Tampilkan postingan dengan label Loper Koran Naik Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Loper Koran Naik Haji. Tampilkan semua postingan

Setelah Nabung Puluhan Tahun, Loper Koran ini Akhirnya Bisa Naik Haji

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/setelah-nabung-puluhan-tahun-loper.html

Sadino, seorang kakek yang tinggal di Jalan Gelatik 12, RT 05 RW 01, Pulo Jaya, Kelurahan/Kecamatan Beji, Depok akhirnya bisa naik haji tahun ini. Dengan tekad, niat, dan semangat beribadah, Sadino yang hanya berprofesi sebagai loper koran, berhasil mewujudkan mimpinya berangkat haji pada tahun ini.

Sebelum menjadi loper koran, Sadino sempat bekerja di PLN sebagai petugas jaga gardu di Cawang, Jakarta, hingga pensiun. Setelah itu, ia pun tidak malu saat ditawari teman untuk menjadi loper koran. “Saya jaga gardu jaga diesel PLN di Jakarta. Maklum, saya hanya lulusan ijazah SD. Kemudian jadi loper koran berkeliling Jakarta sampai 10 kilometer. Dulu saya tinggal di Menteng Sawah,” ungkapnya, di Depok, Senin (1/9/2014).

Beberapa tahun menjelang pensiun, tepatnya pada 1985, Sadino sudah menjadi loper koran. Bahkan sampai saat ini ia masih menjadi seorang loper koran di wilayah Depok. “Masih loper koran, dulu rumah di Jakarta sempat kena gusur, lalu saya belikan rumah di Depok tahun 1991, masih murah di sini,” katanya.

Sadino menabung satu persen dari setiap gaji yang diterimanya dari menjadi loper koran plus bonusnya. Total yang ia dapat setiap bulan yakni sebesar Rp1,2 juta setiap bulan. Ia pun masih memperoleh dana pensiun setiap bulan.

“Lalu kalau kesehatan masih dijamin oleh PLN, masuk RS jatah kelas III. Nabung naik haji, semenjak kerja di PLN nabung, sisihkan 10 persen, niatnya untuk dana tak terduga, lalu bayar pertama kali untuk haji setor Rp25 juta, tabungan saya sudah ada. Disetor ke kementerian agama. Sisanya ditabung tiap bulan sampai Rp40 juta,” kata pria yang lahir tahun 30 April 1942 ini.

Sadino adalah sosok yang sederhana. Ia mengaku tak pernah menggunakan sepeda motor ataupun mobil, bahkan tak menggunakan telepon genggam.

Istri Sadino sudah meninggal dunia sejak 2005. Sadino kini tinggal dengan seorang anaknya yang masih hidup dari tiga bersaudara, serta tiga cucu. “Saya ini orang jadul, naik sepeda ke mana-mana, HP saja belum punya. Pernah punya HP, tapi pernah pulsanya kesedot sebelum dipakai, malah jadi boros,” ungkapnya.

Ia berharap setelah pulang berhaji dapat menjadi haji yang mabrur. “Mudah-mudahan saya haji mabrur, dan mudah-mudahan pulang dari sana bisa menolong orang yang perlu ditolong. Berat ya berat, kalau niat, niatnya dibuktikan,” tegasnya.

Sadino tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Habib Idrus Algadri di Pancoranmas, Depok. Menurut Idrus, Sadino masuk kloter pertama yang akan berangkat dari Depok pada 10 September 2014.

“Pak Sadino masa tunggunya empat tahun, berangkat 10 September, kloter 26 JKS, Jakarta Saudi. Dulu ada juga jamaah saya tukang dodol bisa naik haji, sampai sekarang pun masih keliling jualan dodol. Ini yang unik, ada orang hartanya kaya tapi susah berangkat,” tutup Idrus.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Kisah Penjual Koran Pergi Haji, Berhasil Kuliahkan 3 Anak


Mereka yang beruntung bisa berangkat haji, ternyata bukan dari kalangan berduit saja. Tetapi juga mereka yang hidup dengan kondisi pas-pasan. Seperti yang dialami Mohamad Anwar, penjual koran di Jombang, Jawa Timur.

Setelah bekerja keras dan menabung selama bertahun-tahun, Anwar akhirnya bisa berangkat haji pada 16 September 2013. Seperti apa perjuangan warga Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini?

Setiap pagi, dia selalu mengambil dan mengemas koran-koran yang datang untuk diantar ke para pelanggannya. Setelah siap, dengan menggunakan sepeda motor kreditan yang masih belum lunas, Anwar langsung tancap gas keliling dari satu desa ke desa lainnya.

Namun tak ada yang menyangka, jika dengan kerja kerasnya itu, pria tamatan Sekolah Dasar (SD) ini bisa menyekolahkan tiga anaknya hingga lulus sampai perguruan tinggi.
Meski pekerjaaan yang dimiliki hanya menjual koran, Anwar merasa bahagia. Karena, tiga puteranya kini telah bergelar sarjana pendidikan (spd) dan semuanya telah bekerja sebagai pengajar disejumlah sekolah.
  
Kisah anwar bisa naik haji, bermula pada saat dia keliling mengantar koran pada tahun 2008. Saat melaju dengan menggunakan sepeda motor, dia terhenti oleh kerumunan warga. Ternyata, kerumunan orang di tengah jalan itu tengah mendoakan tetangganya yang hendak berangkat haji.

Saat itu, dengan mata berkaca-kaca Anwar ikut mengangkat tangan mengamini doa terhadap warga yang hendak berangkat haji tersebut. Sambil berharap, kelak juga bisa berangkat haji. 


Atas saran dari salah seorang pengurus haji di Kabupaten Jombang, Anwar nekat menjual sepeda motor bututnya seharga Rp3,5 juta, dan menggunakan uang tersebut untuk mendaftarkan diri berangkat haji. Lalu, setiap bulan dia membayar kekurangannya dengan cara mengangsur.

Meski harus sering kena denda, karena telat membayar angsuran di bank. Dengan berhutang ke sana kemari atau gali lobang tutup lobang, lima tahun kemudian Anwar akhirnya bisa melunasi seluruh biaya tersebut hingga tahun ini dia dipastikan akan dapat berangkat haji.

Jika tidak ada halangan, bersama dengan 800 jamaah calon haji asal Kabupaten Jombang, pada 16 September 2013, Anwar akan segera bertolak ke tanah suci. Semoga menjadi haji yang mabrur. Aamiin.
Sumber: www.sindonews.com, Jum'at, 13 September 2013


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964
Fax: 021.3984 2985