 |
| Interior Masjid Ibrahim |
Di sana terdapat sebuah bangunan yang sangat indah, berbentuk persegi empat. Dikenal dengan Masjid Ibrahim (Al-Haram Al-Khalil). Di sekitar bangunan tersebut, terdapat perkampungan yang sangat maju dalam bidang pertanian dan perkebunan. Ada banyak kebun anggur, apel, dan lainnya.
 |
| Atap Masjid Ibrahim |
Di dalam Masjid Ibrahim terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya Siti Sarah, Nabi Ishak AS dan istrinya Ribka, Nabi Ya'kub AS dan istrinya Leah. Tepatnya berada di bawah lantai Masjid Ibrahimi yang disebut Gua Para Leluhur (Machpelah). Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini.
 |
| Makam Nabi Ibrahim AS |
Setiap makam memiliki bentuk yang berbeda antara makam laki-laki dan makam perempuan. Makam laki-laki berbentuk segi delapan (octagonal) dan persegi enam adalah makam perempuan, seperti makamnya Sarah dan Leah.
Pada era Isa al-Masih AS, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil. Tak salah bila Kota Hebron ini disebut dengan Kota Tiga Nabi, yakni Nabi Ibrahim AS, Ishak AS, dan Ya'kub AS.
HEBRON PADA MASA PEMERINTAH ISLAM
Kota Hebron masuk dalam wilayah pemerintahan Islam di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Yakni, sekitar tahun 638 M. Pemerintahan Islam berhasil memasuki Kota Hebron tanpa perlawanan
Selama masa itu, kehidupan masyarakat berjalan damai dan tenteram. Bahkan, pusat perdagangan berkembag pesat. Khususnya dengan orang Badui di Tanah Nageb dan penduduk di sebelah timur dari Laut Mati. Ahli geografi Jerusalem, George A Makdisi, menggambarkan keindahan kota itu pada tahun 985 M.
Pada masa pemerintahan Mamluk dan Ayyubiyah, wilayah Hebron berganti nama menjadi al-Khalil. Nama ini diberikan oleh Shalahuddin al-Ayyubi setelah ia merebut kota tersebut pada tahun 1.187 M. Kemudian pemerintahan Ayyubiyah digantikan oleh kekuasaan Turki Usmani.
Di masa inilah, dikeluarkan dekrit yang melarang orang Kristen dan Yahudi memasuki kota itu. Dan hingga pertengahan abad ke-14, dekrit tersebut berakhir dengan diberikannya kesempatan kepada semua orang untuk memasukinya, termasuk kompleks perkampungan al-Khalil.
Wallahu'alam bissawab