Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

Setelah Nabung Puluhan Tahun, Loper Koran ini Akhirnya Bisa Naik Haji

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/setelah-nabung-puluhan-tahun-loper.html

Sadino, seorang kakek yang tinggal di Jalan Gelatik 12, RT 05 RW 01, Pulo Jaya, Kelurahan/Kecamatan Beji, Depok akhirnya bisa naik haji tahun ini. Dengan tekad, niat, dan semangat beribadah, Sadino yang hanya berprofesi sebagai loper koran, berhasil mewujudkan mimpinya berangkat haji pada tahun ini.

Sebelum menjadi loper koran, Sadino sempat bekerja di PLN sebagai petugas jaga gardu di Cawang, Jakarta, hingga pensiun. Setelah itu, ia pun tidak malu saat ditawari teman untuk menjadi loper koran. “Saya jaga gardu jaga diesel PLN di Jakarta. Maklum, saya hanya lulusan ijazah SD. Kemudian jadi loper koran berkeliling Jakarta sampai 10 kilometer. Dulu saya tinggal di Menteng Sawah,” ungkapnya, di Depok, Senin (1/9/2014).

Beberapa tahun menjelang pensiun, tepatnya pada 1985, Sadino sudah menjadi loper koran. Bahkan sampai saat ini ia masih menjadi seorang loper koran di wilayah Depok. “Masih loper koran, dulu rumah di Jakarta sempat kena gusur, lalu saya belikan rumah di Depok tahun 1991, masih murah di sini,” katanya.

Sadino menabung satu persen dari setiap gaji yang diterimanya dari menjadi loper koran plus bonusnya. Total yang ia dapat setiap bulan yakni sebesar Rp1,2 juta setiap bulan. Ia pun masih memperoleh dana pensiun setiap bulan.

“Lalu kalau kesehatan masih dijamin oleh PLN, masuk RS jatah kelas III. Nabung naik haji, semenjak kerja di PLN nabung, sisihkan 10 persen, niatnya untuk dana tak terduga, lalu bayar pertama kali untuk haji setor Rp25 juta, tabungan saya sudah ada. Disetor ke kementerian agama. Sisanya ditabung tiap bulan sampai Rp40 juta,” kata pria yang lahir tahun 30 April 1942 ini.

Sadino adalah sosok yang sederhana. Ia mengaku tak pernah menggunakan sepeda motor ataupun mobil, bahkan tak menggunakan telepon genggam.

Istri Sadino sudah meninggal dunia sejak 2005. Sadino kini tinggal dengan seorang anaknya yang masih hidup dari tiga bersaudara, serta tiga cucu. “Saya ini orang jadul, naik sepeda ke mana-mana, HP saja belum punya. Pernah punya HP, tapi pernah pulsanya kesedot sebelum dipakai, malah jadi boros,” ungkapnya.

Ia berharap setelah pulang berhaji dapat menjadi haji yang mabrur. “Mudah-mudahan saya haji mabrur, dan mudah-mudahan pulang dari sana bisa menolong orang yang perlu ditolong. Berat ya berat, kalau niat, niatnya dibuktikan,” tegasnya.

Sadino tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Habib Idrus Algadri di Pancoranmas, Depok. Menurut Idrus, Sadino masuk kloter pertama yang akan berangkat dari Depok pada 10 September 2014.

“Pak Sadino masa tunggunya empat tahun, berangkat 10 September, kloter 26 JKS, Jakarta Saudi. Dulu ada juga jamaah saya tukang dodol bisa naik haji, sampai sekarang pun masih keliling jualan dodol. Ini yang unik, ada orang hartanya kaya tapi susah berangkat,” tutup Idrus.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Mehyar, Anak 6 Tahun Melayani Ibunya Selama Ibadah Haji

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/mehyar-anak-6-tahun-melayani-ibunya.html

Seorang anak kecil berumur 6 tahun telah menjadi “pelayan” bagi ibunya selama ibadah Haji. Mehyar, asal Pakistan, telah melayani ibunya sejak mereka tiba di Mina, menurut laporan harian Saudi Okaz, seperti dilansir Saudi Gazette.

Di tempat terbuka, Mehyar memayungi ibunya untuk melindungi ibunya dari sinar matahari, dan ia siap memberikan karton atau kertas untuk alas ibunya ketika ibunya merasa lelah dan butuh istirahat. Mehyar selalu di dekat ibunya untuk melayani kebutuhan ibunya, meskipun tidak ada yang memintanya untuk melakukan itu.

Kata Mehyar, ia sangat bersemangat untuk menghormati dan merawat ibunya (berbakti) karena Al-Qur’an mengajarinya demikian.

Ummu Mehyar amat bersyukur kepada Allah SWT karena dikaruniai anak yang memiliki akhlak yang baik dan berbakti. Ia juga bersyukur karena dapat menunaikan ibadah Haji dengan puteranya itu yang sangat ingin datang ke Makkah dan Madinah.

Ummu Mehyar teringat kenangan beberapa tahun lalu, saat itu ia mendampingi ibunya -yang saat ini telah lumpuh- ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji.

Kala itu, Ummu Mehyar masih kecil dan ia biasa untuk memperhatikan dan melayani ibunya, baik saat ibadah Haji maupun ketika di rumah. Kini, Ummu Mehyar mendapat perlakuan yang sama dari puteranya, Subhanallah.

Mehyar termasuk anak yang cerdas, ia senang berdiskusi dengan ibunya tentang berbagai ajaran Islam dan ia mengatakan bahwa ia ingin masuk Surga.

Gurunya pernah mengatakan kepada Mehyar, bahwa ia tidak bisa masuk Surga apabila ia tidak berbakti kepada orangtuanya khususnya pada ibunya. Maka dari itu, Mehyar sangat bersemangat berbakti pada ibunya.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.    [QS:Luqman | Ayat: 14]

Sumber: http://www.arrahmah.com

Menabung 9 Tahun, Sukarni Nenek 99 Tahun Akhirnya Bisa Pergi Haji Bersama Anaknya

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/menabung-9-tahun-sukarni-nenek-99-tahun.html

Penantian panjang Sukarni, Seorang nenek berusia 99 tahun asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo menjadi calon jamaah haji tertua asal Probolinggo. Sukarni (99) mengaku keberangkatannya ini karena selama 9 tahun rajin menabung hasil bertani bersama Sutikno (52), anak bungsunya.

Kesempatan berangkat ke tanah suci ini didapat nenek dengan 89 cucu dan cicit ini masuk dalam Kloter-47 Embarkasi Surabaya yang rencananya akan diberangkatkan pada 20 September mendatang ini setelah menunggu selama 7 tahun. Sejak mendaftar tahun 2007 silam, akhirnya dirinya mendapat kuota tahun ini dan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya.

Sebagai perempuan yang sudah memasuki usia senja, tidak banyak aktifitas yang ia lakoni. Setiap hari ia hanya menyiram halaman rumah serta menjaga cucunya. Meski kini melewati 99 tahun, tak menyurutkan semangat Sukarni, untuk menunaikan ibadah haji. Sukarni mengaku ingin sekali berangkat ke tanah suci sesuai pesan mendiang suaminya, Supatmo. Beruntung dibantu anak-anaknya, dirinya menabung dan akhirnya bisa berangkat.

Dengan logat Madura kental, Sukarni berkisah bahwa sebelum suami, Supatmo, meninggal dunia pada 2006 lalu, sempat berpesan padanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sejak mendapat pesan itu, ia mengaku bingung karena selain tidak punya uang, mereka hanya mengantungkan hidup pada putra ketiganya, Sutikno. “Anak-anak saya yang lain tidak ada, semuanya sudah kerja di luar negeri tapi tidak mengirim uang,” katanya, Senin (8/9/2014).

Karena sudah menjadi permintaan terakhir suaminya, Sukarni nekat menyampaikan keinginanya kepada Sutikno. Mendengar permintaan sang ibu, Sutikno langsung mengajaknya ke salah satu bank penerima setoran awal haji. Saat itu setoran awal untuk mendapat porsi sebesar Rp 20 juta. Selain mendaftarkan ibunya, Sutikno juga ikut mendaftar.

“Syukur keinginan dan nadar sang bapak bisa dipenuhinya,” jelasnya sambil meneteskan air mata.

Setelah melunasi setoran awal, dan menyelesaikan seluruh proses administrasi pendaftaran di Kantor Kementerian Agama dan diberitahu akan berangkat tahun 2014

Sukarni pun sadar bahwa usianya pun sudah tidak muda lagi, nyawanya pun sewaktu-waktu bisa dijabut. Setelah lama menunggu dan kini tinggal beberapa hari, persiapan khusus yang ia lakukan  adalah mengurangi kegiatan fisik, seperti menyiram halaman. “Jika sebelumnya pagi dan sore, sekarang pagi saja,” katanya.

Ia sangat berharap sesampainya di Makah nanti bisa melihat Ka’bah dengan jelas. Hal itu yang ia impikan selain mendapatkan haji yang mambrur

Stroke & Lumpuh Tak Menghentikan Abdul Khoir Berangkat Haji


Okezone, Kamis, 03 Oktober 2013 -  Seorang warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, optimistis berangkat haji meski menderita stroke dan kedua kaki lumpuh. Selain menjalankan ibadah haji, dia juga akan berziarah ke makam ayahnya yang meninggal di Tanah Suci.

Abdul Khoir, calon haji warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu, harus menggunakan kursi roda untuk dapat berangkat ke Makkah. Pria yang bekerja sebagai petani itu telah mengumpulkan uang selama bertahun-tahun agar dapat berangkat haji.

Dia dan istrinya, Rusiyem, mendaftar haji pada 2009. Namun, pada 2010 dia mengalami stroke hingga kedua kakinya lumpuh. Kendati demikian, keterbatasan fisik itu tidak menghalangi niatnya untuk menunaikan ibadah rukum Islam kelima itu.

“Selama mengalami kelumpuhan, dia rutin mengikuti manasik haji dengan menggunakan kursi roda,” kata Rusiyem, Kamis (3/10/2013).

Dia mengaku bahagia bisa berkumpul dengan jamaah calon haji yang lain di Pendapa Kabupaten Grobogan. Sejumlah anggota keluarganya mengiringi dan mendorong kursi rodanya menuju tempat duduk yang disediakan bagi jamaah.

Jika tiba di Tanah Suci, Abdul bersama istrinya akan memohon kesembuhan dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Mereka juga akan menengok dan berziarah di makam ayah Abdul yang meninggal di Makkah saat menunaikan ibadah haji tahun lalu.

Tahun ini, Kementrian Agama Kabupaten Grobogan memberangkatkan 813 calon haji ke Tanah Suci.


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com  

Pasang Niat Sejak Muda, Misra Berhaji di Usia 80


Radarbanjarmasin, Jumat, 27 September 2013 - Haji adalah panggilan Allah SWT, itulah yang dirasakan Misra bin Kudri (80). Jemaah kloter 6 asal Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, Tanah Laut ini sudah sejak remaja ingin berhaji, namun saat usianya sudah senja menginjak 80 tahun, ia baru bisa berangkat memenuhi panggilan Allah SWT
Siang kemarin, Misra bersama istri, anak, dan menantunya baru saja tiba di Asrama Haji Banjarbaru. Usai menjalani pemeriksaan barang, Misra beristirahat di sebuah kamar yang ada di asrama haji.

Saat penulis menemuinya, Misra sedang tidur. Maklum saja, dengan usia 80 tahun, fisiknya sudah tak terlalu kuat. “Abah lagi istirahat, mungkin keuyuhan,” kata Nur Aisyah (42), anak perempuan Misra yang ikut mendampinginya ke Tanah Suci.

Namun setelah obrolan singkat tersebut, Misra akhirnya terbangun. Dengan ramah, ia langsung menyalami penulis. Kemudian tanpa basa-basi, Misra menceritakan tentang perjalanan hidupnya sampai akhirnya ia bisa berangkat haji tahun ini.

“Saya awalnya jadi buruh tani, saat itu mungkin masih umur 20 tahun,” ucapnya mengawali pembicaraan. Misra yang merupakan warga asli Desa Padang Luas ini adalah seorang petani. Saat muda, ia hanya seorang buruh tani. Ia menggarap sawah milik orang lain dan menerima upah atas pekerjaannya itu.

Sejak muda, Misra mengaku sudah ingin berhaji. Namun menurutnya saat itu seperti sulit dipenuhi karena uang yang ia terima sebagai buruh tani tak seberapa. Akhirnya setelah 20 tahun menjadi buruh tani, Misra mendapatkan kesempatan membeli sebidang sawah dari hasil tabungan menjadi buruh. Saat itulah, perekonomian Misra membaik.

“Ada 3 hektare, Alhamdulillah mulai bisa menabung,” katanya. Saat sudah punya sawah sendiri itulah, Misra kembali teringat akan keinginannya berhaji. Meski sudah bisa menabung, namun kebutuhan Misra dan keluarga ternyata cukup banyak. Dikaruniai empat anak, Misra kembali menunda keinginannya untuk mendaftar haji meski tabungannya sudah hampir cukup.

Sekitar 35 tahun berlalu sejak Misra punya sawah sendiri, kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci datang lagi. Saat usia yang menginjak 75 tahun, dengan berbekal tabungan Rp40 juta, akhirnya Misra memutuskan mendaftar haji bersama istrinya, Masitah (60). Ia tak hanya mendaftar berdua, anak dan menantunya yakni Nur Aisyah (42) dan Anton Iskandar (42) juga ikut mendaftar.

“Anak dan menantu sengaja ikut mendaftar agar bisa mendampingi,” ujarnya. Setelah mendaftar pada Maret 2008, akhirnya pada pemberangkatan haji tahun ini, Misra dan keluarga bisa berangkat ke Tanah Suci. Meski sudah berusia 80 tahun, sebenarnya Misra tergolong sehat dibandingkan lansia seusianya. 

Hal ini terlihat dari suara dan fisik Misra yang masih sehat. Misra masih dapat berbicara dengan lantang dan mendengar dengan jalan. Fisiknya pun masih sehat, meski agak bungkuk, Misra masih bisa ke sawah untuk mencangkul setiap hari. “Jam 7 pagi saya sudah ke sawah sampai jam 10 pagi. Di sana saya mencangkul, istirahat siang dan sore berangkat lagi. Jarak dari rumah ke sawah sekitar 200 meter,” terang Misra.

Kakek 8 cucu yang sejak usia 50-an rutin menjadi imam dan khatib di Masjid Raudhatul Ridwan, Padang Luas RT 2, ini juga mengaku masih bisa berjalan jauh. Hal ini Misra buktikan saat manasik haji yang rutin ia ikuti setahun terakhir di Bati-Bati.
“Tawaf masih bisa, mudah-mudahan, tapi kada kawa laju,” ucapnya.

 Atas keberangkatannya ke Tanah Suci, Misra mengaku sangat bersyukur. Ia berharap, ibadahnya bersama keluarga bisa berjalan lancar mengingat usianya yang sudah sangat tua. “Dengan persiapan dan pengalaman manasik, mudah-mudahan bisa lancar,” harapnya.


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com   

Pengalaman Umrah Dewi Persik



 Liputan Perjalanan Umroh Dewi Persik dan Keluarga Bersama Rombongan 462 Jamaah Umroh Arminareka Perdana Silet RCTI Rabu 11 Juni 2014  (klik disini)

Keberangkatan Dewi Persik ke tanah suci untuk melakukan ibadah umrah direncanakan akan memakan waktu 15 hari. Menurut Dewi, niatannya untuk berangkat umrah sudah sangat ikhlas. "Niat saya ikhlas, saya ke sana selama 15 hari, mungkin mampir dulu di Dubai," kata Dewi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 25 April 2012

Menurut Dewi, keberangkatannya kali ini selain sebagai ucapan syukur karena masih diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci.. Selain itu, mantan istri Saipul Jamil ini juga mencoba membersihkan hatinya."Alhamdulillah sekarang fokus untuk membersihkan hati, selebihnya ungkapan rasa syukur, balance duniawi karena dalam hidup saya ya untuk bekal saya," tandasnya.

Baginya ibadah ini sebagai sebuah ketukan yang rutin dijalaninya. Sebisa mungkin setiap mendapat rezeki, dalam setahun sekali atau dua kali dirinya mengharuskan berkunjung ke rumah Allah SWT melalui ibadah umrah. "Ini ungkapan rasa syukur," tegas Dewi Persik.

Dewi Persik berangkat seorang diri, tanpa didampingi keluarganya. Namun, pada tahun 2011, Dewi Persik melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga. Tak hanya membawa kedua orangtua, ia juga mengikutsertakan keluarganya, semua berjumlah 19 orang. Perjalanan umroh kali ini, Dewi Persik yang biasa dipanggil Depe ini juga mengajak putra angkatnya Falice Gabriel yang baru berusia 3 tahun. Niat Depe mengajak keluarga untuk umroh tahun ini lantaran ia pernah berjanji untuk membawa keluarga pergi ke tanah suci jika ada rezeki lebih.

Ada alasan tersendiri bagi pemilik nama lengkap Dewi Murya Agung itu melangkahkan kaki ke tanah suci bersama keluarga. Selain ingin membahagiakan mereka, Dewi juga berharap perjalanan ibadahnya berjalan lancar dan nyaman karena membawa orang-orang yang disayang. “Karena keluarga itu segala-galanya jadi merasa lebih nyaman, tentram dan membuat keluarga bahagia, tersenyum kumpul itu sangat membuat saya bersyukur banget,” ujarnya.

Kebetulan mantan istri Sapul Jamil ini baru saja merampungkan film “Pacar Hantu Perawan” yang kabarnya mendapatkan honor yang fantastis yakni sebesar 1 milyar rupiah. Depe meyebut kepergiannya kali ini sebagai upaya mengisi ulang diri dengan napas spiritual yang baru. Itulah sebabnya pemain flim “Tali Pocomg Perawan” itu tidak pernah menyesali segala permasalahan hidup yang mengiringi karir maupun kehidupan pribadi Depe selama ini.“Ini nazar mendadak karena memang kondisi ada rezeki lebih untuk umrah sama keluarga besar. Saya berdoa minta yang terbaik,” ujar Depe pasti.

Untuk ibadah haji kecilnya ini, wanita yang tengah menghadapi persoalan dengan Julia Perez itu mengaku tidak terlalu menjalani banyak persiapan. Kesibukan dan padatnya jadwal kerja Dewi membuatnya hanya bisa memantau persiapan umrah yang dilakukan keluarga melalui telepon saja. “Nggak banyak persiapan yang saya lakukan karena semua sudah diatur  sama keluarga, paling saya hanya berkomunikasi by phone saja,” kata Depe.

Nah, pada umrah kali ini pada 25 April 2012, Depe pun tak lupa memanjatkan doa khusus untuk dirinya. “Mudah-mudahan saya bisa tetap jadi anak yang berbakti untuk kedua orangtua saya, bagi nusa, bangsa dan agama,” harapnya

“Hikmahnya (umroh) mungkin menyuruh saya jangan lama-lama menjanda. Biar saya diingatkan nikah, itu saya lakukan umroh juga intropeksi diri saya,” ungkap Depe. Mantan istri Saipul Jamil dan Aldi Taher itu mengaku cukup selektif memilih pasangan hidup, mengingat dua kali kegagalan membina rumah tangga.“Kalau yang deketin banyak Mas, tapi kalau sekadar cinta saja itu mudah. Tapi yang sepenuh hati dari diriku belum ada yang bisa taklukkan. Nggak tahu nih, belum dapat yang aku cinta dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Pemilik goyang gergaji itu berharap dapat menemukan pasangan untuk terakhir kalinya sehingga tidak ada kegagalan lagi dalam hidupnya.“Memilih yang bisa buat aku cinta sepenuh hati. Jelas memilih dong, kan nggak dipakai sekali saja tapi untuk seumur hidup,” tandasnya.

Selama menjalani ibadah Umroh. Diungkapkan Depe, ia sempat diajak nikah oleh dua orang pria Arab. Mantan istri Saiful Jamil dan Aldi Taher itu mengaku agak terkejut dengan permintaan tersebut. Depe menganggapnya sebagai pengingat agar tak terus menjanda.

Nah, saat berjalan-jalan, Depe dipanggil "kecil" dan ngobrol dengan pria Arab itu. "Saya dibilang kecil. Mirip anaknya. Namun, ujung-ujungnya dia bilang, 'Would you marry me?'," ceritanya. "Saya bingung, ini orang aneh, pertama dibilang mirip anaknya, eh, kok malah dilamar."Yang satu bos restoran di Jeddah, yang satunya orang Mekkah. Ya hikmahnya agar aku jangan lama-lama menjanda," kata Depe. "Biar diingatkan untuk menikah lagi."

Aktris "Mr. Bean Kesurupan DP" itu mengakui kalau menyandang status janda bukan hal yang menyenangkan. Namun ia harus bersikap selektif agar tak kembali mengalami kegagalan dalam pernikahan."Aku capek menjanda tapi nggak mau buru-buru juga," kata Depe. "Makanya saat Umroh aku berdoa mohon diberikan jodoh yang baik. Aku pemilih soal ini (calon pendamping hidup).

Selama menjalani umrah, Depe mengenakan pakaian tertutup. Ia pun merasa nyaman dengan pakaian tersebut. Tetapi, ia belum bisa memberikan jawaban, apakah akan berhenti tampil seksi saat pulang dari umrah.“Itu yang menjadi teka-teki, cuma belum mendapat jawaban sampai sekarang. Senang seperti ini (pakai gamis), tapi senang juga pakai baju seksi,” kata Dewi.

Di tengah-tengah menjalani aktifitas ibadah umrah, artis Dewi Persik mengaku seperti disiksa lantaran sering mengeluarkan darah dari hidungnya. “Pas umrah itu saya keluar banyak darah. Saya disiksa seperti itu," akui Dewi Persik  

Akibatnya, wanita yang akrab disapa Depe ini terus bolak-balik mengambil air wudhu untuk mensucikan diri kembali, namun darah dari hidungnya tetap saja keluar lagi. "Saya mandi dan wudhu lagi, saya shalat lagi dan keluar darah lagi. Keluar darah dari hidung lagi," tambahnya. Beruntung, setelah minum air Zamzam, mantan istri Saipul Jamil ini tak lagi mengeluarkan darah dan rutinitas ibadah umrah terus berlanjut.

"Saya enggak minum obat, keluar darah dari hidung lagi. Memang manusia tempatnya dosa ya," ujar Depe seolah menyadari kesalahan dan dosa-dosanya di dunia.Mantan isteri Saipul Jamil itu mengaku tidak mau gembar-gembor saat menjalani umroh, karena baginya ibadah itu bukan untuk disombongkan. "Yang punya uang saja belum tentu bisa datang, yang enggak punya uang bisa saja tiba-tiba sampai. Kalau saya mengenali Allah SWT dan agama saya itu bisa saja. Saya hanya bisa menjalankan amanah agama saya," ucapnya.

Sumber : kabartop.com, kasakusuk.com, suaramerdeka.com, wowkeren.com


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
031-7111 3345, 081 332998866
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA

Gedung Menara Salemba Lt.V

Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440

Telp: 021.3984 2982, 3984 2964

Fax: 021.3984 2985

www.arminarekaperdana.com

Naik Haji Berkat Shalat Tahajud



NAIK HAJI BERKAT 
SHALAT TAHAJUD

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji." (QS. Al Israa' : 79)

Postingan saya kali untuk berbagi pengamalan. Pengalaman ringan dan tak masuk akal. Tapi kenyataan itulah yang saya alami ketika masih bermukim di kota Merauke – Papua. Tulisan ini juga sudah pernah dimuat di kompasiana dan juga salah satu majalah hidayah edisi Maret 2011 halaman 36

Sekarang kita sudah memasuki bulan Syawal lalu Dzulkaidah dan Dzulhijjah dimana seluruh ummat muslim akan menunaikan ibadah haji tahun 1433 H, jadi tidak ada salahnya tulisan ini kembali saya publish di media untuk mengenang pengalaman saya ketika menunaikan ibadah haji.

Ketika itu saya telah beristri dan memiliki dua orang anak. Saya tinggal didaerah mayoritas non muslim. Tetangga disebelah kiri dan kanan juga bukan muslim. Kehidupan saya juga terbilang tidak stabil. Kami hidup jauh dari kehidupan kedua orang tua. Baik orang tua saya maupun kedua orang tua istri saya. Kehidupan dalam keluarga pas-pasan. Bahkan dibawah pas-pasan.

Ketidak stabilan hidup saya disebabkan karaktek lingkungan yang membentuknya. Kehidupan pas-pasan juga tergantung tanggal. Tanggal muda adalah waktu terima dan menghabiskan gaji. Ketika sudah pertengahan bulan sampai akhir bulan, maka disitulah letak kehidupan dengan status dibawa pas-pasan.

Saya nakal. Suka melakukan dosa. Mabuk, Judi, adalah ilustrasi bagian dari rutinitas saya sehari-hari. Tapi satu hal yang paling saya tidak suka adalah perempuan. Saya tidak mampu untuk yang satu ini. Saya selalu menghargai ibu saya sebagai seorang perempuan.

Urusan sehari-hari sebagai kewajiban seorang muslim tidak mulus. Ketika tiba titik normal dalam hidup saya, saya menangis dan berontak dalam hati. Masih kah ada Tuhan memafaakan segala dosa dan perbuatan maksiatku?

Pada satu titik normal yang saya rasakan luar biasa. Saat itu memang dalam bulan puasa. Saya tidak tahu kenapa malam itu saya tidak bisa tidur. Saya pun menghabiskan waktu di depan televisi. Seluruh chanel dari siaran parabola sudah saya telusuri.

Ketika itu, waktu merauke menujukkan pukul 02.30 wit. Saya terpaku duduk bersimpuh di depan layar kaca menyaksikan siaran langsung sholat taraweh dari masjidil haram yang disiarkan salah satu televisi luar negeri.

Hatiku bergetar melihat Kabah. Bersamaan itu juga saya mengikuti bacaaan imam yang saya bisa ikuti. Alfatiha adalah surah yang saya ikuti ketika imam masjidil haram membacanya. Saya tak kuasa mengucapkan surah itu. Yang ada cuma air mata dan kata-kata dari bibirku yang gemetar ”Allahu Akbar” ya Allah. Inilah puncak getaran dalam hatiku yang paling dalam.

Ditengah tangis yang tulus, terucap dari bibirku ”Allahu Akbar, Ya Allah kapan saya mengunjungi KabahMu”, ”Allahu Akbar, Ya Allah ampuni saya dan berikan rejekimu mendatangi KabahMu” dua kalimat itulah yang terus berulang kali saya ucap sambil melihat layar kaca yang disertai dengan linangan air mata.

Luluh lantah. Lunglai menggorogoti sekujur tubuhku. Lemas, pasrah dan sejuta kegundahan. Allah Maha Besar pemilik Alam raya ini dan segala isinya.

Ditengah kegundahan malam itu, terbetik niat tulus dari dalam hatiku yang paling dalam, ”Ya Allah mudahkan jalanku untuk menuju KabahMu. Allahu Akbar”

Malam itu juga lahirlah tekad saya dalam satu niat untuk membuka tabungan agar bisa menunaikan ibada haji kapan saja Allah SWT ridhoi.

Malam itu seluruh aktivitas saya di depan layar kaca, saya”bungkus” rapat-rapat dan tidak menceritakan kepada siapa-siapa. Termasuk istri. Dan hingga saat ini istripun tidak tahu.

Keesokan harinya saya buka tabungan khusus sebagai awal upaya untuk membiayai ONH. Saldo awal yang saya setor Cuma 250 ribu. Dalam benak saya kapanpun cukupnya baru saya melakukan ibadah haji.

Hari berjalan, bulan berjalan, saldo tabungan saya tidak bertambah. Untuk membuat hati saya tetap semangat menuaikan ibada haji, saya mencoba mendirikan sholat tahajjud. Sholat tahajud saya lakukan tiap malam. Awalnya memang berat. Tapi seminggu kemudian terasa ada yang membangunkan setiap pukul 01.00 dinihari.

Shalat tahajjud saya lakukan cuma dua rakaat. Bacaannyapun cuma Alfatiha, al-kaafiruun untuk rakaat pertama. Alfatiha, al-ikhlash bacaan rakaat kedua. Lalu doa. Doa yang saya sampaikan cuma satu, ”Ya Allah berikanlah rejekimu dan mudahkanlah hambamu mengjunjungi kabahMu, Amin” Doa ini saya sampaikan kepada Tuhan pencipta alam semesta dalam bahasa indonesia. Shalat tahajjudku tanpa diakhiri dengan dengan sholat witir.

Doa ini saya ulang setiap habis sholat tahajjud. Dari perkiraan perhitungan waktu, sholat tahajjudku sudah tujuh hari secara berturut-turut berlangsung. Saya tidak berhenti sampai disitu. Sholat tahajjud dan doa saya lakukan hingga tak terasa sudah memasuki tiga bulan.

Pada bulan keempat, harinya saya lupa persis, tapi kala itu adalah waktu kerja. Waktu kerja di kantor saya adalah 5 hari seminggu, sabtu dan minggu adalah hari libur. Ketika saya pulang dari kantor sekitar pukul 17.30 waktu merauke, saya kaget ada catatan dekat telepon.

”apa ini?” tanya saya kepada istri. ”tidak tahu, tadi ada yang telepon dari makasar suruh siapkan bulpen, kertas dan saya disuruh mencatat” ungkap istri saya.

Catatan yang dibuat istri saya dekat telepon itu bertuliskan pas photo 4×6, 3×4 dan sebagainya dalam jumlah yang banyak untuk disiapkan.

Makasar adalah tempat kantor pusat saya bekerja. Karena penasaran dengan catatan itu, saya bermaksud menanyakan keesokan harinya kepada bagian SDM ditempat saya bekerja. Malam itu saya lagi-lagi melakukan sholat tahajjud dengan doa seperti diatas.

Keesokan harinya sebelum memulai aktivitas di kantor, saya mencoba menemui kepala bagian SDM di tempat saya bekerja.

”pak, saya mau tanya sesuatu apakah ada waktu” kataku. ”boleh, silakan apa yang ingin ditanyakan” jawab kabag SDM Telkom Meraukei, Hasto Kuncana.

”ini ada catatan yang dibuat istri saya, katanya dari kantor pusat di makassar” sambil saya menunjukkan catatan yang berisi pas photo dengan berbagai ukuran dan jumlah eksplar yang diminta.

Tak ada kata jawaban Bpk Hasto Kuncana sebagai kabag SDM Telkom Merauke, tapi dia langsung mengulurkan tangan dengan tawaran salam jabatan tangan. Saya pun sambut dengan erat berjabat tangan itu. Saat berjabat tangan kabag SDM Telkom Merauke menatap mata saya dengan raut wajah yang cerah sembil berucap

”selamat, anda mendapat penghargaan haji dari perusahaan”

”Allahu Akbar… Allahu Akbar…Allahu Akbar” teriakku keras dengan gelinangan air mata. Saya langsung sujud syukur dihadapan kabag SDM, dalam sujud syukur saya pun menyampaikan ungkapan syukur hingga lantai basah dengan genangan air mataku.

Sungguh luar biasa. Sungguh terharu. Bermodalkan sholat tahajjud yang ikhlas dan doa yang lugu, saya dan istri telah diberi nikmat untuk bisa menunaikan ibadah haji. Seluruh biaya dan fasilitas selama menunaikan ibadah haji diberikan oleh perusahaan. Terima kasih ya Allah, Engkau Maha Mengetahui.

(1) Hai orang yang berselimut (Muhammad), (2) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (3) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (4) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (5) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (6) Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (7) Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). (8) Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (9) Dia-lah Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS. Al-Muzammil : 1 – 9)


WUJUDKAN NIAT ANDA KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji & Umrah
Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.co.id

Single Laris, Fitri Carlina Ajak Orangtua Umrah


FITRI CARLINA PENUHI
NAZAR UMROH


Penyanyi dangdut Fitri Carlina menunaikan ibadah umroh bersama kedua orangtuanya. Menurutnya, keberangkatannya ke Tanah Suci sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus nazar atas rezeki yang sudah ia dapatkan.

Single bertajuk ABG Tua membawa nama pedangdut Fitri Carlina mulai dikenal masyarakat. Karenanya, dia ingin mewujudkan nazarnya pergi umrah bersama kedua orangtua.

“Bagi saya, yang namanya nazar itu adalah janji, dan itu harus dijalankan. Mungkin kalau banyak-banyak bersyukur, mudah-mudahan bisa banyak rezekinya,” ucap Fitri 

"Insya Allah 8 Februari 2013 aku sama bapak dan ibu umrah. Karena tahun 2012 lalu sudah nazar pengen ngajak orangtua kembali ke tanah suci sekalian mau mensyukuri rejeki yang sudah diberi Allah SWT," ungkap Fitri

Perjalanan Fitri ke tanah suci pun merupakan ucapan terima kasihnya kepada kedua orangtua yang sudah memberi suport hingga akhirnya karier cewek kelahiran Banyuwangi, 29 Mei 1987 melejit.

"Orangtua aku diajak jalan-jalan nggak mau, mereka milihnya umrah. Ya udah, setelah ngumpulin uang dan cari waktu yang pas akhirnya aku bisa memenuhi keinginan mereka dan juga aku mengucapkan rasa syukur sama Allah SWT," tandasnya.

Keberangkatan Fitri memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tapi baru bisa terlaksanakan sekarang, dikarenakan pekerjaan yang padat.

“Yang namanya umroh itu bisa dilaksanakan kapan saja, yang pentingkan niatnya, terakhir itu saya umroh tahun 2005. Saya di sana cuma ingin khusyuk dalam beribadah, berdoa untuk karir dan kehidupan pribadi saya,” jelasnya

Rasa syukur itu pun disambut oleh kakak kandung dari Fitri, Nini Carlina yang berkesempatan mengantarkan Fitri dan kedua orangtuanya ke Bandara.

“Alhamdulillah bersyukur banget malah, si Fitri sudah bisa menjalankan nazarnya itu, berarti dia sudah mampu, semoga nanti pulang dalam keadaan sehat dan semakin bersinar,” sambut Nini.

"Sedih Juga melepas kepergian mereka (Fitri dan orangtuanya), tapi aku enggak bisa ikut karena aku masih ada anak kecil. Jadi enggak bisa sama-sama seperti dahulu," tutur Nini Carlina.

UMROH 2 KALI, FITRI CARLINA SIAP NAIK HAJI

Setelah dua kali melakukan umroh, Fitri Carlina mengaku telah siap melaksanakan ibadah haji. Apalagi secara finansial dirinya telah merasa mampu.

"Udah banyak yang rekomendasi karena udah mampu, wajib jadinya. Kalau gak bisa plus, reguler aja. Tapi berapa tahun tunggu kuotanya. Di Jakarta denger-denger 10 tahun. Mungkin harus mulai dari sekarang aku daftar," ujarnya

Sebelumnya Fitri juga menjelaskan jika menurut para ahli agama bahwa umroh merupakan haji kecil atau awal pengenalan sebelum seseorang melakukan ibadah haji.

"Dengan umroh ini termasuk persiapan. Penyanyi dangdut ini juga mengungkapkan jika umroh yang dilakukannya beberapa waktu lalu mempermudah dirinya memahami berbagai hal yang berhubungan dengan ibadah naik haji.

"Aku kan udah 2 kali umroh, jadi mempermudah aku juga untuk mengenal medan di sana. Prosesnya, tahapan-tahapannya dari sekarang udah mulai. Jadi saat nanti benar-benar berhaji, udah gak kagok lagi," tutur Fitri lagi.

Pelantun ABG TUA ini pun berharap agar hatinya mantap saat melakukan ibadah haji nanti. "Insya Allah kalau diberi kesempatan, rejeki lebih. Insya Allah kalau udah mantep bisa berhaji," katanya seraya menambahkan bakal berdoa karir, rejeki dan masalah pribadi.

Menjejakkan kaki di Tanah Suci, Fitri Carlina mengukir sejuta cerita. Walau bukan kali pertama berkunjung ke tempat yang diagungkan umat Islam itu, namun ibadah umrah yang laksanakan beberapa waktu lalu itu terasa begitu bermakna.

Pedangdut yang satu ini meninggalkan jejak di sejumlah tempat semisal Makam Baqi, Masjid Nabawi, Masjib Quba, hingga ke Jabal Uhud. Jabal Rahmah menjadi tempat lainnya yang dikunjungi Fitri Carlina dalam agenda wisata religinya.

Ini adalah tempat Nabi Adam As dan Siti Hawa bertemu setelah keduanya diturunkan ke Bumi. Kini, Jabal Rahmah dijadikan tempat berdoa untuk mendapatkan jodoh yang baik. "Alhamdulillah aku bisa sampai ke puncak Jabah Rahmah," ujar Fitri.

PULANG UMROH FITRI CARLINA UBAH IMEJ SEKSI

Usai menjalankan ibadah umroh, pedangdut Fitri Carlina mulai merubah cara penampilannya. Baik saat manggung atau ketika menghadiri acara-acara resmi.

"Iya, habis pulang umroh, masih tampil seksi, tapi seksinya lebih ke cutting baju dan pembawaan diri aku aja," jelasnya  

Seksi yang dimaksud pelantun "ABG Tua" ini adalah seksi elegan. "Lebih dewasa lagi, seperti imej yang aku bawa tahun ini," lanjutnya.

Sementara untuk model bajunya, gadis yang pernah digosipkan punya hubungan spesial dengan Saiful Jamil ini mengaku lebih menyukai motif etnik.

"Semakin bertambahnya umur aja ya," pungkasnya. "Untuk baju modelnya lebih ke etnik modern. Wild tapi tak erotis atau seronok.

Menjejaki nilai-nilai religius di Tanah Suci ternyata membawa makna sendiri bagi Fitri Carlina. Lantas, apakah Fitri bakal terus berhijab usai menunaikan ibadah umrah?

"Aku belum siap. Tapi kalau menutup aurat, aku memang kan berpakaian dengan sopan," tutur Fitri


PENDAFTARAN ONLINE
HAJI PLUS & UMROH

WUJUDKAN NIAT ANDA
KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI
ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan
Ibadah Haji & Umrah Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985