwi didampingi oleh ustad pembimbing umroh terbaik Arminareka Perdana. Insya Allah berangkat umroh pada tanggal 8 Februari 2015 Paket 9 Hari by Lion Air. Daftarkan diri anda segera karena seat terbatas.

Saksikan Video rekaman youtube liputan insert pagi TransTV pendaftaran artis Yadi Sembako bersama ibundanya daftar umroh di kantor pusat Arminareka Perdana di gedung Menara Salemba Jakarta

PENGUMUMAN: Jamaah Arminareka Jatim Peserta Training Shalat Khusyuk Ustad Abu Sangkan


Bagi jamaah Arminarekajatim peserta Training Shalat Khusyuk Bersama Ustad Abu Sangkan, jangan lupa untuk membawa KTP dan peralatan shalat. Harap bertemu dengan Nur Anisah di Aula Bir Ali Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum jam 08.00 pada tanggal 13 Desember 2014. Terima kasih atas kepercayaan anda telah mendaftar di www.arminarekjatim.blogspot.com

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu´dalam sholatnya (QS:Al-Mu'minuun Ayat: 1-2)

dan orang-orang yang memelihara sholatnya, Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (QS:Al-Mu'minuun Ayat: 9-11)

Info Lengkap hubungi 081 332998866

Band Wali Berangkat Umroh Keempat Kalinya Bersama Pemenang Undian


Personel band Wali bersama keluarga kembali berangkat menjalankan ibadah umroh yang keempat kalinya. Perjalanan ibadah umrohnya kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya.

Kali ini Grup band Wali yang berangkat menuju tanah suci Jumat malam (7/6/2013) bersama 30 pemenang paket Umroh Bersama Wali Kopi Jahe Sidomuncul.

Pemenang kali ini merupakan orang yang beruntung dari program yang diselenggarakan pada periode 1 Januari-30 April 2013.

Sebelum berangkat rombongan melakukan syukuran dan doa bersama Fa'ang, Apoy, Ovie bersama pemenang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kali ini kelompok band Wali berangkat ibadah umroh tanpa disertai salah satu personilnya Tommy, sang drummer, harus tetap berada di tanah air karena sedang menanti persalinan istri tercinta.

"Tommy enggak bisa ikut. Sebagai suami dia harus bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya, Hehehe," kelakar Fa'ang, saat jumpa pers di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013).

Ibadah umroh dan haji menurut Wali bukanlah hal yang mudah. Umroh dan haji tersebut merupakan panggilan khusus dari Allah SWT. Tak sembarang orang, meski memiliki kecukupan harta, bisa ke sana.

"Umroh dan haji bukan ibadah mudah, banyak yang kaya tapi mereka nggak bisa ke sana, jadi ibadah ini tergantung panggilan Tuhan," kata Faank di acara Pelepasan

Istimewa, itulah ibadah haji dan umroh bagi Wali. Karenanya mereka yang telah berkesempatan menjalankan ibadah di tanah suci ini mengaku selalu ketagihan.

"Ini kali keempat, pengennya hampir tiap tahun. Mudah-mudahan bisa ada kali kelima, keenam dan seterusnya. Orang yang pernah ke sana pasti pengen banget ke sana lagi ya. Memenuhi panggilan Tuhan ya," lanjut Faank.

Sumber: www.tribunnews.com, Sabtu, 8 Juni 2013

Ahok Akan Berangkatkan Penjaga Masjid Umroh


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat program baru dengan memberangkatkan penjaga atau marbot masjid berangkat umrah.

Kebijakan tersebut merupakan gagasan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tahun lalu marbot hanya digaji belum umrah. Kalau sekarang Pak Plt Gubernur minta supaya marbot masjid lebih diperhatikan, sehingga selain diberi gaji tiap bulannya juga diumrohkan," kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Masyarakat DKI Jakarta Bambang Sugiyono di Balai Kota, Selasa (11/11/2014).

Sebelumnya, Kamis (6/11/2014) Pemerintah Provinsi DKI ‎Jakarta sudah memilih 30 penjaga masjid untuk berangkat umrah tahun ini. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari 3 140 orang penjaga masjid yang berasal dari sekitar 3000 masjid di Jakarta.

"Para penjaga masjid yang diprioritaskan ini yang betul-betul rajin bekerja, sudah sepuh, tidak memiliki penghasilan lain selain menjadi marbot, serta penjaga masjid yang masjidnya kecil belum banyak 'tersentuh' orang," ungkapnya.

Dijelaskan mantan Wali Kota Jakarta Utara ini dalam satu tahun Pemprov DKI memberi hibah kepada Dewan Masjid Indonesia sebesar Rp 10,1 miliar. Dari dana hibah tersebut Dewan Masjid Indonesia mengalokasikan Rp 7 miliar untuk dipergunakan khusus pembayaran gaji marbot setiap bulan ditambah biaya keberangkatan umrah. Gaji seorang marbot masjid setiap bulan sekitar Rp 200.000.

Bahkan Ahok pun sudah mengintruksikan menambah kuota marbot masjid yang berumrah dari 30 orang menjadi 40 sampai 70 orang pada tahun berikutnya.

"Pak Basuki bilang semua orang yang bekerja di masjid itu pasti orang baik, makanya perlu diberi penghargaan. Tiap tahun, mungkin sekali atau dua kali marbot diberangkatkan umrah. Untuk marbot yang sudah pernah diberangkatkan umrah, ya beri kesempatan pada penjaga masjid lainnya," ungkapnya.

Sumber: www.tribunnews.com, Selasa, 11 November 2014

Masjid Baiah, Menelusuri Tapak Di Mana Berlakunya Perjanjian Aqabah 1 dan 2


Ketika melihat pembangunan Jamarat yang megah dan besar di Jamarot tahun 2008, sejumlah kawasan perbukitan dan gunung-gunung dihancurkan. Yang menarik, ketika penghancuran dan pengerukan dilakukan ditemukan sebuah bangunan masjid kuno dan antik, menurut pakar arkeologi dan ahli sejarah, masjid ini adalah Masjid Baiah atau Masjid Al Baiat Al aqabah.

Dari beberapa sumber, masjid kuno berukuran 400 meter persegi atau 17 x 29 meter dan tingginya sekitar 7 meter, dinding bagian belakang 2 meter ini ditemukan sekitar tahun 2005. Sebelumnya, masjid yang terpendam ini hanya diketahui kalangan terbatas karena letaknya terpencil.

Tidak seperti masjid pada umumnya, masjid kuno berwarna krem ini dikelilingi pagar besi berwarna hitam dan dikunci gembok. Sehingga para peziarah atau jamaah haji, saat musim haji tidak bisa melakukan sholat di situ.

Walaupun begitu, para pengunjungnya masih bisa melihat kondisi dari luar atau melongok sebagian ruangan dari jendelanya yang memang dibiarkan terbuka.

Dalam proses pembangunan besar-besaran Jamarat, buldozer yang melakukan pengerukan tanah terantuk batu yang sangat keras. Setelah diteliti, ternyata batu keras tersebut merupakan masjid. Maka, masjid itu dibiarkan seperti apa adanya. Meski demikian, masjid ini tidak difungsikan sebagaimana masjid pada umumnya, hanya sebagai tempat berziarah.



Terlihat bahwa masjid baiah ini dipelihara. Misalnya tempat imam sholat diberi sajadah dan diberi karpet. Di tempat imam juga terdapat tempat menaruh microphone sehingga terkesan masjid ini aktif digunakan. Di beberapa sudut terdapat tempat Al Quran.

Karena masjid terbuka tanpa atap, maka dalamnya masjid tidak ubahnya pelataran. Tidak ada tegel yang bagus apalagi marmer sebagaimana Masjidil Haram. Tapi inilah peninggalan sejarah yang dihargai pemerintah Arab Saudi. Padahal, biasanya kerajaan ini biasanya membangun sesuatu secara fungsional, meskipun harus mengabaikan nilai sejarah yang sangat besar.


Sejarah Masjid Baiah Aqobah

Masjid Baiat dibangun oleh Dinasti Abbasiah untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Masjid ini dibangun sebagai penghormatan atas terjadinya Baiat Aqabah, karena di tempat inilah kaum Yatsrib (masyarakat Madinah) melakukan baiat kepada Rasulullah SAW untuk taat dan tidak melakukan syirik. Ketika itu, Rasulullah SAW ditemani pamannya Abbas bin Abdul Muthalib yang belum beriman. Meski demikian, ia sangat memperhatikan kepada keponakannya dan sangat menjaga keselamatannya.

Baiat di Aqabah terjadi dua kali. Baiat Aqabah pertama yang terjadi tahun 621 M, yaitu perjanjian antara Rasulullah SAW dengan 12 orang dari Yatsrib yang kemudian mereka memeluk Islam. Baiat Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun isi baiat itu, penduduk Yatsrib tidak akan menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun; mereka akan melaksanakan apa yang Allah SWT perintahkan; dan ketiga, mereka akan meninggalkan larangan Allah SWT.

Setahun kemudian, tahun 622 M, Rasulullah SAW kembali melakukan baiat di Aqabah. Kali ini perjanjian dilakukan Rasulullah SAW terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib. Wanita itu adalah Nusaibah bintu Ka'ab dan Asma' binti 'Amr bin 'Adiy. Perjanjian ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Musha'ab bin Umair yang ikut berbaiat pada Baiat Aqabah pertama kembali ikut bersamanya beserta dengan penduduk Yatsrib yang sudah terlebih dahulu masuk Islam.

Mereka menjumpai Rasulullah SAW di Aqabah pada suatu malam. Nabi Muhammad SAW datang bersama pamannya Abbas bin Abdil Muthallib. Meskipun saat itu Abbas masih musyrik, namun ia ingin meminta jaminan keamanan keponakannya Nabi Muhammad SAW, kepada orang-orang Yatsrib itu. Ketika itu, Abbas menjadi orang pertama yang angkat bicara kemudian disusul oleh Nabi Muhammad SAW yang membacakan beberapa ayat Alquran dan menyerukan tentang Islam.

Lalu orang-orang Yatsrib itu membaiat Nabi Muhammad SAW. Isi baiatnya adalah, mereka akan mendengar dan taat, baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang mereka benci; mereka akan berinfak, baik dalam keadaan sempit maupun lapang; Mereka akan beramar ma'ruf dan nahi munkar. Mereka juga berjanji agar mereka tidak terpengaruh celaan orang-orang yang mencela di jalan Allah SWT, dan mereka berjanji akan melindungi Nabi Muhammad sebagaimana mereka melindungi para wanita dan anak mereka sendiri.

Inilah tempat dan peristiwa bersejarah dan merupakan titik balik kemenangan Islam dan kaum Muslim, yang banyak dilupakan. Bagaimana tidak, tanggal 10 Dzulhijjah, saat mereka di Mina hanya melempar Jumrah ‘Aqobah, seolah tempat dan peristiwa bersejerah itu pun tidak ada dalam ingatan mereka. Padahal, seharusnya dengan dikhususkannya Jumrah ‘Aqobah tanggal 10 Dzulhjjah itu bisa menggugah pertanyaan dalam benak mereka, ada apa dengan ‘Aqobah?

Masjid Khaif, Masjid Yang Pernah Dipakai Sholat 70 Nabi


Barangkali ada pembaca yang belum mengetahui, bahwasanya di kawasan Mina ada sebuah masjid yang mana masjid ini pernah dipakai untuk sholat 70 Nabi. Masjid ini dinamakan Masjid Khaif juga terkenal dengan nama Masjid al-Muaisyumah, dimana nama tersebut diambil dari sebuah nama pohon "Al Muaisyumah" yang terletak di lokasi tersebut.

Masjid Khaif berdiri megah di kaki bukit sebelah selatan Mina, tidak jauh dari tempat Jumrah Ula. Masjid Al khaif bisa bermakna dan memiliki arti "tempat tinggi di bumi" karena terletak di kaki gunung Shabih. Mesjid ini dibangun pada masa Nabi Muhammad SAW dan terus dilakukan perkembangan seiring perkembangan islam.

Bentuk bangunan mesjid khaif ini tetap bertahan sampai masa pemerintahan dinasti Ottoman, dan mulai mengalami perubahan besar besaran pada zaman kerajaan Arab Saudi karena masjid ini diperluas hingga mencapai 13.000 m2. Mesjid ini sekarang menjadi mesjid ketiga terbesar di Kota Mekkah Al Mukarramah setelah Masjidil Haram dan Masjid Namirah.

Diantara beberapa dalil bahwasanya 70 Nabi pernah sholat di Masjid Khoif

Hadits Riwayat Imam Al Baihaqi dari Mujahid

أنبأ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ، وَأَبُو سَعِيدِ بْنُ أَبِي عَمْرٍو قَالا: ثنا أَبُو الْعَبَّاسِ هُوَ الأَصَمُّ، ثنا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا عَبْدُ الْوَهَّابِ، أنبأ سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ أَنَّهُ سَمِعَ مُجَاهِدًا، يَقُولُ: " صَلَّى فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَسْجِدِ الْخَيْفِ، يَعْنِي مَسْجِدَ مِنًى، سَبْعُونَ نَبِيًّا لِبَاسُهُمُ الصُّوفُ، وَنِعَالُهُمُ الْخُوصُ

"Telah shalat di masjid ini - masjid Khaif – yaitu masjid Mina, tujuhpuluh orang Nabi. Pakaian-pakaian mereka dari bulu domba, dan sandal-sandal mereka dari daun kurma"


Hadits Riwayat Imam Thabrani

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَيْثَمَةَ، قَالَ: نَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ الطُّوسِيُّ، قَالَ: نَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " صَلَّى فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ سَبْعُونَ نَبِيًّا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Abi Khaitsamah, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Haasyim Ath-Thuusiy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Fudlail, dari ‘Athaa’ bin As-Saaib, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : "Telah shalat di masjid Khaif tujuh puluh orang nabi" (Diriwayatkan oleh Ath-Thabraani dalam Al-Ausath)

Daftar Nama Jamaah Umroh Start Medan 9 Hari Garuda 20 Desember 2014 Arminareka Perdana

http://arminarekajatim.blogspot.com/2012/11/formulir-pendaftaran-online-arminareka.html
http://arminarekajatim.blogspot.com/2012/11/formulir-pendaftaran-online-arminareka.html
http://arminarekajatim.blogspot.com/2012/11/formulir-pendaftaran-online-arminareka.html

Daftar Nama Jamaah Umroh Start Medan 9 Hari Garuda 20 Desember 2014 Arminareka Perdana

2072923 Amanah Ahmad Yani
2072924 Asniar Abdullah Nasu On
2072925 Saibah Naim Abdullah
2072926 Ade Sanova Panjaitan
2072927 Husin Lut Muhammad Idris
2072928 Ardina Hanum Siregar
2072929 Risa Sundari Parmin Utoyo
2072930 Muliono Kar Man Sentono
2072931 Pasis Kadis Abdullah
2072932 Sulyani Sari Abdullah
2072933 Risa Novita Sari
2072935 Suria Muhammad Sari
2072936 Muhammad Alwi
2072937 Muhammad Anshari
2072938 Abdul Halim
2072939 Juwita Fauziah
2072940 Maryami
2072941 Adi Warni Gin Ng
2072942 Amalia Sari
2072943 Juliana
2072944 Ilyas Lubis Jamaluddin
2072945 Jarmin
2072946 Jumia
2072947 Rosmala Dewi Batu Bara
2072948 Farida Ariani Buang Siddik
2072960 Yetnizar
2072961 Puji Yanto Munaji
2072962 Ramayani Muhammad Yunus
2072963 Agus Deritanto
2072964 Tri Mulyani
2072965 Nurma El Nurdin Ahmad
2072966 Icha Nesya Pratama Chan
2072975 Surya Abu Husen
2072976 Sri Ramadhani
2072977 Asrul Halisam Nasu On
2072978 Susmayani Suparno Abdullah
2072979 Susmaya Suparno Abdullah
2072980 Suyarni Tanjung Bach Ar Chan
2072981 Se Awaty Rosmida
2072983 Susilawa
2072984 Erliza Sandra Ra Es Syar
2072985 Suprawito Harsas Haryanto
2072986 Sutoyo Efendy
2072987 Desfrina Kusuma
2072988 Sigit
2072989 Has Na
2072990 Rumondang
2072991 Masbumi
2072993 Darum Darimo Abdullah
2072996 Edi Yunara
2072997 Mira Kurnia Rosadi
2072998 Hasrudi Muchlis Tanjung
2072999 Mulyani Bin Taat Sinaga
2073000 Kiki Budiar Kadiman
2073001 Nurfarida
2073002 A Yenita Mansyuri
2073003 Fitrah Bukhori
2073004 Iwan Prasetyo Suroko
2073005 Mira Armeilia Arsil
2073007 Kasman
2073010 Mei Jusna
2073011 Asril Alamsyah
2073012 Suandi Sinaga
2073013 Syarifah Aznen Said Mansyur
2073014 Elvira Muthia Sungkar
2073015 Andi Juniman Konggoasa
2073016 Sudarso Bin Paimin Salam
2073017 Susi Sundari Binti Sakimin
2073018 Muhammad Riyan Oppy Cangga
2073019 Muhammad Ari Harsa Sudarso
2073020 Nur Annisa Putri
2073022 Partini Sanbakri Marsiyam
2073023 Tuyem Parta Leksana
2073025 Madrusman Madkisan Ratisan
2073027 Sarifah
2073029 Abdul Lubis
2073030 Linda Lubis
2073033 Jumini
2073034 Susan
2073035 Herda Siregar
2073036 Suami Herda
2073037 Agus Na Maya Rambe
2073038 Sakidah Sirait
2073039 Hasibuan
2073040 Budi
2073041 Ali
2073919 Menik Bonadi Sipel
2073920 Supriyanto Mismun Tukiran
2076570 Widhya Budhi
2076571 Musannip Maslah Dralim
2076572 Solatiyah Burhanudin Dambung
2076574 Seneti Slopin
2076746 Siti Masitah Abas Bakri
2076747 Teguh Satya Bhakti
2078324 Rizky Imana Arif
2078750 Meri Yanti
2078751 Ringki Fauzan
2078752 Rangga Pramana
2078775 Supriyanto Mismun Tukiran
2078776 Menik Bonadi Sipel
2079461 Muhammad Jani Usman
2079462 Zuraimi Muhammad Sain
2079465 Kamlan Mursidi Zulkifli
2079466 Hafiz Anugrah Mursyid
2079467 Berlian Surya Bin Dahlan
2079468 Ismayani Bin Umar Usman
2079469 Asni Sadap Dower
2079470 Sukendar
2079471 Wida Salamun Sugianto
2079472 Warsi Salamun Sugianto
2079473 Suhatmi Salamun Sugianto
2079474 Sri Muliani Salamun Sugianto
2079475 Murtiana Muhono Bakri
2079476 Ponah Wagiman Sopawiro
2079477 Asria Muhammad Syarif
2079478 Deni Hermawan Gunawan
2079479 Nursiah Kalenten Damanik
2079480 Radihani Muhammad Rasyid
2079481 Sri Dermawan Daram Pohan
2079482 Yulia Zulkarnaen Chatib
2079483 Yulinar Alinan Damanik
2079484 Muhammad Reza Syahputra
2079485 Suwito Widodo Sugianto
2079486 Frida Karmayeni Karnalis
2079487 Syahren Bin Ahmad Dahlan
2079488 Suharno Ponimin Kasan
2079490 Mariana Lubis
2079494 Syahruddin Ritongga
2079495 Halimah Ramud Semin
2079496 Maimunah Nyak Salam
2079497 Rahmad Budiansyah
2079498 Umar Usman
2079499 Yusmalidar
2079500 Darmasjah Simamora Amirhamzah
2079501 Nilawati Bin Muhammad Daud
2079502 Rosmawar Amir Hamzah Simamora
2079503 Permata Amalia Mursyid
2079504 Umi Kalsum Saragih