Tampilkan postingan dengan label Kejahatan Di Tanah Suci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejahatan Di Tanah Suci. Tampilkan semua postingan

Tekan Kejahatan, Lapor Kepala Pengamanan Masjidil Haram


JPNN, Jum'at, 27 September 2013 - Panitia haji Indonesia lama-lama gerah juga dengan keamanan di komplek Masjidil Haram. Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat bersama jajaran petugas keamanan haji, Kamis (26/9) melapor dan diterima Kepala Pengamanan Masjidil Haram Brigjen Yahya bin Musa'id Az-Zahrani.

Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan pertemuan yang membahas jaminan keselamatan dan keamanan jamaah haji selama beradi di komplek Masjidil Haram itu berlangsung ganyeng. Yahya memiliki ruang kerja di salah satu sudut Masjidil Haram.

"Selamat datang di Arab Saudi. Negeri kedua bangsa Indonesia," ujar Yahya. Dia menuturkan petugas haji Indonesia termasuk memiliki sistem organisasi dengan baik. Yahya mengatakan pihaknya siap menerima laporan apa saja terkait kemanan jamaah haji. Dia menuturkan bahwa seluruh laporan kasus kejahatan akan mereka tindaklanjuti. "Laporan-laporan seperti ini terkait dengan bagaimana memberikan layanan terhadap jamaah haji untuk lebih baik lagi," tandasnya.

Untuk faktor keamanan jamaah haji, Yahya mengatakan jumlah petugas keamanan yang mereka sebar sudah lebih dari cukup. Mereka sudah menghitung komposisi atau perbandingan jamaah haji dengan petugas keamanan. Petugas keamanan setempat juga merasa terbantu dengan kiriman petugas keamanan dari masing-masing negara pengirim jamaah haji.

Yahya mengatakan faktor utama mencegah kejahatan jamaah haji ini ada di tangah jamaah hajinya sendiri. "Hati-hati dengan petugas-petugas gadungan atau palsu," papar dia. Mulai dari penipu yang mengaku petugas haji Indonesia atau petugas haji internal kerajaan Arab Saudi.

Yahya juga mengatakan ada kalanya laporan pencurian itu ternyata kehilangan. Dia menegaskan kasus kejahatan tidak hanya terjadi di komplek Masjidil Haram. "Di tempat-tempat lain dimana ada kerumuman jamaah haji potensi kriminal selalu ada," tandasnya. Untuk itu dia juga menyebar petugas keamanan berpakaian preman untuk mengendus potensi kejahatan.

Sementara itu Yahya juga menerangkan soal pekerjaan renovasi Masjidil Haram. Dia menuturkan pengerjaan diperkiraan rampung pada akhir bulan Dzulqa"dah. Dia mengatakan semua hal yang terlihat dari proyek ini dikebut untuk memberikan kemudahan dan tempat ibadah yang lebih luas serta nyaman kepada jamaah. Dia menegaskan mega proyek perluasan Masjidil Haram berjalan tiga tahun, dan 2013 ini adalah tahun perdana.

Di tanah air, Menag Suryadharma Ali secara remis ditunjuk menjadi pemimpin jamaah haji (amirul hajj) Indonesia. Dia akan didampingi Ma"ruf Amin sebagai Naib Amirul Hajj dan H.M. Suparta sebagai Sekretaris Amirul Hajj. Sementara itu anggota Amirul Hajj adalah Masdar Farid Mas"udi, Syafiq Mughni, Ali Ghufron Mukti, Yusnar Yusuf Rungkuti, Ary Ginanjar, M. Izzi Mukhsin, dan Musyfiq Amrullah.

"Rombongan amirul hajj ini komplit. Terdiri dari berbagai fungsionaris NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, unsur pondok pesantren dan tokoh masyarakat," ujar Menag SDA dalam rapat koordinasi persiapan tugas penyelenggaraan haji 2013. Dia masih belum membuka secara detail pesan-pesan yang akan dibaca saat khutbah haji nanti.

Dia menuturkan dari tahun ke tahun kualitas penyelenggaraan haji memiliki tren positif. Misalnya pada 2009 jarak terjauh pemondokan ke Masjidil Haram bisa mencapai 12 km. Sehingga ibadah di Masjidil Haram hanya dilakukan para jamaah setiap Jumat saja.

Kemudian pada 2010 jarak pemondokan ke Masjidil Haram terjauh turun drastis sekitar 4 km. lalu pada 2011 sampai 2013 saat ini pemondokan terjauh hanya berjarak 2,5 km dari Masjidil Haram. "Kita ingin mendekatkan lagi, tetapi sudah tidak bisa," ujarnya.

Sebab biaya sewa pemondokan di ring terdekat dari Masjidil Haram terus membumbung tinggi. Kenaikan itu dipicu minimnya stok pemondokan karena ada gerakan renovasi massal pemondokan di sekitar Masjidil Haram. Pembongkaran ini mengakibatkan pemondokan yang dulunya di belakang menjadi tampak di depan


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com  

Waspada! Kejahatan Jamaah Haji Mulai Menggila



JPNN, Rabu, 25 September 2013 - Kedatangan jamaah haji Indonesia di Makkah disusul meningkatnya kasus kejahatan. Hingga hari kelima kedatangan jamaah haji di Makkah, sudah banyak jamaah haji yang menjadi korban kejahatan. Umumnya jenis kejahatan berupa penipuan dengan berbagai modus.

Kepala Sektor Khusus Masjidilharam Husban Abadi mengatakan hingga kemarin sudah tercatat lima kasus penipuan di sekitar Masjidilharam. Modus yang mendominasi adalah, penipu menyaru sebagai petugas haji dan menawarkan bantuan membawa tas jamaah. Setelah berhasil merayu, penipu tadi langsung membawa kabur tas jamaah di tengah kerumunan jamaah haji.

"Kami meminta jamaah waspadan. Harus mengenali dengan benar tanda-tanda petugas haji yang resmi," katanya. Petugas haji yang resmi diantaranya dibekali dengan tanda pengenal (kartu ID) khusus.

Seluruh kepala regu (karu) dan kepala rombongan (karom) diminta terus mengawasi jamaahnya masing-masing. Mereka diminta tidak melepaskan jamaahnya begitu saja ketika tiba di Makkah. Para jamaah harus terus dipantau hingga masuk ke pemondokan semuanya.

Penipu atau penjahat para jamaah haji itu pada umumnya orang Indonesia yang sudah menetap di Saudi. Sebab petugas haji yang direkrut pemerintah adalah orang-orang Indonesia.

Pada kasus lain, ada juga orang Arab Saudi setempat yang menjadi penjahatnya. Mereka umumnya menyaru sebagai petugas Masjidilharam. Penipu ini biasanya memaksa jamaah untuk menyerahkan tas untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diserahkan, seketika itu pula tas dibawa kabur.

Husban merinci jumlah kasus kejahatan jamaah haji hingga kemarin. Yaitu kasus yang dialami Syarifah Aisyah, jamaah kloter 1 embarkasi Batam kehilangan gelang identitas haji. Rahmat bin Minlu (kloter 3/Lombok) kehilangan uang Rp 2,5 juta dan 2.500 riyal (Rp 7,5 juta).

Kemudian Pariyah binti Ismail (kloter 1/Solo) kehilangan uang 500 riyal (Rp 1,5 juta) dan satu unit handphone. Nahariyah (kloter 4/Makassar) kehilangan uang Rp 2 juta dan 1.000 riyal (Rp 3 juta) serta ATM dan KTP. Nunariyah binti Basyari (kloter 1/Solo) kehilangan tas identitas, uang Rp 1,8 juta dan 30 riyal (Rp 90 ribu).

Potensi kasus kejahatan terhadap jamaah haji ini diprediksi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah jamaa haji yang masuk ke Makkah. Saat pembelakan petugas haji, Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Kartono meminta jamaah tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar ketika beraktifitas di luar pemondokan.

"Kemenag bersama sejumlah bank sudah bekerjasama memberikan pelayanan ATM sebagai ganti membawa uang tunai," katanya.

Tetapi hingga saat ini masih sedikit jamaah haji yang mengkonversi uang tunainya dalam bentuk tabungan yang bisa ditarik dengan fasilitas kartu ATM. Kartono mengatakan fasilitas ini merupakan pilihan jamaah haji, tidak bisa dipaksanakan.


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com