Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tips Sehat Menunaikan Ibadah Haji


Tempo, Sabtu, 21 September 2013 - Ibadah haji menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima. Supaya aktivitas ibadah selama di Tanah Suci bisa dilakukan tanpa gangguan kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jamaah calon haji.

"Bagi jamaah yang akan berangkat, diminta untuk terus menjaga kesehatan dan tetap melakukan olah raga rutin," kata Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam RSCM-FKUI, dalam siaran persnya yang diterima Tempo, Jumat, 20 September 2013. 

Pentingnya menjaga kesehatan dan olahraga itu, lanjut Ari, disebabkan nantinya selama di Tanah Suci para jamaah akan sangat mengandalkan fisik dan mental selama ibadah.

Ari melanjutkan, bagi calon jamaah haji yang menderita penyakit kronis agar jangan lupa untuk juga membawa obat-obat yang memang harus dikonsumsi rutin. Obat-obatan sederhana, seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah, juga perlu dipersiapkan.

Ari yang pernah menjadi Tenaga Kesehatan Haji Daerah dan Tenaga Kesehatan Haji Khusus-ONH plus memberi tips sehat ibadah haji berikut ini:
  • Minum banyak 3-4 liter untuk cegah dehidrasi, lihat warna urin untuk melihat apakah telah terjadi dehidrasi
  • Tetap makan dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi
  • Jangan menunda untuk menkonsumsi jatah makanan yang baru dibagikan
  • Para jemaah menjaga agar bisa istirahat saat sampai dipenginapan
  • Segera konsultasi ke petugas di kloter jika mempunyai permasalahan kesehatan
  • Banyak konsumsi buah dan sayur-sayuran
  • Hindari aktifitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka 
  • Sebelum berangkat selalu menjaga kesehatan dan olah raga rutin
  • Bawa obat-obat rutin yang dikonsumsi bagi yang berpenyakit kronik dan selalu membawa obat-obat sederhana seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah
Selain itu, jamaah calon haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. 

"Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak berlarut, apalagi kontak satu jamaah dengan jamaah lain cukup dekat, maka jika ada salah satu jamaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain," kata Ari.

  Pendaftaran Online Haji Plus & Umroh

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com   

4 Penyakit Yang Dikhawatirkan Pada Musim Haji


Tempo, Kamis, 19 September 2013 -  Kesehatan jamaah haji sangat penting demi kelancaran ibadah mereka di tanah suci Mekah. Tapi, beredar kabar bahwa Arab Saudi telah memperingatkan adanya virus corona yang sedang tersebar negara itu. Untuk kesahatan jamaahnya, pemerintah Indonesia sudah mensosialisaikan langkah penanggulangan virus tersebut.

Selain virus corona yang mengancam, terdapat beberapa virus lain yang terdapat di negara Arab Saudi. Mengutip dari situs kementrian kesehatan Arab Saudi, berikut 4 penyakit yang dikhawatirkan tersebar pada musim haji tahun ini dan langkah pemerintah Arab Saudi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut
  • Yellow Fever (Demam Kuning)
    • Pemerintah Arab Saudi memperingatkan bahwa penyakit demam kuning ini datang dari beberapa negara yang terdaftar dalam International Health Regulations tahun 2005, seperti Kongo, Brasil, Senegal, Prancis, dan sejumlah negara lainnya.
    • Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, pemerintah Arab Saudi mengharuskan pesawat yang mengangkut jamaah dari negara tersebut memiliki sertifikat yang telah disetujui World Health Organizasion (WHO).
  • Meningococcal Meningitis
    • Semua jamaah haji yang datang ke Arab Saudi harus terbebas dari virus ini. Mereka harus melakukan vaksinasi minimal 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi. Otoritas yang bertanggung jawab di negara pengunjung harus memastikan bahwa anak di atas 2 tahun sudah diberikan vaksinasi (ACYW135)
  • Poliomyelitis
    • Penyakit ini datang dari negara Afganistan, Pakistan, dan Nigeria. Jamaah yang datang dari negara terebut diharuskan memiliki sertifikat bebas polio paling tidak 6 minggu sebelum tiba di Arab Saudi.
  • Influensa Musiman
    • Departemen Kesehatan Arab Saudi merekomendasikan bahwa jamaah haji dari luar Arab Saudi harus memiliki bukti vaksinasi sebelum datang ke negara itu. Wanita dan anak dibawah 5 tahun sangat rentan terserang penyakit ini.  Vaksin penyakit ini wajib diberikan bagi mereka yang menderita penyakit asma, jantung, paru-paru dan HIV/AIDS.
Di negara Arab Saudi sendiri, vaksinasi influensa musiman ini diwajibkan bagi masyarakatnya yang bekerja di tempat wisata dan lingkup aktivitas haji.

  Pendaftaran Online Haji Plus & Umroh

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com   

Merokok Penyebab Kematian Terbanyak Jamaah Haji setelah Jantung


Kebiasaan merokok berpotensi menghambat aktivitas ibadah haji, karena merupakan penyebab terbesar timbulnya penyakit paru obstruksi kronik, yang termasuk lima penyebab dasar kematian jamaah haji Indonesia.

Staf Divisi Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Anna Uyainah, mengatakan,  Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menduduki posisi kedua penyebab dasar kematian jamaah haji sebesar 12,3 persen setelah penyakit jantung koroner pada 2008, dan 80 persen penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah rokok.

Anna mengatakan, faktor risiko PPOK berhubungan dengan polutan yaitu menghisap rokok, paparan asap rokok, debu dan bahan kimia lingkungan dan polutan di dalam dan luar ruangan. "Bukan hanya perokok aktif, tapi perokok pasif juga berisiko terkena PPOK, bahkan perokok aktif yang sudah berhenti merokok bertahun-tahun pun masih memiliki risiko," ujar Anna.

Menurut Anna, PPOK pada umumnya progresif dan dihubungkan dengan respon inflamasi atau respon utama sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi yang abnormal pada paru yang disebabkan oleh partikel gas. PPOK, lanjut Anna, ditandai dengan terbatasnya aliran udara yang tidak sepenuhnya dua arah atau reversibel, yang dapat memengaruhi organ di luar paru dan dapat memperberat kondisi pasien.

Anna mengemukakan, PPOK eksaserbasi akut adalah PPOK dengan perburukan kondisi klinis dengan manifestasi klinis berupa batuk yang bertambah, sesak yang bertambah dan dahak yang bertambah atau terjadinya perubahan dahak yang menjadi purulen atau nanah.

Menurut Anna, sebagian besar jamaah haji tidak mengetahui kalau mereka memiliki PPOK, sehingga eksaserbasi akut atau gejala yang semakin buruk dapat dialami jamaah haji di Indonesia, hingga membutuhkan perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

Untuk itu, lanjut Anna, sebaiknya calon jamaah haji memeriksakan diri ke puskemas dan memastikan apakah di dalam dirinya ada PPOK atau tidak. "Pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya PPOK itu penting, terlebih pada jamaah haji yang memiliki riwayat merokok. K0alau ada PPOK, kami akan bantu menanganinya," ujar Anna. sumber: www.klikpositif.com


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
031-7111 3345, 081 332998866
www.arminarekajatim.blogspot.com


KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964
Fax: 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com

Mengenal Penyakit Ashanty: Radang Selaput Otak Meningitis


KENALI GEJALA DAN JENIS MENINGITIS (RADANG SELAPUT OTAK)

Penyanyi Ashanty sedang sakit. Dia menderita radang selaput otak atau meningitis. Kenapa Ashanty tiba-tiba terserang penyakit itu? Penyakit yang terdengar cukup menyeramkan ini ternyata berasal dari bakteri yang menyerang selaput di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang.

Dia dirawat sejak Senin (18/2/2013) di MMC, dan disarankan menjalani ‘bed rest’ selama sebulan. Tak hanya itu, istri musisi Anang Hermansyah ini juga berencana berobat ke Singapura. Menurut  pakar alergi dan imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Samsuridjal Djauzi, radang selaput otak atau meningitis bisa dicegah dengan vaksinasi.

Namun, Indonesia bukan daerah endemis meningitis. Oleh karena itu, vaksin meningitis hanya diberikan pada orang-orang yang bepergian ke daerah endemis meningitis, seperti Arab Saudi dan Afrika. “Itu sebabnya calon haji atau umroh diberi vaksin meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi, juga orang yang bepergian ke Afrika,” ujar Samsuridjal.

Menurut data Departemen Kesehatan, setiap tahun lebih dari 500 ribu orang melakukan perjalanan ke negara-negara endemis Meningitis Meningokokus. Kelompok paling rawan berisiko tertular penyakit ini adalah jamaah haji dan umroh serta Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Meski pelaku perjalanan tidak menderita sakit sepulang dari negara tersebut, namun ia bisa menjadi carrier kuman Meningokokus dan menularkannya kepada keluarga di Tanah Air.

Dijelaskan, meningitis adalah penyakit infeksi yang bisa disembuhkan. Untuk dapat sembuh, ujarnya, harus diketahui kuman penyebab meningitis, kondisi pasien (daya tahan tubuh), dan obat. Bila sudah diketahui penyebabnya atau kumannya, maka bisa digunakan obat yang cocok. Misalnya, jika penyebabnya bakteri, maka diberi antibiotik.

Lebih lanjut Samsuridjal menjelaskan, meningitis bisa menimbulkan komplikasi. Pasalnya, infeksi terjadi di otak, sehingga bisa menimbulkan sakit kepala, leher kaku. Namun, tambahnya, dengan pengobatan yang tepat meningitis bisa disembuhkan. Jika pun pasien hendak berobat ke luar negeri, menurut Samsuridjal, hal itu disebabkan alasan tertentu.

Menurut Dokter Spesialis Saraf Anak, Irawan Mangunatmadja, dari RSCM, "Sebenarnya terdapat tiga jenis penyakit meningitis yang terbagi menurut penyebabnya, yakni meningitis viral yang disebabkan oleh virus, meningitis tuberkulosis yang disebabkan oleh kuman TBC, dan meningitis bakterialis yang disebabkan oleh bakteri,"

Dr. Irawan juga mengatakan meningitis viral dan tuberkulosis biasanya diderita oleh anak-anak. Sedangkan meningitis bakterialis seringkali menyerang orang dewasa dengan sistem daya tahan tubuh yang lemah. Menurutnya, virus dan bakteri meningitis tersebar melalui udara dan hidup di kerongkongan sang penderita. Kemungkinan penularannya antara lain dari batuk, bersin, berciuman, berbagi makanan dengan satu sendok, memakai sikat gigi bersama dan kontak-kontak lainnya.

"Gejala ketika jenis penyakit meningitis umumnya sama, yaitu muntah, sakit kepala hebat, leher nyeri dan kaku, sensitif terhadap cahaya serta kejang-kejang. Namun pada bayi disertai ubun-ubun yang masih terbuka tampak menonjol dan keras," ucap dokter FKUI tersebut.

Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus, meningitis yang disebabkan bakteri memang terbilang jarang terjadi. Namun, meningitis yang disebabkan bakteri berisiko sangat serius jika tidak cepat ditangani dengan baik, misalnya cacat, lumpuh, gangguan mental hingga kematian.

Sumber : http://www.kabar24.com, http://life.viva.co.id,