Berbekal Naluri Bisnis, Hj. Neneng Sukses di Arab Saudi Dengan Omset Rp 1,7 Milyar Per Tahun



MR. SATE RUMAH MAKAN KHAS “INDONESIA" BEROMSET RP 1,7 MILYAR PER TAHUN


Banyak kisah pilu menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perantauan saat mengadu nasib di negeri orang. Lain halnya yang dialami oleh Hj Neneng Marwaty Darojat, ibu empat anak asal Bandung Jawa Barat. Neneng berhasil meraih omset ratusan ribu riyal dari usahanya di Arab Saudi.

Dengan bekal naluri berbisnis sejak muda, sekaligus dukungan sang suami, perempuan priangan ini mencoba mendalami bisnis kuliner dengan membuka Rumah Makan khas “Indonesia” di negeri arab. “Tentu selain mencari keuntungan, pendirian Rumah Makan dengan nama Restoran Mr. Sate yang juga melayani catering ini untuk lebih mengenalkan masakan asli Indonesia di Arab Saudi,” ujar Neneng.

Bisa dilihat daftar menu makanannya yang tersedia  sate ayam dan kambing, nasi goreng, mujahir goreng lalapan, Pecel Lele, Bakso, Sop Buntut Sapi, Nasi rames dengan menu unggulan ayam bakar Mr Sate. Dilengkapi dengan minuman mulai dari es teh hingga es jeruk manis, maka lengkap sudah rasa “Indonesia” di restoran ini,”sambung Neneng.

Rumah Makan Mr Sate terletak di Jl. Muhammad Hasan Awwad, Sharafeyyah Jeddah, Dimana distrik ini (dan distrik Baghdadeeyah) merupakan base-camp nya orang-orang Indonesia yang tinggal di Jeddah. Rumah makannya sendiri terdiri dari 2 lantai. Asristektur tampak depan dari bamboo, suasana di dalam restoran pun cukup nyaman.

Lantai bawah dikhususkan untuk para laki-laki, dan lantai atas untuk family. Yang khas dari tiap resto yang ada di Arab Saudi selalu disediakan 2 tempat terpisah: untuk single (bujang / laki-laki yang dateng sendiri atau bergerombolan dengan teman bujang lainnya) dan family (yang datang bersama keluarga, minimal ada 1 wanita). Lantai 1 ada aquarium yang berukuran cukup besar yang cukup menarik buat para pengunjung cilik. Yang unik lagi, baik di lantai 1 maupun 2 disediakan sebuah televisi ukuran cukup besar yang selalu memutar siaran dari stasiun lokal di Indonesia (RCTI, SCTV, dll). Lumayan untuk mengobati rasa kangen

Selain WNI/TKI, pelanggan tetap Mr Sate juga terdiri dari warga Arab Saudi asli, Jama’ah Umroh maupun Haji, awak maskapai penerbangan, maupun lainnya. Banyak para pelanggan yang bertandang ke restoran ini untuk memenuhi hasrat perut yang keroncongan. Maklum, rasa Indonesia yang kaya rempah cukup mampu membunuh selera mereka yang juga mirip dengan makanan Indonesia.

Tak lupa ketinggalan, tutur Neneng, orang Arab juga cukup banyak yang ketagihan dengan resto ini. Biasanya mereka ke Mr Sate pada hari libur resmi Arab Saudi yang jatuh pada Kamis dan Jumat.

Menurut Khaled, warga Arab Saudi yang mengaku cukup sering menyambangi restoran ini mengatakan makanan di Mr Sate cukup enak. “Selain itu harganya juga cukup murah,” ujar Khaled. Dengan 13 Riyal Saudi (Rp32 ribu), anda sudah bisa menikmati ayam bakar, nasi putih dan segelas es teh manis.

Selain membuka lokasi di Jeddah, Mr Sate juga membuka cabang di kota Makkah. Tepatnya di Food Court Lt 4 Hotel Grand Zam Zam, Royal Clock Tower Mekkah, dengan letak gedung berada persis di pelataran Masjidil Haram.

“Justru yang paling laku pada saat musim haji dan umrah. Restoran saya diserbu para jamaah umbroh dan haji,” ungkap Hj Neneng Marwaty yang lahir di Bandung 3 November 1965 itu.

Pada puncak musim haji, ribuan box perhari menu andalan ayam bakar Mr Sate habis. Belum lagi ratusan porsi di hari biasa juga ludes terjual di Jeddah. Belum lagi langganan catering harian Mr Sate yang meliputi Jama’ah Umbroh/Haji, karyawan kantor-kantor perwakilan Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia, membuat usaha bisnis Neneng makin berkibar.

Restoran Mr. Sate berdiri pada 2006, dan langsung melesat dengan omset lebih dari 700 ribu Riyal Saudi pertahun (Rp 1, 7 Miliar). Total pegawai tetap yang saat ini membantunya berjumlah 13 orang. Dari jumlah itu kebanyakan adalah mukimin, dan satu dari Pakistan. Hanya apabila musim umbroh dan haji sudah tiba, beliau (Neneng) merekrut lagi tenaga musiman.

Sebagai WNI maupun aktivis BMI di Arab Saudi, kepedulian Hj Neneng Marwaty Darojat terhadap TKI tidak diragukan lagi. Walaupun waktunya cukup padat, dukungan dan bantuannya terhadap TKI serta bergabungnya bersama salah satu LSM POSPERTKI sangat luar biasa demi perjuangan. Disisi lain dengan segala jerih payahnya, Neneng ingin mewujudkan mimpinya untuk membangun sebuah panti asuhan atau yayasan yatim piatu di tanah air.


WUJUDKAN NIAT ANDA KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji & Umrah
Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.co.id

Naik Haji Berkat Shalat Tahajud



NAIK HAJI BERKAT 
SHALAT TAHAJUD

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji." (QS. Al Israa' : 79)

Postingan saya kali untuk berbagi pengamalan. Pengalaman ringan dan tak masuk akal. Tapi kenyataan itulah yang saya alami ketika masih bermukim di kota Merauke – Papua. Tulisan ini juga sudah pernah dimuat di kompasiana dan juga salah satu majalah hidayah edisi Maret 2011 halaman 36

Sekarang kita sudah memasuki bulan Syawal lalu Dzulkaidah dan Dzulhijjah dimana seluruh ummat muslim akan menunaikan ibadah haji tahun 1433 H, jadi tidak ada salahnya tulisan ini kembali saya publish di media untuk mengenang pengalaman saya ketika menunaikan ibadah haji.

Ketika itu saya telah beristri dan memiliki dua orang anak. Saya tinggal didaerah mayoritas non muslim. Tetangga disebelah kiri dan kanan juga bukan muslim. Kehidupan saya juga terbilang tidak stabil. Kami hidup jauh dari kehidupan kedua orang tua. Baik orang tua saya maupun kedua orang tua istri saya. Kehidupan dalam keluarga pas-pasan. Bahkan dibawah pas-pasan.

Ketidak stabilan hidup saya disebabkan karaktek lingkungan yang membentuknya. Kehidupan pas-pasan juga tergantung tanggal. Tanggal muda adalah waktu terima dan menghabiskan gaji. Ketika sudah pertengahan bulan sampai akhir bulan, maka disitulah letak kehidupan dengan status dibawa pas-pasan.

Saya nakal. Suka melakukan dosa. Mabuk, Judi, adalah ilustrasi bagian dari rutinitas saya sehari-hari. Tapi satu hal yang paling saya tidak suka adalah perempuan. Saya tidak mampu untuk yang satu ini. Saya selalu menghargai ibu saya sebagai seorang perempuan.

Urusan sehari-hari sebagai kewajiban seorang muslim tidak mulus. Ketika tiba titik normal dalam hidup saya, saya menangis dan berontak dalam hati. Masih kah ada Tuhan memafaakan segala dosa dan perbuatan maksiatku?

Pada satu titik normal yang saya rasakan luar biasa. Saat itu memang dalam bulan puasa. Saya tidak tahu kenapa malam itu saya tidak bisa tidur. Saya pun menghabiskan waktu di depan televisi. Seluruh chanel dari siaran parabola sudah saya telusuri.

Ketika itu, waktu merauke menujukkan pukul 02.30 wit. Saya terpaku duduk bersimpuh di depan layar kaca menyaksikan siaran langsung sholat taraweh dari masjidil haram yang disiarkan salah satu televisi luar negeri.

Hatiku bergetar melihat Kabah. Bersamaan itu juga saya mengikuti bacaaan imam yang saya bisa ikuti. Alfatiha adalah surah yang saya ikuti ketika imam masjidil haram membacanya. Saya tak kuasa mengucapkan surah itu. Yang ada cuma air mata dan kata-kata dari bibirku yang gemetar ”Allahu Akbar” ya Allah. Inilah puncak getaran dalam hatiku yang paling dalam.

Ditengah tangis yang tulus, terucap dari bibirku ”Allahu Akbar, Ya Allah kapan saya mengunjungi KabahMu”, ”Allahu Akbar, Ya Allah ampuni saya dan berikan rejekimu mendatangi KabahMu” dua kalimat itulah yang terus berulang kali saya ucap sambil melihat layar kaca yang disertai dengan linangan air mata.

Luluh lantah. Lunglai menggorogoti sekujur tubuhku. Lemas, pasrah dan sejuta kegundahan. Allah Maha Besar pemilik Alam raya ini dan segala isinya.

Ditengah kegundahan malam itu, terbetik niat tulus dari dalam hatiku yang paling dalam, ”Ya Allah mudahkan jalanku untuk menuju KabahMu. Allahu Akbar”

Malam itu juga lahirlah tekad saya dalam satu niat untuk membuka tabungan agar bisa menunaikan ibada haji kapan saja Allah SWT ridhoi.

Malam itu seluruh aktivitas saya di depan layar kaca, saya”bungkus” rapat-rapat dan tidak menceritakan kepada siapa-siapa. Termasuk istri. Dan hingga saat ini istripun tidak tahu.

Keesokan harinya saya buka tabungan khusus sebagai awal upaya untuk membiayai ONH. Saldo awal yang saya setor Cuma 250 ribu. Dalam benak saya kapanpun cukupnya baru saya melakukan ibadah haji.

Hari berjalan, bulan berjalan, saldo tabungan saya tidak bertambah. Untuk membuat hati saya tetap semangat menuaikan ibada haji, saya mencoba mendirikan sholat tahajjud. Sholat tahajud saya lakukan tiap malam. Awalnya memang berat. Tapi seminggu kemudian terasa ada yang membangunkan setiap pukul 01.00 dinihari.

Shalat tahajjud saya lakukan cuma dua rakaat. Bacaannyapun cuma Alfatiha, al-kaafiruun untuk rakaat pertama. Alfatiha, al-ikhlash bacaan rakaat kedua. Lalu doa. Doa yang saya sampaikan cuma satu, ”Ya Allah berikanlah rejekimu dan mudahkanlah hambamu mengjunjungi kabahMu, Amin” Doa ini saya sampaikan kepada Tuhan pencipta alam semesta dalam bahasa indonesia. Shalat tahajjudku tanpa diakhiri dengan dengan sholat witir.

Doa ini saya ulang setiap habis sholat tahajjud. Dari perkiraan perhitungan waktu, sholat tahajjudku sudah tujuh hari secara berturut-turut berlangsung. Saya tidak berhenti sampai disitu. Sholat tahajjud dan doa saya lakukan hingga tak terasa sudah memasuki tiga bulan.

Pada bulan keempat, harinya saya lupa persis, tapi kala itu adalah waktu kerja. Waktu kerja di kantor saya adalah 5 hari seminggu, sabtu dan minggu adalah hari libur. Ketika saya pulang dari kantor sekitar pukul 17.30 waktu merauke, saya kaget ada catatan dekat telepon.

”apa ini?” tanya saya kepada istri. ”tidak tahu, tadi ada yang telepon dari makasar suruh siapkan bulpen, kertas dan saya disuruh mencatat” ungkap istri saya.

Catatan yang dibuat istri saya dekat telepon itu bertuliskan pas photo 4×6, 3×4 dan sebagainya dalam jumlah yang banyak untuk disiapkan.

Makasar adalah tempat kantor pusat saya bekerja. Karena penasaran dengan catatan itu, saya bermaksud menanyakan keesokan harinya kepada bagian SDM ditempat saya bekerja. Malam itu saya lagi-lagi melakukan sholat tahajjud dengan doa seperti diatas.

Keesokan harinya sebelum memulai aktivitas di kantor, saya mencoba menemui kepala bagian SDM di tempat saya bekerja.

”pak, saya mau tanya sesuatu apakah ada waktu” kataku. ”boleh, silakan apa yang ingin ditanyakan” jawab kabag SDM Telkom Meraukei, Hasto Kuncana.

”ini ada catatan yang dibuat istri saya, katanya dari kantor pusat di makassar” sambil saya menunjukkan catatan yang berisi pas photo dengan berbagai ukuran dan jumlah eksplar yang diminta.

Tak ada kata jawaban Bpk Hasto Kuncana sebagai kabag SDM Telkom Merauke, tapi dia langsung mengulurkan tangan dengan tawaran salam jabatan tangan. Saya pun sambut dengan erat berjabat tangan itu. Saat berjabat tangan kabag SDM Telkom Merauke menatap mata saya dengan raut wajah yang cerah sembil berucap

”selamat, anda mendapat penghargaan haji dari perusahaan”

”Allahu Akbar… Allahu Akbar…Allahu Akbar” teriakku keras dengan gelinangan air mata. Saya langsung sujud syukur dihadapan kabag SDM, dalam sujud syukur saya pun menyampaikan ungkapan syukur hingga lantai basah dengan genangan air mataku.

Sungguh luar biasa. Sungguh terharu. Bermodalkan sholat tahajjud yang ikhlas dan doa yang lugu, saya dan istri telah diberi nikmat untuk bisa menunaikan ibadah haji. Seluruh biaya dan fasilitas selama menunaikan ibadah haji diberikan oleh perusahaan. Terima kasih ya Allah, Engkau Maha Mengetahui.

(1) Hai orang yang berselimut (Muhammad), (2) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (3) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (4) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (5) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (6) Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (7) Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). (8) Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (9) Dia-lah Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS. Al-Muzammil : 1 – 9)


WUJUDKAN NIAT ANDA KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji & Umrah
Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.co.id

Rukun Yamani Tempat Mustajab Di Masjidil Haram



Rukun (sudut) Ka’bah yang mulia ada empat. Berikut urutan rukan Ka’bah yang sesuai urutannya ketika memulai thawaf: 

  • Rukun Aswad yakni Hajar Aswad (Sebelah Timur)
  • Rukun Iraqi (Sebelah Utara)
  • Rukun Syami yang disebut pula dengan rukun Maghribi (Sebelah Barat)
  • dan Rukun Yamani (Sebelah Selatan)
Sudut ini juga sangat penting artinya bagi keistimewaan ka’bah karena setiap orang yang thawaf disunnahkan menyalami atau mengusap dengan tangan kanan atau kalau tidak mungkin karena berdesakan, disunnahkan melambaikan tangan kanan ke arah sudut ini sambil mengatakan, “Bismillah Wallahu Akbar”.

Dulu Nabi Muhammad saw melakukan istilam padanya sewaktu thawaf, lalu menyapunya dengan tangan tanpa menciumnya dan tidak pula mencium tangannya setelah beristilam.

Rukun Yamani adalah sudut yang ke empat, bagi yang sedang Thawaf dari sudut ini sampai ke sudut Hajar Aswad disunnahkan membaca; 


“Rabbanaa Aatina Fiddunyaa Hasanah, Wafil Aakhirati Hasanah, Waqina Adzaaban Naar”. Artinya; ya Allah, berilah aku kehidupan yang baik di dunia, juga kehidupan yang baik di akhirat nanti, dan jauhkanlah aku dari siksa neraka.
Dalam salah satu riwayat, Nabi saw pernah bersabda, “setiap aku melewati Rukun Yamani tampak ada Malaikat yang mengucapkan kalimat aamiin… aamiin…, maka setiap melewatinya bacalah doa; Allahhumma Rabbanaa Aatina Fiddunyaa Hasanah, Wafil Aakhirati Hasanah, Waqina Adzaaban Naar”. (kalimat aamiin kalau diterjemahkan kedalam bahasa melayu berarti: ya allah kabulkanlah doa itu).

Rukun yamani inipun dinyatakan salah satu tempat yang sangat baik untuk berdoa yaitu dengan cara meletakkan tangan kanan lalu minta kepada Allah SWT apa yang dimaksudkan.

Seperti yang diceritakan dalam kitab Al-Jami’ Al-Lathif, diriwayatkan oleh Amir bin Syaraahil Al-Sya’bi; aku membuktikan suatu keajaiban, yaitu pada suatu hari aku dan Abdullah bin Ummar dan Abdullah bin Zubair dan Mus’ab bin Zubair dan Abdul Malik bin Marwan sedang duduk bercakap-cakap di ruang terbuka dekat ka’bah. 


Kemudian disepakati, sebelum bubaran kita satu persatu harus berdoa di Rukun Yamani. Abdullah bin Zubair kita tunjuk sebagai orang yang pertama, lalu ia berdiri dengan memegang Rukun Yamani berdoa, “ya Allah, aku mohon kepada-mu agar dapat menguasai seluruh wilayah hijaz sebagai khalifah sebelum aku meninggal dunia”. Kemudian ganti Mus’ab bin Zubair, “ya Allah, aku mohon kepada-mu agar dapat menguasai Iraq dan mengawini Sakinah binti Al-Husain”. 

Kemudian ganti Abdul Malik bin Marwan, “ya Allah, aku mohon kepada-mu agar aku dapat menguasai dunia timur dan dunia barat dan tidak ada yang berani melawan kecuali kau serahkan kepadaku batok kepalanya”. Kemudian ganti Abdullah bin Ummar, “ya Allah, aku mohon kepada-mu agar jangan kau matikan aku sebelum kau wajibkan aku masuk surga". 

Sungguh aku buktikan dengan mataku sendiri bahwa mereka telah benar-benar mendapatkan apa yang mereka minta.

Hajar Aswad Tempat Mustajab Di Masjidil Haram




Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada disudut tenggara Ka’bah, dilingkari besi putih yang diikat dengan timah, terletak kira-kira setinggi satu setengah meter dari permukaan lantai Masjid. Dari sudut inilah putaran Thawaf dimulai dan diakhiri, dan kalau keadaan memungkinkan, setiap mulai putaran, disunnahkan mencium atau menyalami atau mengusap dengan tangan kanan pada Hajar Aswad ini, dan kalau tidak mungkin, disunnahkan melambaikan tangan kanan seolah-olah memberi isyarat menyalami.



Diterangkan bahwa Sayyidina Umar (Kalifah II) sebelum mencium Hajar Aswad mengatakan, "Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullaah saw menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu." (H.R. Mulsim No. 228).

Jadi mencium Hajar Aswad ini bukanlah suatu kewajiban bagi umat Islam, tetapi merupakan anjuran dan sunnah hukumnya, maka kalau keadaan tidak memungkinkan karena penuhnya orang berdesakan, sebaiknya anda ganti dengan menyalami dari jauh. Karena sudah banyak kasus kecelakaan (terinjak-injak) di sekitar tempat ini.

“Nanti pada hari kiamat, Hajar Aswad akan tampak memiliki mulut dan menyatakan atau menyaksikan siapa-siapa yang pernah mencium atau menyalami dia dengan niat baik”. Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah saw bersada, 
Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak. At-Tirmizi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan. Sedangkan Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam kitab Shahihul Jami` no. 2180, 5222 dan 6975. 

Maqam Ibrahim Tempat Mustajab Berdoa Di Masjidil Haram



Maqam berarti tempat pijakan, Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim as untuk berpijakan ketika membangun Ka'bah. Menurut salah satu riwayat, Batu ini merupakan salah satu batu yang turun dari surga seperti halnya Hajar Aswad.

Di batu ini ada bekas telapak kaki Nabi Ibrahim as karena ketika Nabi Ibrahim as menginjaknya ia menjadi empuk sehingga kedua kaki beliau masuk sedalam 9 cm dan anehnya, batu ini dapat naik keatas dan turun sendiri sesuai keperluan Nabi Ibrahim as ketika membangun tembok Ka’bah.

Batu pijakan ini layaknya seperti tangga elevator yang bisa naik dan turun. ketika Nabi Ibrahim as membangun Ka'bah, saat tembok Ka'bah ditinggikan, batu pijakan tersebut juga ikut naik.

Dalam kitab Akhbaar Makkah diterangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim as menyelesaikan pembangunan Ka’bah, beliau diperintahkan memanggil semua umat manusia untuk berhaji di Baitullah Al-Haram (Makkah). Lantas Nabi Ibrahim as naik batu yang dinaiki ketika membangun Ka’bah dan batu itu pun langsung naik ke atas sampai lebih tinggi dari pada gunung-gunung yang ada di Makkah.

Dengan kehendak Allah SWT suara Nabi Ibrahim as dapat didengar oleh semua manusia yang ada dan yang akan ada sehingga mereka menjawab, Ya…ya…aku penuhi panggilanmu”. Maka mereka yang menjawab sekali, dia akan dapat berhaji sekali sepanjang umurnya, yang menjawab dua kali akan dapat berhaji dua kali, yang tiga kali akan berhaji tiga kali, dan begitu seterusnya. Adapun yang pada waktu itu tidak menjawab, ia tidak akan dapat melakukan ibadah haji sepanjang umurnya.

Islam tidak menganjurkan umatnya untuk mencium atau mengusap Maqam Ibrahim, namun Islam mengajarkan agar umatnya menghormati Maqam Ibrahim itu sebagai bukti dan tanda kebesaran Allah SWT yang ada di bumi ini. Disunahkan sholat sunah dua rakaat setelah selesai thawaf di belakang Maqam Ibrahim ini.

Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. Bacalah doa dengan khusyu’ dan mantap tentang apa yang sedang anda harapkan dari Allah SWT. Tempat ini pun termasuk lokasi yang baik untuk kontak langsung dengan Allah SWT. Seperti Hajar Aswad, batu Maqam Ibrahim ini pun diturunkan oleh Allah SWT dari Surga dan Allah SWT akan selalu menjaganya sampai nanti mendekati hari Qiyamat batu ini ditarik kembali ke Surga. Kalau anda melihatnya di dunia, insya Allah kelak melihatnya lagi di Surga, Amin…



Hijir Ismail Tempat Mustajab Berdoa Di Masjidil Haram



Hijir ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran berada disebelah sisi barat Ka'bah. Disebut Hijir Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail as Dan Siti Hajar. Menurut salah satu riwayat Nabi Ismail as juga dikuburkan di Hijir Ismail tersebut. Wallahu'alam. Hijir Ismail juga merupakan salah satu tempat yang mstajabah untuk berdoa. 

Jika Anda ingin sholat di dalam Ka'bah cukup sholat di hijir Ismail ini. Seperti sabda Rasulullah saw ketika Aisyah ra minta izin kepada Rasulullah saw untuk masuk ke Ka'bah untk sholat, maka Nabi SAW membawa Aisyah ke Hijir Ismail, dan berkata " Sholatlah kamu disini, kalau ingin sholat di Ka'bah karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah". (HR. Turmidzi).

Dalam buku Sejarah Kota Makkah disebutkan bahwa panjang Ka'bah adalah 3 meter ke arah Hijir Ismail. Dikarenakan adanya pemugaran oleh kaum Quraisy dan sifat bakhilnya saat itu maka Ka'bah menjadai lebih kecil seperti bangunan sekarang. 

Jadi Hijir Ismail yang masih dianggap masuk Ka'bah seperti yang ditunjukkan Rasulullah saw tersebut adalah 3 meter dari tembok Ka'bah yang berhadapan dengan Hijir Ismail. Panjang Hijir Ismail sekitar 7 meter dari tembok Ka'bah sampai lengkung setengah lingkaran.


Multazam Tempat Mustajab Berdoa Di Masjidil Haram



Multazam adalah tempat di antara Pintu Ka’bah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna "tempat yang amat diperlukan". Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah saw sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa:

Rasulullah saw bersabda,”Multazam adalah tempat doa yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah SWT yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul doanya.”

Rasulullah saw sendiri kalau sampai di tempat ini langsung memanjatkan doa. Dalam Kitab Akhbar Makkah, diterangkan ketika Nabi Adam as selesai melakukan tawaf, langsung dia salat dua rakaat di depan pintu Ka’bah, kemudian berdiri di Multazam dan berdoa. 

"Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan secara nyata, terimalah pengaduanku. Engkau Maha Mengetahui apayang ada dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah, aku mohon kepada-mu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap benar sehingga menyadarkan aku bahwa tidak ada yang mencelakakanku kecuali apa yang telah Engkau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang Engkau tetapkan untukku". 
Setelah bedoa seperti di atas, Allah SWT menurunkan wahyu kepadanya yang artinya: "Wahai Adam, kau telah berdoa dengan beberapa permintaan, aku penuhi semua permintaan itu. Dan siapapun dari anak-anakmu yang berdoa dengan doamu itu, pasti aku hilangkan keresahan dan kesedihannya, dan Aku kembalikan apa yang hilang dari padanya, dan Aku cabut dari hatinya perasaan miskin, dan aku jadikan kaya ia dalam kenyataan, dan aku sukseskan perdagangan untuknya dari belakang dunia perdagangan, sehingga kekayaan dunia berdatangan kepadanya walaupun tanpa ia kehendaki". 

Saat bermunajat di depan Multazam ini, jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Ilahi.