Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Dian Rizki Jamaah Haji Termuda 2013


Sebanyak 471 calon jamaah haji asal kabupaten deli serdang Sumatera Utara berangkat ke tanah suci. Dalam rombongan calon jamaah haji, ada jamaah termuda bernama Dian Rizki Aulia Binti Irfan Lubis 21 Tahun. Warga lubuk pakam diberangkatkan haji oleh orang tuanya. meskipun berangkat tanpa kawalan orang tuanya, Dian Rizky Aulia nampak Senang karena bisa menunaikan haji di usia muda. Semoga menjadi haji Mabrur. Aamiin. Sumber: www.metrotvnews.com, Selasa, 17 September 2013

AULIANUR CALON JAMAAH HAJI TERMUDA DARI ACEH

Aulianur Rachman Bin H M Nurdin merupakan calon jamaah haji termuda asal Aceh yang berangkat pada musim haji 1434 Hijriah, kata Humas Panitia Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) Embarkasi Banda Aceh Akhyar, Rabu.

"Calon jamaah haji asal Aceh paling muda berumur 18 tahun dari Kota Lhokseumawe," katanya di Banda Aceh. Ia mengatakan calon haji termuda dengan nomor manifes 161 tersebut akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sekitar pukul 08.40 WIB, Kamis.

Disebutkannya, total calon haji yang angkat berangkat berjumlah 438 orang termasuk dua orang mutasi masuk dan empat orang dari total 440 CJH ditunda berangkat karena sakit.bSementara itu, Aulianur Rachman calon haji termuda asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu mengaku sangat senang akan kesempatan bisa melaksanakan ibadah haji pada usia muda.

"Alhamdulillah saya bisa berangkat ke Tanah Suci bersama keluarga untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji 2013," katanya sebelum bertolak dari Aceh ke Arab Saudi. Dijelaskannya, ia merupakan calon jamaah haji asal Kota Lhokseumawe yang tergabung dalam kelompok terbang empat Embarkasi Banda Aceh. Ia berkeinginan besar agar bisa melaksanakan berbagai ibadah haji dengan sempurna saat berada di Tanah Suci.

"Saya ingin mendoakan agar terus bisa beribadah dengan baik sekembali ke Tanah Air dan untuk kedua orang tua," katanya dengan nada haru. Aulianur merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh semester awal yang ikut melaksanakan rukun Islam ke lima bersama orang tua dan 3.147 orang calon jamaah yang berangkat dari Tanoh Rencong tersebut . Sumber: www.infohaji.antaranews.com, Rabu, 02 Oktober 2013

ANGSUR ONH SEJAK USIA 12 TAHUN, MOHAMAD MUSEYYIN CALON JAMAAH HAJI TERMUDA DARI JEMBER

Calon haji paling muda asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini tercatat berusia 21 tahun. Menurut Rosadi Badar, Kepala Kantor Kementerian Agama Jember, calon haji termuda itu bernama Mohamad Museyyin bin Mohammad Ali.

Dia berasal dari Dusun Tegal Batu, Desa Suko Jember, Kecamatan Jelbuk. "Dia mengangsur ONH (ongkos naik haji)  sejak umur 12 tahun. Pekerjaannya petani. Ia pergi haji bersama orang tuanya," kata Rosadi di sela rapat persiapan pemberangkatan haji, Jumat siang, 4 Oktober 2013.

Sedangkan calon haji paling tua, kata Rosadi, adalah Ny Markana binti Mattawi, asal Dusun Darungan, Desa Karanghardjo, Kecamatan Silo. Ny Markana tercatat lahir pada 2 Juni 1923. "Sampai saat pemeriksaan terakhir ini, kondisi kesehatannya baik," kata dia.

Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Jember, Muhammad Muslich, menambahkan dari 2.095 calon haji asal Jember tahun ini, sebanyak 659 orang berusia antara 40-49 tahun atau 31 persen,  617 orang berusia 50-59 tahun (29 persen), 309 orang berumur 30 - 39 tahun (16 persen),  301 orang berumur 60 - 69 tahun dan 114 orang antara 20-29 tahun. "Empat persen atau 92 orang calon haji berusia di atas 70 tahun," kata dia.

Muslich menambahkan, pekerjaan calon haji terbanyak  adalah petani, yakni 837 orang atau 40 persen. Setelah itu, kata dia, 24 persen atau 502 pegawai swasta dan 293 orang  ibu rumah tangga. Adapun pegawai negeri sipil jumlahnya hanya 178 orang atau 8,5 persen. "Sisanya pedagang, pelajar pensiunan, pegawai BUMN dan TNI/Polri," kata dia.

Menurut Muslich, calon haji asal Jember tahun ini sebenarnya ada 2.092 orang, ditambah tiga orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Jemaah haji Jember diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni 59, 60, 61, 62 dan kloter 63. "Akan diberangkatkan mulai Minggu besok lusa menuju asrama haji di Surabaya," katanya. Sumber: www.tempo.co, Jum'at, 4 Oktober 2013

KEVIN NARADIAN CALON JAMAAH HAJI TERMUDA PALEMBANG

Kevin Naradian (18) pelajar kelas III IPA SMA Negeri 4 Baturaja menjadi calon jemaah haji (CJH) termuda di kloter 1 embarkasi Palembang. Bersama Papanya Yulizar Yacob, Mamanya Rahmawaty dan kakak perempuannya Karina Natasha. Kevin dan keluarganya tiba di Asrama Haji dengan wajah sumringah.

"Deg-degan juga nih, apalagi rata-rata jamaah lainnya sudah usia lanjut semua," ujar Kevin yang menggunakan kawat gigi ini. Dikatakan Kevin kalau keinginannya naik haji muncul saat kedua orangtuanya ingin mendaftar haji pada 2009 silam, padahal saat itu Kevin masih duduk dibangku kelas 2 SMP. "Aku nggak nyangka juga bisa diajak Papa dan Mama ikut berangkat haji, sungguh anugerah yang bener-bener indah," ucapnya.

Meskipun sedikit tegang, Kevin tetap semangat membantu Papanya yang membagikan gelang kepada jamaah lainnya. "Kebetulan Papa jadi ketua regu di rombongan VI," ujar Kevin yang mendaftar dari KBIH Kabah Palembang ini. Alhamdulilah selama ikut manasik lebih kurang sudah mengetahui rangkaian ibadah haji, dan juga Kevin sering searching di internet untuk menambah pengetahuannya mengenai haji.

Papa Kevin bekerja di Dinas PU OKU dan mamanya seorang ibu rumah tangga. "Mudah-mudahan nanti bisa mengikuti semua rangkaian ibadah haji dengan baik," tutur Kevin yang membawa misi doanya dan doa teman-teman sekolahnya agar lulus 100 persen pada Ujian Nasional tahun depan.

Kevin yang bercita-cita ingin jadi pengacara ternama ini harus izin sekolah selama lebih kurang 40 hari. "Teman-teman sekolah, guru-guru turut mendoakan juga, mudah-mudahan kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur," harap Kevin. Sumber: www.sumsel.tribunnews.com, Selasa, 17 September 2013

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com   

Kisah Penjual Koran Pergi Haji, Berhasil Kuliahkan 3 Anak


Mereka yang beruntung bisa berangkat haji, ternyata bukan dari kalangan berduit saja. Tetapi juga mereka yang hidup dengan kondisi pas-pasan. Seperti yang dialami Mohamad Anwar, penjual koran di Jombang, Jawa Timur.

Setelah bekerja keras dan menabung selama bertahun-tahun, Anwar akhirnya bisa berangkat haji pada 16 September 2013. Seperti apa perjuangan warga Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini?

Setiap pagi, dia selalu mengambil dan mengemas koran-koran yang datang untuk diantar ke para pelanggannya. Setelah siap, dengan menggunakan sepeda motor kreditan yang masih belum lunas, Anwar langsung tancap gas keliling dari satu desa ke desa lainnya.

Namun tak ada yang menyangka, jika dengan kerja kerasnya itu, pria tamatan Sekolah Dasar (SD) ini bisa menyekolahkan tiga anaknya hingga lulus sampai perguruan tinggi.
Meski pekerjaaan yang dimiliki hanya menjual koran, Anwar merasa bahagia. Karena, tiga puteranya kini telah bergelar sarjana pendidikan (spd) dan semuanya telah bekerja sebagai pengajar disejumlah sekolah.
  
Kisah anwar bisa naik haji, bermula pada saat dia keliling mengantar koran pada tahun 2008. Saat melaju dengan menggunakan sepeda motor, dia terhenti oleh kerumunan warga. Ternyata, kerumunan orang di tengah jalan itu tengah mendoakan tetangganya yang hendak berangkat haji.

Saat itu, dengan mata berkaca-kaca Anwar ikut mengangkat tangan mengamini doa terhadap warga yang hendak berangkat haji tersebut. Sambil berharap, kelak juga bisa berangkat haji. 


Atas saran dari salah seorang pengurus haji di Kabupaten Jombang, Anwar nekat menjual sepeda motor bututnya seharga Rp3,5 juta, dan menggunakan uang tersebut untuk mendaftarkan diri berangkat haji. Lalu, setiap bulan dia membayar kekurangannya dengan cara mengangsur.

Meski harus sering kena denda, karena telat membayar angsuran di bank. Dengan berhutang ke sana kemari atau gali lobang tutup lobang, lima tahun kemudian Anwar akhirnya bisa melunasi seluruh biaya tersebut hingga tahun ini dia dipastikan akan dapat berangkat haji.

Jika tidak ada halangan, bersama dengan 800 jamaah calon haji asal Kabupaten Jombang, pada 16 September 2013, Anwar akan segera bertolak ke tanah suci. Semoga menjadi haji yang mabrur. Aamiin.
Sumber: www.sindonews.com, Jum'at, 13 September 2013


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964
Fax: 021.3984 2985  

Atha Thariq Bastari Pendaftar Haji Termuda Kota Pariaman


Pariaman_Humas, Sepanjang tahun 2012, sebanyak 304 orang telah mendaftar menjadi Jemaah Calon haji di siskoha Kemenag Kota Pariaman, angka ini meningkat dari pendaftar di tahun sebelumnya yang berjumlah 294 tahun, dari jumlah tersebut, tercatat nama Atha Thariq Bastari sebagai pendaftar termuda yang baru berumur 7 tahun.

Ayah Thariq, Ut Hidayat Bastari menuturkan, “sengaja kita daftarkan dari dini anak kami ini, karena mengingkat waitinglist JCH Kota Pariaman hingga Tahun 2024, sehingga dapat diprediksi, anak kami ketika berangkat nantinya telah berumur 19 Tahun, usianya sudah matang dan cukup untuk menunaikan ibadah haji” tutur sang ayah ketika mendaftar ia dan keluarganya di siskohaj Kemenag Kota Pariaman

Menurut Kasi Urais dan Penyelenggara Haji Kemenag Kota Pariaman, Drs. firtrison Effendi,”jauhnya Waiting linst JCH yang hingga 2024, menyebabkan banyak Pendaftar Haji di Kota Pariaman dari kalangan usia Muda, namun kami sangat mengapresisi orang tua Thariq yang telah memikirkan masa depan agama anaknya dengan mendaftarkan haji sejak dini, semoga keinginan Thariq dan orang tuanya berangkat ke tanah suci dan menunaikan ibdah Haji bersama dapat terwujud”, harapan pak kasi itu. Sumber :  www. sumbar.kemenag.go.id, Jumat, 28 Desember 2012


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Kisah Royan Bersaudara dan Warisan Terindah Berhaji dari Bapak

Mata Royan Novi Amar (28) menerawang mengenang petuah ayahanda, H Djabir, yang ingin memberangkatkan putra putrinya ke Tanah Suci. Impian mendiang sang ayah kini menjadi nyata.

Royan bersama dua adiknya, Dwi Agustina Royani (26) serta Fajar Royan Santoso (23) akan meninggalkan Tanah Air menuju Arab Saudi pada Selasa 17 September 2013. Ketiganya berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan tergabung dalam embarkasi Solo (S0C) kelompok terbang 20. Adik Royan, Fajar, bahkan menjadi calon jamaah haji termuda dari kloter 20 embarkasi Solo.

"Orang biasanya mendapat warisan tanah, harta benda, tetapi Bapak memberikan kami jalan untuk kebaikan. Bapak sebelum meninggal dunia tahun 2010, ingin kami menjadi tamu Allah SWT. Ini warisan spesial dari Bapak, Insya Allah," ungkap ayah 1 anak ini di Asrama Haji Donohudan Solo Jawa Tengah, Senin (16/9/2013).

Royan bercerita orang tuanya memberikan 'modal' untuk mendaftarkan mereka berhaji. Modal itu diperoleh sang ayah dari hasil jerih payah selama menjadi Ketua Kloter Haji pada tahun 2008.

"Itu upah dari Kementerian Agama. Kami daftar berhaji Januari 2010 dalam bentuk tabungan haji. Masing-masing diberi Rp 5 juta dan Desember 2010 Bapak tiada. Beliau tidak bisa melihat kebahagiaan ini," ujar Royan dengan suara tercekat menahan haru.
Selanjutnya, kata Royan, orang tuanya lah yang mencicil biaya haji yang masing-masing sekitar Rp 35 juta kurang itu "Kami ingin sebagian amal kita buat Bapak Ibu. Semoga kami menjadi lebih baik lagi," harap Royan.

Seperti jamaah haji lainnya, Royan bersaudara juga ingin beribadah dan memanjatkan doa kepada Sang Khalik. "Saya berharap menjadi haji mabrur dan doa saya dikabulkan sehingga bisa menjadi jalan terbaik Bapak," kata Royan.

Sang adik, Fajar Royan Santoso, juga punya harapan yang sama. "Saya juga ingin skripsi selesai," kata mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan psikologi industri ini sambil tersenyum ramah. Demikian pula dengan Dwi Agustina Royani yang berharap sang Bunda Umisri diberi kesehatan dan kebahagiaan. Sumber: www.news.detik.com, Senin, 16  September 2013


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com   

2 Bulan Berjalan Kaki dari Yaman untuk Berhaji, Kakek Ali Akhirnya Tiba di Mina


“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan BERJALAN KAKI, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS. Al Hajj: 27).

Usia Mohammed Ali Al-Mirfa memang tidak muda lagi. Namun semangat kakek asal Yaman berusia 75 tahun ini untuk dapat menunaikan ibadah haji tidak pernah surut. Bermodalkan azam yang kuat, ia berjalan kaki selama dua bulan dari rumahnya di Sana’a menuju Mina untuk menunaikan ibadah haji.

Al-Mirfa tiba di Mina empat hari lalu. Ia tidak memiliki uang untuk menyewa kamar hotel, dan tidur di mana saja dia bisa merebahkan badan.

“Saya berangkat dari Sana’a pada hari ketiga Idul Fitri, atau 3 Juli,” Al-Mifta memulai kisahnya kepada surat kabar Al Madina dikutip dari INILAHCOM.

“Istri, 12 anak saya, dan seluruh kerabat, melepas saya di depan pintu rumah,” lanjutnya. “Ini perjalanan terpanjang seumur hidup.”

Al-Mirfa miskin. Ia tidak bisa menabung untuk membiayai perjalanan haji dengan pesawat terbang atau apa pun, tapi punya tekad dan determinasi.

“Bertahun-tahun saya memimpikan hal ini; berjalan kaki memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan ibadah haji,” cerita Al-Mirfa.

Secara fisik, Al-Mirfa mulai renta tapi dia tak merasa tua. “Setiap hari saya berjalan beberapa kilometer, dan istirahat hanya untuk shalat,” ujarnya.

Ketika Al Madina menemuinya, Al-Mirfa sedang menikmati secangkir teh dan roti yang disediakan petugas pembersih sebuah masjid. Ia sangat menikmati keduanya.

“Ini sarapan saya. Saya bersyukur tiba di Mina dengan selamat,” ujar lelaki itu.

Al-Mirfa tidak bercerita apakah ada lembaga yang memberinya akomodasi selama di Mina, Arafat, dan Mekah. Dia juga tidak tahu apakah dia akan pulang dengan jalan kaki.

Sumber: www.dakwatuna.com

20 Tahun Menabung, Delapan Bersaudara Berebut Layani Ibunya Berhaji


Setiap umat Islam ingin menunaikan ibadah haji ke Baitullah guna menjalankan rukun Islam yang kelima, apalagi jika menunaikannya bersama orang-orang terdekat dan dicintai seperti istri atau suami dan orangtua. Seperti kisah mengharukan yang dilakukan oleh delapan jamaah haji asal Nigeria, mereka adalah delapan bersaudara yang sedang menunaikan ibadah haji bersama ibu mereka yang sudah tua.

Delapan bersaudara itu berebut ingin melayani dan membantu ibu mereka guna melaksanakan ritual haji dengan nyaman. Niatan mulia itu merupakan wujud rasa cinta dan komitmen mereka terhadap Alquran dan Hadist yang memerintahkan setiap Muslim melayani dan membantu orang tua.

Aysha, ibu berusia 70 tahun, berangkat haji bersama delapan anaknya. Masing-masing anak ingin memberikan layanan yang maksimal untuk dirinya. Yang menarik, guna menghindari konflik, yang termuda dari delapan bersaudara itu, Mustafa Al Faisal, mengusulkan setiap hari ada dua orang yang melayani dan membantu ibunya.

“Itu saran yang baik,” kata Moussa, kakak tertua dari delapan bersaudara itu.

Moussa menjelaskan, selama 20 tahun terakhir dirinya dan keluarga menabung agar dapat berhaji bersama ibu mereka. “Selama 20 tahun terakhir kami menabung uang untuk melakukan haji dengan ibu kami,” katanya, berharap bahwa Allah SWT akan menerima haji dan doa-doa mereka.

Sumber: www.dakwatuna.com