Pengalaman Giring Nidji Naik Haji Bareng Ibu

Giring Ganesha naik haji. Vokaslis grup Nidji itu berangkat ke Tanah Suci 30 Nopember 2008. Inilah pengalaman pertamanya ke Tanah Suci. Giring tidak sendiri. Dia berangkat bersama ibu tercintanya, Irmawary. Menurut Giring, dua tahun keinginan itu dipendam. Akunya, baru sekarang ia mendapat panggilan.

"Aku dan ibuku dan keluargaku ingin pengajian dalam rangka ibadah haji. Sebenarnya dari tahun 2007 sudah diajakin sama Ibu, cuma enggak siap, belum ada rezeki juga. Pada akhirnya ada rezeki, aku ajak Ibu berangkat," ujarnya

Ada rasa khawatir yang menggayut di benak Giring untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Terutama, kondisi kesehatan ibu tercintanya. Terlebih saat membayangkan lautan manusia yang beribadah di sana.

"Sejujurnya, beberapa hari ini aku susah tidur. Selain kecapekan, juga gimana ya, karena di sana ada enam juta orang yang beribadah, aku khawatir sama Ibu. Badannya kan enggak terlalu besar, sedangkan orang Afrika, orang Arab itu besar-besar. Jadi, aku bingung dan deg-degan menjaga ibuku yang kecil ini," papar  Giring.

Keberangkatan Giring tentu akan berpengaruh kepada jadwal manggung Nidji yang padat.  "Aku sudah ngomong sama manajemen, semenjak dapat jadwal keberangkatan mau naik haji dari delapan bulan yang lalu, dan mana mungkin manajemen menghalangi orang yang mau ibadah," jelasnya.

GIRING ”NIDJI” MERINDING KETIKA BERHADAPAN DENGAN KA”BAH

Giring, vokalis grup band Nidji mengaku merinding sekujur tubuhnya, dari ubun-ubun hingga telapak kaki, ketika pertama kali melihat Ka”bah di Tanah Suci Makkah. Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini mengaku sempat menitikkan air mata. ”Saat itu saya merasa begitu kecil dan merasa tidak ada apa-apanya di mata Allah,” akunya.

Lelaki yang menunaikan ibadah haji pada 2008 lalu itu menyatakan sangat beruntung bisa melihat dari dekat keindahan Ka”bah. Nidji mengaku sempat khawatir tidak bisa berhadap-hadapan langsung dengan monumen suci umat Islam tersebut.

”Saya sempat takut dan kawatir tidak akan dapat melihat keindahan bangunan suci itu dari dekat, padahal Ka”bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.”

Ada satu pengalaman yang tak pernah bisa terlupakan sepanjang hayat haji muda ini. Ketika berada di Makkah, dia merasa mendapatkan energi yang amat besar. Pasalnya setiap jam bahkan setiap menit, ia menyaksikan ada saja jamaah haji yang salat. ”Jadi, merasa dekat banget sama Allah SWT,” ujarnya.

Ketika menyaksikan jutaan jamaah haji menyemut berjalan menuju satu arah, Giring mengaku hatinya begitu tersentuh. Jutaan manusia tersebut, kata Giring, melakukan semuanya semata-semata hanya untuk Allah,” Meski berada di antara jutaan manusia, alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Walaupun tidak sempat mencium Hajar Aswad, pria bernama lengkap Giring Ganesha, tidak begitu menyesal. Sebab, menurutnya, mencium Hajar Aswad bukan hal yang wajib. Ketika berada di Tanah Suci, Giring mengaku lebih fokus kepada ibadahnya, ”Tapi, kalau pegang Ka”bah pernah,” katanya.

Proses religius lah yang justru banyak didapatkan Giring, selama menjalankan ibadah hajinya. Mulai pengalaman menempelkan tangan dan mencium Ka'bah, sampai pengalaman menangis saat 7 kali mengelilingi Kabah dan wukuf di padang Arafah.

"Waktu keliling Ka’bah 7 kali, baru 3 kali gue nangis. Begitu juga waktu di Arafah saat wukuf. Kenapa gue nangis? Gue nangis karena merasa Allah SWT dekat banget. Begitu juga setiap shalat Jumat, gue merasa Ka'bah lapang banget. Gue juga bisa nempelin tangan dan menciumnya," ujar Giring dengan mata yang berkacar-kaca.

Pengalaman itulah yang akhirnya bikin Giring menjadi lebih mawas diri. Giring pun menjadi sadar, kalau dirinya sangat kecil dan merasa telah banyak melakukan hal-hal yang tak sepantasnya di mata Allah.

"Gue berdoa minta ampun dari dosa. Jelas, ini pertama kali dalam hidup gue, melakukan sesuatu karena Allah Swt," papar Giring.

Pengalaman lain yang juga tak pernah terlupakan, ketika dia tergencet di antara jutaan manusia yang tengah melontar jumrah.”Saat itu saya harus melindungi ibu dari desakan jutaan manusia, saya tergencet, tapi berkat pertolongan Allah, alhamdulillah kami selamat,” tambah Giring. Menurut Giring, masih banyak pengalaman menyentuh lainnya selama ia pergi ke Tanah Suci. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

”Pengalaman-pengalaman di Tanah Suci itulah, yang mengajarkan pada saya supaya bisa menjadi orang yang sabar dan selalu pasrah kepada Allah.””Bukan hanya itu, berkat pengalaman-pengalaman berharga itu pula membuat Giring menjadi orang yang selalu berpikiran positif. ””Ketika sampai di Indonesia saya menyadari hidup itu harus penuh dengan rasa syukur, dan setiap melakukan kegiatan semata-mata karena Allah,”” katanya.

GIRING NIDJI RISIH DIPANGGIL PAK HAJI

Meski telah menunaikan rukun Islam yang kelima dan menyandang gelar haji, namun Giring Ganesha atau yang biasa disapa Giring Nidji, merasa tak nyaman bila dipanggil Pak haji. lebih suka bila disapa seperti biasanya, “Cukup Giring sajalah. Banyak teman-teman yang menyapa pak haji,..pak haji.. ah aku malah jadi keki saja kalau ada yang memanggil seperti itu. Menurutnya, tingkat ibadah seseorang tidak ditentukan dari gelar tersebut. "Kalau titel haji enggak lah. Aku pakai hajinya di dalam hati aja, enggak pakai Haji Giring," tuturnya. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Bagi penyanyi kelahiran Jakarta 14 Juli 1983 ini, soal gelar atau predikat yang disematkan pada dirinya, bukanlah tujuannya dalam beribadah. Menurutnya, ibadah adalah hubungan antara pribadi dengan Tuhan, bukan karena orang lain. “Kan yang berhaji itu hati, bukan Giring dalam arti fisiknya,” tandasnya.

Lantaran itulah, kata Giring, yang terpenting dari ibadah haji bukanlah gelar yang didapatkannya, melainkan perubahan perilaku sehari-hari. Penyanyi yang mulai suka melantunkan tembang britpop sejak di bangku sekolah menengah pertama itu juga berprinsip, ibadah yang dilakukan akan terasa sia-sia saja bila ternyata tidak ada peningkatan kualitas ibadah.

Giring pun tak berniat mengubah penampilannya. 'Tetap seadanya' begitulah ia menyebut penampilannya selama ini. Sebab, ujarnya, dalam menjalani ibadah baik dalam hubungan antar sesama manusia maupun dengan Sang Khalik, yang terpenting bukanlah penampilan, tetapi niatan yang tulus serta kualitasnya.

Terlebih, Giring juga telah merasakan banyak pengalaman selama menjalani prosesi ibadah haji itu. Dan pengalaman itulah, yang menurutnya, semakin menyadarkan betapa besarnya kekuasaan Tuhan. “Subhanallah, benar-benar aku merasa ada hidayah yang luar biasa. Banyak sekali pengalaman yang terjadi. Itu menyadarkan betapa manusia itu kecil,” terangnya.

Pengalaman dan hidayah itulah yang barangkali semakin menguatkan keyakinan Haji Giring...eh.. Giring Nidji bahwa yang terpenting dalam menjalani perintah Allah dalam rukun Islam yang kelima itu niatan karena Allah bukan karena yang lain.

Jadi, gelar atau sebutan Pak Haji pun, bagi penggemar berat Chris Martin, vokalis kelompok Coldplay, itu bukablah yang terpenting. “Cukup panggil Giring saja,” ulangnya disambung tawa.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Nassar KDI Muzdalifah Penuhi Nazarnya Berangkat Umroh



PULANG UMROH, ANAK NASSAR KDI DAN MUSDALIFAH JADI RAJIN SHOLAT

Setelah putrinya, Nana ditemukan, pasangan Nassar dan Musdalifah akhirnya bisa memenuhi janjinya untuk melakukan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.

"Itu janji kita berdua, nazar kita kalau Anna (panggilan Siti Nurjanah) ditemukan. Kita ajak anak-anak semua umrah," ucap Nassar bersama Musdalifah saat ditemui di Hall D2, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013) malam.

Momentum kembalinya Nana selepas diculik, akhirnya memantapkan hati Nassar KDI-Muzdalifah menunaikan ibadah Umroh. Sebelumnya baik Nassar maupun Muzdalifah memiliki nazar berangkat Umroh selepas Nana terbebas dari drama penculikan.

Sekembalinya Nana, putri tiri Nassar ke pangkuannya, membuat pedangdut jebolan KDI satu ini memiliki sebuah nazar. Baik Nassar maupun Muzdalifah ingin melakukan Umroh dengan kedua putrinya Nia dan Nana. Nassar mengaku, ia tak ingin menunda rencana baiknya itu.

"Insya Allah tanggal 16 Februari 2013, mudah-mudahan lancar semua. Persiapannya lebih ke pribadi saja, kalau yang lain-lain mah ngikut. Jadi, saya dan istri berangkatnya beserta kedua anak kami, Nia dan Nana. Sebelumnya sudah rencana, tapi pas kejadian kami undur. Kebetulan ini kan, ada nazar juga, kalau Nana pulang," jelas Nassar, dikediamannya, kawasan Tangerang, Kamis (14/2).

Rencana Umroh itu, menurut Nassar, berawal dari keinginan para anak-anak tirinya itu. "Tapi, saya bilang belajar ngaji dulu, shalat, kalau sudah bisa kita berangkat. Persiapannya kami harus ngajarin dulu tiap hari dan untuk sekolahnya kami meminta ijin," sahut sang istri, Muzdalifah.

Menjalankan ibadah Umroh nanti, baik Nassar dan Muzdalifah mempunyai niat yang ingin dipanjatkan sesampainya di Tanah Suci. "Mudah-mudahan rejekinya lancar, semua keinginan saya dikabulkan, bisa membuat senang orang dan tidak membuat susah," tutur Nassar.Selain itu, ia juga minta selalu sukses, diberi kemudahan karir, kelancaran, diberi selalu sukses, dan tak gagal - juga selalu mendapatkan kemaslahatan.

"Tapi, kalau doa buat keluarga pas sampai disana (Tanah Suci, red) maunya supaya keluarga selalu sukses, dapat keluarga yang baik, jadi sakinah mawadah-warohmah. Trus, anak-anak juga lebih baik sampai nanti sudah besar, sudah berumah tangga," pinta Nassa yang diamini Muzdalifah.

Nassar beserta keluarganya mengaku sangat antusias melakukan umrah ini. Apalagi bagi kedua anaknya, pergi ke Tanah Suci ini baru yang pertama kali.

“Rasanya senang, karena kan di sana tempatnya doa, tempat mengadukan semuanya di sana, tempat meminta, ibadah semua di sana. Jadi anak-anak juga semua senang, karena kan mereka belum pernah juga,” tuturnya.

Sebagai persiapan umrah ini, Nassar dan keluarga harus membawa 12 koper. Kata Nassar, karena keperluan di sana sangat banyak, maka barang yang dibawa pun sangat banya.

“Bawa 12 koper, karena sama anak-anak, kalau enggak sama anak-anak enggak segitu. Yang dibawa banyak, ada makanan ringan, ikan teri, kerupuk, obat-obatan, pakaian ihram, serta Alquran,” ungkapnya.

Kurang lebih sepuluh hari Nassar-Muzdalifa berserta Nia dan Nana menunaikan ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah. Banyak pengalaman menarik dan doa-doa yang dipanjatkan baik Nassar dan Muzdalifah.

OLEH - OLEH UMROH NASSAR MUZDALIFA

Akhirnya Nassar dan keluarga pulang ke tanah air usai menunaikan ibadah Umroh di tanah suci. Di antara tumpukkan oleh-oleh yang dibawanya, Nassar membeli jubah seperti yang dipakai para Raja Arab.

"Alhamdulillah sampai juga di tanah air," kata Nassar saat dijumpai di rumahnya di kawasan Tangerang, sepulangnya dari ibadah Umroh, Ahad (24/2/2013).

Selama berada di tanah suci hingga pulang ke tanah air, Nassar dan keluarga terus dianugerahi kesehatan. "Alhamdulillah, semuanya sehat dan bahagia," jelas Nassar.

Selain membawa korma, Nassar juga membeli berbagai perlengkapan khas Arab. "Aku beli sorban, dan yang pasti aku beli jubah Raja," ujar Nassar sambil pamer Jubah berwarna hitam. "Siapa tahu dengan pakai ini bisa jadi raja," harap Nassar sambil tertawa. Bermaknanya ibadah Umroh membuat Nassar-Muzdalifah berniat Umroh lagi.

"Insya Allah, kita memanjatkan doa agar bisa diberi momongan lagi. Soal berapa tambah anak, semua kita pasrahkan pada Allah SWT," ungkap Nassar yang diamini Muzdalifah saat ditemui dikediamannya kawasan Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/2).

Indahnya menjalankan ibadah yang biasa disebut haji kecil membuat Nassar maupun Muzdalifah seperti ketagihan. Keduanya berharap bisa menunaikan ibadah Umroh lagi.

"Umroh kali ini kan berangkatnya sama Nia dan Nana, Insya Allah bila diijinkan pingin pergi Umroh lagi. Tapi pinginnya pergi berdua saja," kata Nassar disambut senyum sumringah Muzdalifah.

Umroh kali ini selain memenuhi nazar karena Nana telah terbebas dari penculikan juga momentum berbenah diri. Menurut Nassar, anak-anaknya sudah mulai sholat lima waktu secara tepat waktu. Nassar juga berharap bisa mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warohmah.

Nassar tidak akan menyia-nyiakan momen kebersamaannya bersama keluarga."Kalau anak-anak sih seneng-seneng aja, kebetulan mereka memang pingin tau, kalau jalan-jalan kan udah biasa. Kalau ini kan ibadah sekalian jalan, liat-liat tempat penting di sana. Jadi jalan-jalan juga, ibadah juga, komplit," pungkasnya.

"Kita berdoa selalu mendapat berkah dalam segala hal. Anak-anak tambah pinter dan solekah. Pokoknya diberi kemudahan dalam segala hal," pungkas Nassar.

SEPULANG UMROH ANAK NASSAR MUZDALIFA RAJIN SHOLAT

Nassar dan Musdalifah mengaku jika kedua anaknya yang ikut ibadah Umroh bersamanya sekarang ini menjadi rajin sholat. Bahkan, tanpa disuruh, kedua anak tiri Nassar itu langsung menunaikan ibadah wajib tersebut.

"Berharga karena bawa anak dan mengajarkan anak-anak untuk sholat. Biar mereka bisa lebih mengenal agama dan cinta juga," ujar Nassar ditemui IRNews dikediamannya, Tangerang, Minggu (24/02) malam.

Selama berada di Makkah, Nassar mengaku betah bahkan ibadah sholat tidak pernah telat dilakukannya. "Alhamdulillah nggak pernah telat shalat. Di sana betah. Kalau di Indonesia, ibadah bawaannya telat aja," tambahnya.

Keyakinan bahwa Makkah merupakan tanah suci, dan siapa saja yang berdoa disana akan segera dikabulkan Allah, Nassar mengucap doa agar memiliki anak dari istrinya Musdalifah.

"Doa pastinya, aku minta tambah anak, diselamatkan dan diberi perlindungan. Selalu yang terdepan baik keluarga dan masyarakat juga, sehat semuanya," Kata Nassar dalam doanya.

Musdalifah menambahkan, sepulangnya umroh ada perubahan yang terjadi kepada dua anaknya. Tanpa disuruh, kedua anaknya langsung melakukan sholat.

"Perubahannya, anak-anak langsung sholat, dan gak perlu disuruh biasanya kan susah juga," timpal Musdalifah.



WUJUDKAN NIAT ANDA
KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI
ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan
Ibadah Haji & Umrah Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985

Seminar Arminareka Perdana Langkah Mudah Menuju Baitullah 2015


Ini Doa yang Dipanjatkan Maia Estianty Saat Umroh


Maia Estianty diketahui telah menjalankan ibadah umroh bersama para teman dekatnya. Tentunya saat berada di Tanah Suci, Maia tidak lupa memanjatkan doa yang diharapkan bisa dikabulkan oleh Allah SWT.

Meskipun masih berstatus single, namun Maia menampik jika saat umroh dirinya berdoa untuk segera mendapatkan jodoh.

"Oh enggak, enggak sama sekali. Umrah kali ini aku benar-benar sama teman-teman. Kebetulan aku bertemu Aa Gym juga, itu memang sudah rencana perjalanan dari tahun lalu juga dan memang berdoa umum lah. Berdoa supaya jauh dari neraka , semoga kita khusnul khotimah, itu doa yang umum," ucap Maia Estianty.

Maia juga menjelaskan, umroh bersama teman-teman memiliki kenikmatan sendiri. Selain bisa 'membunuh' kesepian, disana juga bisa saling membantu dalam beribadah.

"Temen-temen yang pas di Raudhah itu, mereka pengin nempel di depan kan. Nah, itu aku bagian laskarnya ya bagian jagain teman-teman supaya bisa nempel-nempel ke depan. Jadi aku bantuin temen-temen supaya bisa kedepan, aku bantuin," tutupnya. okz

Sumber: www.selebuzz.com

Sempat Sombong Saat Umroh, Maia Estianty Alami Kejadian Mengejutkan


Maia mengaku sempat mengalami kejadian yang cukup mengejutkan saat dirinya berada di Tanah Suci.Maia Estianty benar-benar mendapatkan pelajaran yang berharga saat ia menjalani ibadah umroh beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, mantan istri Ahmad Dhani tersebut mengakui bahwa dirinya sempat sombong ketika sedang berada di Tanah Suci.

Rupanya hal ini bermula ketika Maia berniat jalan sendiri tanpa rombongan. Pelantun "Sang Juara" itu tidak merasa khawatir karena nantinya di jalan akan bertemu lagi. Namun yang terjadi adalah ia justru tidak bertemu dengan rekan serombongannya dari Tanah Air dan bahkan sempat tersesat.

"Saya sempat sombong dalam hati. Kalau jalan agak berbeda dari rombongan, nanti juga ketemu. Ternyata malah terpisah dan sempat susah nyarinya," kata Maia. "Saya bingung dan muter-muter beberapa jam cari rombongan."

Ibu Al Ghazali ini pun merenung sekaligus menyesali kesombongan yang dilakukannya. Maia berjanji tak akan lagi sombong selepas dirinya pulang dari umroh.

"Kalau sedang umroh atau berkunjung ke Tanah Suci memang tidak boleh sombong meskipun hanya dalam hati," tuturnya. "Pikiran buruk dan prasangka jelek juga harus dihilangkan dalam hati."

Sumber: www.wowkeren.com

Pengumuman Jamaah Umroh 9 Maret 2015 Flynas (Surabaya - Madinah) Arminareka Perdana (Nur Anisah)


Labbaik Allahuma Labaik ....

Jamaah Umroh PT Arminareka Perdana 9 Maret 2015 Flynas Surabaya Langsung Madinah. Harap Berkumpul DI Bandara Juanda Internasional Terminal 2 (Angkatan laut) Di Gerbang Keberangkatan Mushola Timur Pk. 12.00 WIB. Semoga Umrohnya Mabrur. Aamiin

Berikut 145 Jamaah Berserta Nomor Bus & Akomodasi Hotel

09 - 12 MAR : JED - MAD : DALLAH TAIBAH
12 - 16 MAR : MAD - MEK : AL MASSA
16 - 17 MAR : MEK - JED : R. ALZHAR

BUS 1
  • Woeryani Somo Tamin / Mrs
  • Ispinah Imam Diharjo Kasan / Mrs
  • Saminingsih Somopardi Sawi / Mrs
  • Nurul Supriyani Soebali / Mrs
  • Suhartini Wagimoen Sidin / Mrs
  • Sutinarsih Timo Kamso / Mrs
  • Aspah Adji Kusen / Mrs
  • Fitri Rohmiatun Yusuf Yahya / Mrs
  • Sirjatul Bahraini Achmad Sardjo / Mrs
  • Siti Ainiyah Achmad Sarjo / Mrs
  • Ratna Hasijati Ajan Sastrodiharjo / Mrs
  • Soemirah Somo Sirin / Mrs
  • Tukiran Amat Bari / Mr
  • Tumidjan Amad Bari / Mr
  • Suprijono Singo Dikromo / Mr
  • Simin Singo Tukiran / Mr
  • Ariiq Sufyan Ganta Nreswara / Mr
  • Sugeng Yanu Santosa / Mr
  • Sukma Kumala Hayuning Pertiwi / Mrs
  • Sri Juni Suprapti / Mrs
  • Mat Jaenuri Salim / Mr
  • Bawon Jatmiko Saidjo / Mr
  • Supandi Barno Wasli / Mr
  • Slamet Junaedy Hanapi
  • Asep Hasan Iyan / Mr
  • Dewi Marlina Dedi / Mrs
  • Devilidiyawati Maimullah Saniman / Mrs
  • Soeroso Ridwan Arif / Mr
  • Handasia Nuraini Achmad Marzuki / Mrs
  • Tri Yuli Susanto / Mr
  • Denny Avianto Bin Timam Sudarso / Mr
  • Agus Yudi Achmad / Mr
  • Bambang Irianto Bachtiar / Mr
  • Supardi Kromo Redjo / Mr
  • Mudarti Tidjan Sutomo / Mrs
  • Rusminten Wirin Wakimin / Mrs
  • Sari Bariman Karsimin / Mrs
  • Sri Mulyani Moestari / Mrs
  • Kamsi Mursiyan Dimyati / Mr
  • Mochammad Rusdi Saimun
  • Soekarno Ahmad Rejo / Mr
  • Sugiono Sarip Japar / Mr
  • Misini Misbani Boro / Mrs
  • Badroh Sudar Hasan / Mrs
  • Sri Rahajoe Soewondo / Mrs
  • Wahyuni Soepardan Somo / Mrs
  • Wiji Astutik Ketang / Mrs
  • Bukhari Sutrisno Mulyono / Mr
BUS 2
  • Diah Pratiwi Soeparwoto / Mrs
  • Tatik Aminah Zainullah / Mrs
  • Setianingsih Sukiban Sastrodikromo / Mrs
  • Sri Sunar Wahyuningsih / Mrs
  • Titik Rahayuningsih Ridwan / Mrs
  • Masfulan Lailiyah Ridwan / Mrs
  • Masrifah Irpanuddin Darijono / Mrs
  • Ridwan Padjar Ali / Mr
  • Achiyar Achmad Salim / Mr
  • Adnan Hamzah Usman / Mr
  • Djumadi Alimin Sholehuddin / Mr
  • Muhammad Zainullah Munawar / Mr
  • Sumiyati Maksum Soleh / Mrs
  • Sunarto Supardi Sukadi / Mr
  • Mohamad Djani Subakir / Mr
  • Poniyah Yatmin Katiman / Mrs
  • Abdul Rokhim Djamal Sarino / Mr
  • Mokhamad Alfian Wisono / Mr
  • Mohamad Wahyudi Sudjianto / Mr
  • Sudjianto Rakemat Slamet / Mr
  • Ngatiah Sarikat Sudjianto / Mrs
  • Sarah Rizka Amalia / Mrs
  • Siti Maisaroh Achmad Jais / Mrs
  • Yunita Puji Lestari / Mrs
  • Ratna Agustina Sukardi / Mrs
  • Sutartik Sukar Karyorejo / Mrs
  • Sri Purnomo Ningsih / Mrs
  • Sri Wahyuni Soetjipto / Mrs
  • Chustini Samiun Mad Muso / Mrs
  • Nurul Fatima Achmad Soleh / Mrs
  • Sulianingsih Mardi Mat Parman / Mrs
  • Wiwik Sutirti Suroto / Mrs
  • Judy Wijoto Matarhib Djojosuparto / Mr
  • Rudy Baharianto Munadi / Mr
  • Suroso Kartodiharjo Kromo Dimedjo / Mr
  • Yudi Setyawan Sukardi / Mr
  • Soepiyati Soeparmo Somodimedjo / Mrs
  • Titi Andayani Namin / Mrs
  • Yusrin Fatchillah Nurhadi / Mrs
  • Yuli Muji Rahayu / Mrs
  • Joko Yuniarto Kadijo / Mr
  • Kadijo Wongso Dikromo / Mr
  • Sardal San Mohadi / Mr
  • Moechlies Masruri Hasan / Mr
  • Sri Asih Kasiran / Mrs
  • Bambang Suryanto Djumeri / Mr
  • Yusnamar Adnan Hamzah / Mrs
  • Sunnah Syafii Ahmad / Mrs
  • Nur Asia Mesdi / Mrs
  • Widiatiningsih Katiman Karso / Mrs
BUS 3
  • Gopur Martik Sabut / Mr
  • Juhariyah Achmadin Mursaha / Mrs
  • Sukarni Abdul Hannan Sukur / Mrs
  • Sirtu Martoyo Nadin / Mrs
  • Kurniawati Mohammad Timbul / Mrs
  • Laila Mufidah Ali Munir / Mrs
  • Sri Pinatih Abdul Kohar / Mrs
  • Siti Mahmudah Sai Supri / Mrs
  • Atik Tri Wahyuni / Mrs
  • Atmani Buli Bunadi / Mrs
  • Nur Sambang Sengkak Tuyan / Mr
  • Salima Magelar Murdilam / Mrs
  • Khasinah Khilliyah Halla / Mrs
  • Muhammad Imamuddin Izzatul / Mr
  • Putri Yasmin Imarotul / Miss (10y)
  • Riha Mustofa Imam Asari / Mr
  • Ernawan Prijoatmodjo Kanari / Mr
  • Dwi Chorniyati Soekarno / Mrs
  • Gemi Sarbanun Wardi / Mrs
  • Rianah Koesmanoe Garimin / Mrs
  • Runah Djaja Rachmad / Mrs
  • Warti Rakimon Yahmo / Mrs
  • Eunike Kristina Libriyanti / Mrs
  • Endang Suhartini Achmad / Mrs
  • Indriawati Slamet Warjo / Mrs
  • Sulikah Wasiyun Sumo / Mrs
  • Damanhuri Ngaderi Wajib Sadi
  • Sugiono Sunardi Wakid / Mr
  • Surat Suwardi Karto Mapan / Mr
  • Suratno Markidjan Mangunharjo / Mr
  • Didik Eko Setyawan / Mr
  • Endah Setyorini Soemardjo / Mrs
  • Fathor Rachman Mohammad Hasan / Mr
  • Risa Aliyatun Nikmah / Mrs
  • Rahman Hidayat Hasan / Mr
  • Siti Shalehah Yuliati Amin / Mrs
  • Iwan Patria Jauhari / Mr
  • Njoman Liza Damayanti / Mrs
  • Mohammad Rafik Idris / Mr
  • Winarsih Mohammad Hasan Sabeno / Mrs
  • Sanidin Mohammad Nadji Sayidin
  • Nanik Juhairiyah Mohammad Hasan / Mrs
  • Buami Busar Mail / Mrs
  • Humaidah Sumo Bacao / Mrs
  • Sakdiyah Sabeno Musa / Mrs
  • Imam Thohari Chotib / Mr
  • Sulianto Salamun Legimin / Mr
PT Arminareka Perdana
Nur Anisah, SH, MSi
HP: 081 332998866 (WA),
HP: 08585 268 5353,
HP: 0878 5180 3366
Pin BB: 320d0594
Email: dna989@gmail.com
Web: www.arminarekajatim.blogspot.com

Umrah Semakin Mudah dengan Rute Baru Citilink


Maskapai penerbangan berbiaya murah Citilink berencana melayani jalur penerbangan umrah Surabaya (Indonesia)-Jeddah (Arab Saudi) mulai 8 Maret 2015 dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam sepekan dengan transit di Bandara Kuala Namu Medan dan Mumbai India.

"Sebelumnya, Citilink meresmikan penerbangan umrah dari Jakarta-Jeddah, juga tiga kali dalam sepekan. Kini, Citilink melengkapi bisnisnya dengan melayani penerbangan Surabaya-Jeddah," ujar VP Corporate Communications Citilink Indonesia Benny Butarbutar kepada pers di Surabaya, Jatim, Selasa (24/2/2015).

Penerbangan internasional anak perusahaan Garuda Indonesia ini dilakukan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan waktu keberangkatan pukul 21.00 WIB menggunakan pesawat Airbus A-320 berkapasitas 180 penumpang.

Benny menjelaskan, waktu tempuh Surabaya-Jeddah sekitar 12 jam penerbangan sehingga pihaknya harus melakukan transit di Medan dan Mumbay karena pesawat A-320 hanya mempunyai waktu tempuh terbang lima sampai enam jam.

"Kami targetkan dalam semester pertama mampu menerbangkan sedikitnya 26.250 penumpang dari Surabaya untuk melakukan umrah di Tanah Suci. Kami yakin target dapat tercapai karena tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim di atas rata-rata nasional, yaitu 5,86 persen, dan minat warganya melakukan umrah sangat tinggi," ucapnya.

Untuk tarif Surabaya-Jeddah ini, Citilink mematok harga 1.000 dollar AS pergi pulang (PP). Ini merupakan tarif kompetitif karena layanan diberikan secara full service.

Ia menuturkan, selama tahun 2015, penerbangan domestik Citilink tujuan Kota Surabaya menjadi hub terbesar untuk kawasan timur Indonesia (KTI) setelah perusahaan ini mulai melebarkan jangkauan ke berbagai kota di KTI, seperti Palu, Makassar, Sorong, dan Jayapura.

Benny menjelaskan, untuk melayani jalur di berbagai kota di KTI itu, pihaknya mengandalkan lima pesawat baru (Neo) A-320 yang akan tiba di Tanah Air secara bertahap selama 2015, melengkapi 32 pesawat sejenis yang telah ada.

Tahun 2015, Citilink yang telah melayani 23 kota di Tanah Air menargetkan bahwa mereka mampu mengangkut 11,2 juta orang. Target itu naik dibanding tahun 2014, yakni 8 juta penumpang. Sementara itu, tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP) sepanjang 2014 mencapai 82 persen dengan tingkat isian penumpang 83 persen.

Sumber: Jumat, 27 Februari 2015, www.travel.kompas.com