Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Naik Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Naik Haji. Tampilkan semua postingan

Rossa Naik Haji


Memiliki waktu senggang dimanfaatkan penyanyi Rossa untuk menunaikan ibadah haji. Rossa mengaku sudah lama berniat menginjak tanah suci tersebut. Namun, kesempatannya baru direalisasikan tahun ini. "Pasti semua umat muslim saya rasa berkeinginan naik haji. Kebetulan diberikan kesempatan tahun ini, alhamdulilah," tandasnya

Saya insya Allah naik haji tanggal 12 Oktober 2012, sendirian insya Allah. Saya sengaja memang, saya diberikan sama Allah SWT banyak sekali waktu, banyak kebahagiaan, baik materi dan lahir batin," ungkap Rossa ditemui di Tebet Jakarta Selatan, Senin 1 Oktober 2012.

Sebelum berangkat, Rossa mengaku menemui banyak kemudahan menuju jalan menunaikan ibadah haji. "Saya diberikan kelancaran mulai dari ngumpulin uangnya, pas daftarnya. Sahabat-sahabat saya banyak bantu. Sekarang saya pergi hajinya sendirian," kata Rossa 

Ia pun telah menyiapkan mentalnya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Tapi sebelum berangkat haji, Rossa terlebih dahulu mengelar pengajian di kediamannya di Kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin 8 Oktober 2012 malam. Pada kesempatan tersebut Rossa meminta doa untuk keselamatannya selama menunaikan ibadah haji.

Selain itu, ibu satu orang anak ini juga meminta maaf pada kedua orangtuanya dan juga kerabatnya. Ini dilakukan agar langkah Rossa terasa ringan saat menjadi tamu Allah."Aku nangis, terharu juga. Aku minta maaf dan mohon doa restu supaya lancar ibadahnya," ucap Rossa.

Mantan istri penabuh drum 'Padi', Yoyok ini mengaku sudah lama memendam keinginan menunaikan rukun Islam kelima itu.  Pelantun Nada-nada Cinta itu mengaku memang sedikit menyimpan rasa takut. Oleh sebab itu, kata Rossa, dirinya telah menyiapkan mental dan fisiknya sejak lama.

"Saya hanya tamu Allah SWT, semoga saya diberikan kelancaran, diberikan kenikmatan. Saya berpikiran positif aja," tutup penyanyi asal Sumedang tersebut.Ibu satu anak itu juga sedikit sedih karena harus meninggalkan buah hatinya, Rizky Langit Ramadan. Meski begitu ia bersyukur bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

“Sedih ada karena saya meninggalkan keluarga. Tapi saya juga bersyukur karena diberikan kesehatan, kesempatan yang diidam-idamkan oleh umat Islam,” tuturnya.

Pada Jumat 12 Oktober 2012 Rossa meninggalkan Tanah Air menuju Tanah Suci dalam rangka menunaikan ibadah haji.  Kepergian Rossa dari Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, diiring tangis haru dari keluarga dan kerabat dekatnya.

Kepada wartawan yang menemuinya, Rossa sempat berpamitan dan berharap bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk. "Saya akan beribadah haji dan di sana selama 21 hari. Semoga di sana lancar dan bisa mendapatkan kenikmatan beribadah," katanya kala itu.

Profesinya sebagai penyanyi memang sudah jadi identitas Rossa. Sebulan ke depan, saat menjalankan ibadah haji, pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani itu tidak ingin dikenal sebagai penyanyi.

Tak bisa dipungkiri, namanya sebagai diva di Indonesia memang cukup dikenal seantero Indonesia bahkan sampai negara tetangga. Namun keinginannya untuk khusyuk ibadah, mantan istri Yoyo Padi itu ingin dipandang seperti jamaah haji yang lainnya."Aku ke sana bukan sebagai Rossa penyanyi, aku ingin jadi seperti jamaah lain, ketika pulang dari sana jadi orang yang baik," ujar Rossa

Keberangkatannya ke tanah suci, Makkah, bukan kali pertama bagi Rossa, tetapi untuk menjalankan rukun Islam kelima merupakan pertama kalinya. Pelantun Ayat-Ayat Cinta itu pun mengaku berdebar-debar."Was-was sih, tapi aku kan mau jihad memenuhi panggilan Allah SWT sebagai muslim, lebih deg-degan aja ini kan berangkat haji kalau sebelumnya umroh, itu berbeda," tandasnya.

"Awalnya saya pergi haji itu agak takut nanti di sana dosa-dosanya diperlihatkan, jadi saya di sini ya Allah tutupin aib saya dari pandangan saya, dari pandangan orang lain, dikasih yang baik-baik, ternyata saya diberikan yang manis-manis," tuturnya. selama beberapa hari di sana, Rossa bersyukur diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah hajinya.

Rosa mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Sabtu  13 Oktober 2012 pada pukul 19.00 waktu Arab Saudi atau pukul 23.00 WIB dan keluar dari gedung bandara sekitar pukul 20.30 waktu Saudi.

Saat wawancara pelantun pemilik 15 Diva Family Karaoke itu tampil seadanya tanpa make up, hanya berjilbab putih bercorak kembang berwarna ungu dan hijau. "Masak difoto sih, belum mandi nih," ujarnya lalu tersenyum sambil memperbaiki tutupan kerudung di kepala.

Dia menjelaskan motivasinya berhaji untuk memperkuat iman sebagai seorang muslimah. "Lebih kepada memperkuat iman pada diri sendiri. Doakan semoga menjadi mabrur," ujarnya.

Tak hanya menunaikan ibadah, pelantun "Ku Menunggu" itu juga niat berdoa untuk mendapatkan jodoh pasangan hidupnya kelak. Sejak menjanda tiga tahun lalu hingga saat ini, Rossa belum kembali menikah. Namun dia kerap dikabarkan dekat dengan beberapa pria.

Banyak doa yang akan dipanjatkan Sri Rossa Roslaina Handayani saat melangsungkan ibadah Haji. "Insya Allah, mudah-mudahan memang jodoh yang terbaik yang dipilihkan Allah. Kalau kita manusia kan cuma lihat wujudnya. Jadi mudah-mudahan dapat yang terbaik," tutupnya.

Selain berdoa meminta jodoh, Rossa juga berdoa supaya bisa meninggikan derajat di mata Allah SWT, di mata manusia, anak dan keturunan saya. Mudah-mudahan sholeh dan panjang umur. Yang paling pasti dikumpulkan lagi ketika kita semua meninggal di surga, mudah-mudahan, amin," tandas Rossa.

Selama menunaikan ibadi haji, Rossa mengaku lega. Pasalnya, di sana dia tidak mengalami kesulitan atau hal yang aneh-aneh.Selama di Tanah Suci, pelantun "Tegar" ini menjadi lebih mudah menangis karena terlalu khusyuk beribadah.

"Saya cengeng banget, apa yah Habib itu pintar sekali membangun perasaan kita, membangun rekan kita. Saya selalu di sana doain itu, terutama orang tua, mudah-mudahan bisa sehat panjang umur, dan saya bersyukur sekali diberikan orangtua yang mencintai saya betul-betul apa adanya, sekarang maupun saya dulu tidak ada perbedaan, dan adik-adik saya," ucap Rossa
Meski berstatus seorang selebriti, Rossa mengaku tidak terganggu dengan tersebut saat menjalani ibadah haji. Seperti jemaah lainnya, Rossa tetap dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.

"Alhamdulillah sih enggak terganggu. Karena itu yang saya bingung manajer saya bilang, 'Bu di sana emang kamu dikawal?'," ucap Rossa. Rossa sempat heran karena dirinya disebut jemaah lain menggunakan pengawal saat menunaikan ibadah haji. Mantan istri Yoyok "Padi" ini membantah menggunakan jasa pengawal selama berada di Tanah Suci.

"Dikawal aku bilang enggak. Setiap orang melihat ada saya katanya saya banyak dikawal. Banyak orang bilang begitu, aku enggak ngerti. Aku enggak sewa pengawal kok," tandasnya.

Penyanyi Rossa terlihat ceria saat menginjakkan kakinya di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Rabu  17 Oktober 2012. Tak heran, ia pun menyempatkan diri berpose di pelataran masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan mengunggahnya melalui akun Twitter miliknya @mynameisrossa

Mengenakan hijab hitam, pelantun "Tegar" itu terlihat bugar dengan senyum mengembang.  Seperti ditulis Rossa dalam caption foto yang diunggah untuk pertama kalinya selepas menjalani ibadah haji, Rossa baru saja melakukan salat dhuha di Masjid Nabawi.

Dua foto diunggah Rossa untuk menyapa para follower-nya. Beberapa menit sebelumnya, penyanyi kelahiran Sumedang, Jawa Barat itu, mengunggah foto kubah hijau yang menjadi ciri khas Masjid Nabawi dilengkapi caption, "Assalamualaika ya Rasulullaah,”


Dua puluh hari penyanyi Rossa menunaikan ibadah Haji di tanah suci Makkah, selama di tanah suci, pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani itu selalu mendapat kemudahan. Oleh karena itu dirinya sangat bersyukur dengan apa yang dirasakannya selama di sana. Rossa mengaku fokus ibadah dan sering menangis di hadapan kabah.

"Aduh Masya Allah, alhamdulillah, semuanya lancar. Di sana begitu sampai di hari pertama kita langsung diurusin, menunggunya juga tidak lama. Di imigrasi paling hanya 2 jam, padahal biasanya ada yang 6 jam sampai 8 jam, Masya Allah, Allah memberikan kemudahan," ujar Rossa sumringah, di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis (1/11/2012).

Namun, Rossa yang berangkat bersama rombongan Cordova merasa bahagia bisa kembali dengan selamat bertemu kembali dengan buah keluarga dan buah hatinya.

Tetapi, wanita yang mulai dikenal sesudah menyanyikan lagu "Nada-nada Cinta" ini senang karena ayah, ibu, dan adik iparnya menjemputnya. Dalam kesempatan tersebut, Rossa kemudian menuturkan bahwa tidak banyak ole-oleh yang dibawanya dari Mekkah. "Saya itu paling langka belanja. Saya terkenal sama teman-teman itu cuma makan tidur. Sekalinya belanja pas kalau kehabisan baju," ucapnya.

Meski demikian, Rossa tidak lupa untuk membawa ole-oleh untuk pacarnya. "Dibelikan madu doang, kasihan ya," tandasnya

"Sedihnya disana saya satu kamar sama yang single, yang lain maaf-maafan sama suaminya saya dan teman saya cuma bisa bengong," ucap Rossa ditemui di Cordova Lounge, Bandara Sokearno Hatta, Tangerang, Kamis 1 November 2012.

Bekas istri Yoyo ini tak menampik sangat mengimpikan dapat menunaikan ibadah haji ditemani dengan suami. Namun menurutnya ia tak mengetahui kapan hal tersebut bisa terjadi padanya.

"Tapi memang paling nikmat sepertinya kalau naik haji bersama pasangan, tapi kalau nunggu pasangan dulu mau kapan naik hajinya," tandasnya.
Rossa berharap, sepulang dari tanah suci, mampu menemukan ketenangan lahir dan batin. "Pastinya selamat lahir batin dunia dan akhirat, mau mendapat ketenangan," ungkapnya.

Penyanyi Rossa mengaku memiliki rasa takut akan kondisi dirinya kelak sepulang dari menunaikan ibadah haji. Apa ketakutannya?   "Rasa takutnya itu adalah ketika pulang dari sana apakah saya bisa jadi orang yang lebih baik.

Diva pop Indonesia Rossa mempertimbangkan untuk berjilbab setelah berhaji nanti, meskipun dia mensyaratkan kesiapan hatinya terlebih dahulu sebelum memutuskan berjilbab.

Sumber :


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Pengalaman Naik Haji Saiful Jamil Di Usia 25 Tahun



Banyak orang harus menunggu waktu lama untuk bisa menunaikan ibadah haji. Tak heran, Saipul Jamil begitu bersyukur karena bisa berhaji di usia 25 tahun pada 2005 lalu.

Kebahagiaannya semakin lengkap karena ia berangkat ke Tanah Suci dengan hasil jerih payahnya sendiri. "Bersyukur Allah SWT sudah memilih saya melaksanakan ibadah Haji pada umur 25 tahun," tuturnya

Duda Dewi Persik & Virginia itu mengaku awalnya belum mengerti betul makna dari ibadah haji yang dijalaninya. Namun, seiring dengan waktu Ipul pun akhirnya memahami maknanya.

Seperti biasanya, orang selalu mendapatkan pengalaman spritual saat pergi haji. Pelantun 'Jangan Bilang-bilang' itu pun mengaku mengalami hal-hal yang bersifat spiritual di sana. Seperti apa?

"Aku di sana sempat ngaterin orang Indonesia jalan kaki sampai berjam-jam. Dia orang Bima nggak bisa bahasa Indonesia dan itu diberi kemudahan banget buat nganterin bapak itu, ya alhamdulilah bangetlah," jelasnya.

Tak hanya itu, Saipul pun mengaku sempat beberapa kali kehilangan sendal saat melaksanakan ibadah. "Kata orang kalau kehilangan sendal di sana, pasti akan balik lagi. Aamiin," harapnya




PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Pengalaman Naik Haji Si Manis Jembatan Ancol Diah Permatasari



Pengalaman ke tanah suci masih membekas dalam ingatan pemeran 'Si Manis Jembatan Ancol', Diah Permatasari. Meninggalkan suami dan anak yang masih kecil bukanlah pekara mudah bagi artis kelahiran Solo tersebut.

Namun demi niat beribadah Ia berangkat juga. Berbagai persiapan dilakukan, hingga hari H, Desember 2007, Diah mantap bertolak menunaikan hajinya. Ibu dua anak itu menceritakan kembali pengalaman spiritual yang dia temui ketika berhaji.

"Yang penting segala sesuatu dimulai dengan niat yang tulus. Waktu mau berangkat umroh atau haji biasanya kita dibilangin ama orang-orang kalau perbuatan kita yang nggak baik akan dibalas di sana, tapi saya pasrah dan ikhlas. Padahal waktu itu saya juga ninggalin anak yang baru berumur 10 bulan," tutur Diah menceritakan pengalamannya di tanah suci.

Dirinya tidak mendapatkan pengalaman aneh selama di tanah suci."Malah banyak senengnya," tambah artis kelahiran 25 Januari 1971 ini.

"Saya bisa begitu gampangnya melewati Tawaf yang begitu berdesak-desakannya," tutur Istri Anton Wahyu Jatmiko itu ketika berbincang dengan VIVAnews di Gedung Trans7

Diah tak menyangka begitu banyak menerima kemudahan dalam proses ibadah hajinya tahun lalu, yang dia laksanakan bersama rombongan artis lain, termasuk Inul Daratista. Kendati sudah lama, ada pengalaman spiritual yang masih menancap kuat di ingatan pemeran film 'Wiro Sableng' itu.

Diah pun tak pelit menceritakan kisahnya. Pada saat ritual tawaf terahir, tak dinyana Diah kelupaan membawa Al-quran.  Sejurus kemudian, dalam kondisi kelimpungan, muncul seorang wanita Arab tua. Lewat wanita tua misterius itulah Diah ditunjukkan keajaiban. "Dia nunjuk-nunjuk (ke arah Al-quran), saya dikasih Al-quran itu," tandas Diah yang ketika diwawancara berselendang itu.

HIDUP ITU NGGAK LAMA

Semakin bertambah usia seseorang bisa jadi membuatnya menjadi lebih sadar bahwa maut bisa datang kapan saja. Artis cantik nan seksi, Diah Permatasari, mengaku di usia yang sudah tidak muda ini dirinya sadar bahwa hidup itu tidaklah lama. Diah   menuturkan perubahan itu mungkin juga karena dia sudah pernah melakukan ibadah haji akhir tahun 2007 lalu.

Ibu dari Marcello Renara itu merasa jauh menjadi lebih bijaksana sekembalinya dari Tanah Suci Makkah. Diah banyak bertawakal dan berusaha menyeimbangkan emosi serta ikhlas saat mengharapkan sesuatu. Jika dulu Diah kerap menuntut banyak hal, sekarang Diah lebih memasrahkan hidupnya. Diah dapat pelajaran berharga jika semua manusia, kaya-miskin, tua-muda, sama di mata Tuhan.

"Saya juga berusaha menjalani shalat lima waktu, saya harus konsekuen. Apalagi saya sudah nggak kayak dulu lagi. Saya sadar kalau hidup kita itu nggak lama. Sekarang sudah mulai rajin pengajian, terus amal untuk rumah masa depan," pungkasnya.

Mengenai kebiasaannya memakai pakaian seksi, Diah mengaku belum punya rencana apa-apa untuk mengubah penampilannya itu sepulangya dari beribadah haji. "Kita lihat saja nanti, InsyaAllah akan lebih baik," ujarnya lagi.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Pengalaman Naik Haji Dik Doank Menyaksikan Bulan Sabit Berthawaf

Ia mengaku saat berangkat haji tidak memiliki kemampuan materi maupun pengetahuan agama yang cukup. Ia hanya yakin, panggilan haji dari Allah SWT telah sampai pada dirinya, maka ia harus berangkat.

Hampir setiap Muslim yang pernah menunaikan ibadah haji kerap memiliki catatan kehidupan yang tak akan dilupakannya. Begitu pula yang dialami Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma. Seniman, artis, dan presenter yang lebih dikenal dengan nama Dik Doank ini berbagi kisahnya kepada Republika.

Dik Doank menunaikan ibadah haji tahun 2000 dengan menggunakan haji reguler. Ia tergabung dalam kloter 25 bersama 500 orang jamaah lain, yang rata-rata usianya di atas 50 tahun. Dik yang saat itu berusia 32 tahun, merupakan jamaah termuda di rombongannya.Pria kelahiran Jakarta, 21 September 1968, ini mengaku banyak melihat hal-hal indah. Ia pun kerap menyaksikan kejadian luar biasa dalam hidupnya ketika memenuhi panggilan Allah SWT. Suatu ketika, menjelang waktu Ashar, ia terus memandangi Ka’bah.

Saat itu saya bertanya dan berdoa, meminta kepada Allah SWT  agar menunjukkan hal ghaib yang kerap didengarnya dari guru maupun buku-buku agama. ”Saya bertanya kepada Allah SWT. Ya Allah, bukankah para Malaikat dan Nabi ikut berthawaf. Ya Allah tunjukkanlah di langit ini kekuasaan-Mu,” ujarnya mengenang permintaannya di depan Ka’bah delapan tahun lalu itu. Tiba-tiba, setelah selesai berdoa langit di atas Ka’bah menjadi hitam pekat. Tanpa berpaling ke arah lain, Dik terus menatapi langit itu.

Memasuki waktu Maghrib, ia ditunjukkan kekuasaan Allah SWT seperti yang dimintanya. ”Bulan sabit membentuk barisan yang melingkar. Pertama jumlahnya 10, 20, dan bertambah banyak. Bulan sabit dan sesuatu berjubah putih membentuk jamaah seperti Malaikat yang sedang berthawaf,” ungkap Dik, sambil memegangi tangan kirinya yang bulu tangannya berdiri, merinding. Hal ghaib yang disaksikannya itu terjadi antara waktu Maghrib ke Isya. Pemilik sekolah alam Kandank Jurank Doank ini, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Lantas, ia pun menanyakan hal itu pada rekan satu rombongan yang kala itu berada di sebelahnya. Namun, rekan serombongannya itu tak melihat apa yang disaksikan Dik. Merasa bertambah heran dan penasaran, ia bertanya pada salah seorang ulama besar yang menjadi pemimpin kloternya. Tapi, sang ulama enggan menjawab. Pemimpin kloternya itu hanya memberikan sebuah buku berisi hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji. Dik lantas membaca dan memfokuskan konsentrasinya pada salah satu bab ihwal mutiara haji. Di lembaran itulah ia mendapatkan jawabannya.

Dalam buku yang dibacanya, di situ tertera bahwa Allah SWT  akan memberi berkah kepada hamba-Nya saat berada di Tanah Haram dalam tiga kondisi tertentu. Yakni kondisi ketika shalat di depan Ka’bah, thawaf di depan Ka’bah, atau ketika memandangi Ka’bah. Setelah membaca buku itu, Dik bersemangat dan berharap bisa menyaksikan kejadian ghaib itu lagi. Keesokan harinya, ia kembali terus memandangi Ka’bah. ”Tapi, tidak ada. Gak nemu-nemu lagi,” tuturnya.Pada kesempatan lain, ia pun memiliki pengalaman menarik selama berada di Tanah Haram. Alumnus Institut Kesenian Jakarta ini mengaku saat berhaji cuaca di Arab Saudi panas, gersang, dan tidak bersahabat.

Kendati demikian ia selalu merindukannya. Namun, Dik menambahkan, kendati suatu saat memiliki rezeki lebih, atau ada orang lain yang ingin membiayai untuk kembali berhaji, kemungkinan besar Dik akan menolaknya.Dik beralasan, ia memiliki keyakinan ibadah haji cukup dilakukannya satu kali saja. Pertimbangannya, masih banyak orang di desa atau di pelosok-pelosok yang menjual tanah, rumah, kerbau, atau menjual harapannya hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini. Karena itu, pria berdarah Sunda ini menilai kurang tepat jika seorang Muslim yang pernah berhaji, mengulanginya lagi hingga beberapa kali.

”Tapi kalau umrah saya mau,” ujarnya. Menurutnya, seorang Muslim yang telah berhaji dan memiliki kesempatan untuk mengulanginya lagi, lebih baik kesempatan itu diberikan kepada orang tua, guru agama, atau orang-orang saleh lain yang belum berhaji. ”Atau mungkin lebih baik uangnya kita berikan ke fakir miskin, anak yatim, atau saudara kita yang lebih membutuhkan,” ungkap suami Mirna Yuanita ini.

Ayah dari Prata, Geddi, dan Putti ini menilai, haji adalah panggilan Allah. Tinggal bagaimana seorang Muslim menyikapi panggilan itu. Ia sendiri mengaku saat berangkat haji tidak memiliki kemampuan materi maupun pengetahuan agama yang cukup. Ia hanya yakin, panggilan haji dari Allah telah sampai pada dirinya, maka ia harus berangkat.

Panjang lebar Dik menceritakan, saat berangkat kondisi keuangannya tidak mendukung. Tapi bintang iklan sebuah operator seluler ini memiliki prinsip bahwa Allah SWT pasti akan memberi ujian bagi hambanya yang akan dipanggil berhaji. Ujian itu bisa datang sebelum, saat, maupun setelah berhaji.

Bagi Dik, ujian itu sendiri dianggapnya sebagai suatu keberkahan. Ujian yang dialaminya ketika di Tanah Haram ia nikmati. ”Waktu kelaparan, masih banyak orang yang lebih lapar dari saya. Susah, masih banyak yang susah dari saya. Jadi dinikmati saja,” ujar Dik yang ketika di Tanah Suci kerap menyapu, mencuci piring, dan berusaha melayani jamaah lain yang didominasi orang lanjut usia.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Pengalaman Giring Nidji Naik Haji Bareng Ibu

Giring Ganesha naik haji. Vokaslis grup Nidji itu berangkat ke Tanah Suci 30 Nopember 2008. Inilah pengalaman pertamanya ke Tanah Suci. Giring tidak sendiri. Dia berangkat bersama ibu tercintanya, Irmawary. Menurut Giring, dua tahun keinginan itu dipendam. Akunya, baru sekarang ia mendapat panggilan.

"Aku dan ibuku dan keluargaku ingin pengajian dalam rangka ibadah haji. Sebenarnya dari tahun 2007 sudah diajakin sama Ibu, cuma enggak siap, belum ada rezeki juga. Pada akhirnya ada rezeki, aku ajak Ibu berangkat," ujarnya

Ada rasa khawatir yang menggayut di benak Giring untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Terutama, kondisi kesehatan ibu tercintanya. Terlebih saat membayangkan lautan manusia yang beribadah di sana.

"Sejujurnya, beberapa hari ini aku susah tidur. Selain kecapekan, juga gimana ya, karena di sana ada enam juta orang yang beribadah, aku khawatir sama Ibu. Badannya kan enggak terlalu besar, sedangkan orang Afrika, orang Arab itu besar-besar. Jadi, aku bingung dan deg-degan menjaga ibuku yang kecil ini," papar  Giring.

Keberangkatan Giring tentu akan berpengaruh kepada jadwal manggung Nidji yang padat.  "Aku sudah ngomong sama manajemen, semenjak dapat jadwal keberangkatan mau naik haji dari delapan bulan yang lalu, dan mana mungkin manajemen menghalangi orang yang mau ibadah," jelasnya.

GIRING ”NIDJI” MERINDING KETIKA BERHADAPAN DENGAN KA”BAH

Giring, vokalis grup band Nidji mengaku merinding sekujur tubuhnya, dari ubun-ubun hingga telapak kaki, ketika pertama kali melihat Ka”bah di Tanah Suci Makkah. Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini mengaku sempat menitikkan air mata. ”Saat itu saya merasa begitu kecil dan merasa tidak ada apa-apanya di mata Allah,” akunya.

Lelaki yang menunaikan ibadah haji pada 2008 lalu itu menyatakan sangat beruntung bisa melihat dari dekat keindahan Ka”bah. Nidji mengaku sempat khawatir tidak bisa berhadap-hadapan langsung dengan monumen suci umat Islam tersebut.

”Saya sempat takut dan kawatir tidak akan dapat melihat keindahan bangunan suci itu dari dekat, padahal Ka”bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.”

Ada satu pengalaman yang tak pernah bisa terlupakan sepanjang hayat haji muda ini. Ketika berada di Makkah, dia merasa mendapatkan energi yang amat besar. Pasalnya setiap jam bahkan setiap menit, ia menyaksikan ada saja jamaah haji yang salat. ”Jadi, merasa dekat banget sama Allah SWT,” ujarnya.

Ketika menyaksikan jutaan jamaah haji menyemut berjalan menuju satu arah, Giring mengaku hatinya begitu tersentuh. Jutaan manusia tersebut, kata Giring, melakukan semuanya semata-semata hanya untuk Allah,” Meski berada di antara jutaan manusia, alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Walaupun tidak sempat mencium Hajar Aswad, pria bernama lengkap Giring Ganesha, tidak begitu menyesal. Sebab, menurutnya, mencium Hajar Aswad bukan hal yang wajib. Ketika berada di Tanah Suci, Giring mengaku lebih fokus kepada ibadahnya, ”Tapi, kalau pegang Ka”bah pernah,” katanya.

Proses religius lah yang justru banyak didapatkan Giring, selama menjalankan ibadah hajinya. Mulai pengalaman menempelkan tangan dan mencium Ka'bah, sampai pengalaman menangis saat 7 kali mengelilingi Kabah dan wukuf di padang Arafah.

"Waktu keliling Ka’bah 7 kali, baru 3 kali gue nangis. Begitu juga waktu di Arafah saat wukuf. Kenapa gue nangis? Gue nangis karena merasa Allah SWT dekat banget. Begitu juga setiap shalat Jumat, gue merasa Ka'bah lapang banget. Gue juga bisa nempelin tangan dan menciumnya," ujar Giring dengan mata yang berkacar-kaca.

Pengalaman itulah yang akhirnya bikin Giring menjadi lebih mawas diri. Giring pun menjadi sadar, kalau dirinya sangat kecil dan merasa telah banyak melakukan hal-hal yang tak sepantasnya di mata Allah.

"Gue berdoa minta ampun dari dosa. Jelas, ini pertama kali dalam hidup gue, melakukan sesuatu karena Allah Swt," papar Giring.

Pengalaman lain yang juga tak pernah terlupakan, ketika dia tergencet di antara jutaan manusia yang tengah melontar jumrah.”Saat itu saya harus melindungi ibu dari desakan jutaan manusia, saya tergencet, tapi berkat pertolongan Allah, alhamdulillah kami selamat,” tambah Giring. Menurut Giring, masih banyak pengalaman menyentuh lainnya selama ia pergi ke Tanah Suci. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

”Pengalaman-pengalaman di Tanah Suci itulah, yang mengajarkan pada saya supaya bisa menjadi orang yang sabar dan selalu pasrah kepada Allah.””Bukan hanya itu, berkat pengalaman-pengalaman berharga itu pula membuat Giring menjadi orang yang selalu berpikiran positif. ””Ketika sampai di Indonesia saya menyadari hidup itu harus penuh dengan rasa syukur, dan setiap melakukan kegiatan semata-mata karena Allah,”” katanya.

GIRING NIDJI RISIH DIPANGGIL PAK HAJI

Meski telah menunaikan rukun Islam yang kelima dan menyandang gelar haji, namun Giring Ganesha atau yang biasa disapa Giring Nidji, merasa tak nyaman bila dipanggil Pak haji. lebih suka bila disapa seperti biasanya, “Cukup Giring sajalah. Banyak teman-teman yang menyapa pak haji,..pak haji.. ah aku malah jadi keki saja kalau ada yang memanggil seperti itu. Menurutnya, tingkat ibadah seseorang tidak ditentukan dari gelar tersebut. "Kalau titel haji enggak lah. Aku pakai hajinya di dalam hati aja, enggak pakai Haji Giring," tuturnya. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Bagi penyanyi kelahiran Jakarta 14 Juli 1983 ini, soal gelar atau predikat yang disematkan pada dirinya, bukanlah tujuannya dalam beribadah. Menurutnya, ibadah adalah hubungan antara pribadi dengan Tuhan, bukan karena orang lain. “Kan yang berhaji itu hati, bukan Giring dalam arti fisiknya,” tandasnya.

Lantaran itulah, kata Giring, yang terpenting dari ibadah haji bukanlah gelar yang didapatkannya, melainkan perubahan perilaku sehari-hari. Penyanyi yang mulai suka melantunkan tembang britpop sejak di bangku sekolah menengah pertama itu juga berprinsip, ibadah yang dilakukan akan terasa sia-sia saja bila ternyata tidak ada peningkatan kualitas ibadah.

Giring pun tak berniat mengubah penampilannya. 'Tetap seadanya' begitulah ia menyebut penampilannya selama ini. Sebab, ujarnya, dalam menjalani ibadah baik dalam hubungan antar sesama manusia maupun dengan Sang Khalik, yang terpenting bukanlah penampilan, tetapi niatan yang tulus serta kualitasnya.

Terlebih, Giring juga telah merasakan banyak pengalaman selama menjalani prosesi ibadah haji itu. Dan pengalaman itulah, yang menurutnya, semakin menyadarkan betapa besarnya kekuasaan Tuhan. “Subhanallah, benar-benar aku merasa ada hidayah yang luar biasa. Banyak sekali pengalaman yang terjadi. Itu menyadarkan betapa manusia itu kecil,” terangnya.

Pengalaman dan hidayah itulah yang barangkali semakin menguatkan keyakinan Haji Giring...eh.. Giring Nidji bahwa yang terpenting dalam menjalani perintah Allah dalam rukun Islam yang kelima itu niatan karena Allah bukan karena yang lain.

Jadi, gelar atau sebutan Pak Haji pun, bagi penggemar berat Chris Martin, vokalis kelompok Coldplay, itu bukablah yang terpenting. “Cukup panggil Giring saja,” ulangnya disambung tawa.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com