Single Laris, Fitri Carlina Ajak Orangtua Umrah


FITRI CARLINA PENUHI
NAZAR UMROH


Penyanyi dangdut Fitri Carlina menunaikan ibadah umroh bersama kedua orangtuanya. Menurutnya, keberangkatannya ke Tanah Suci sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus nazar atas rezeki yang sudah ia dapatkan.

Single bertajuk ABG Tua membawa nama pedangdut Fitri Carlina mulai dikenal masyarakat. Karenanya, dia ingin mewujudkan nazarnya pergi umrah bersama kedua orangtua.

“Bagi saya, yang namanya nazar itu adalah janji, dan itu harus dijalankan. Mungkin kalau banyak-banyak bersyukur, mudah-mudahan bisa banyak rezekinya,” ucap Fitri 

"Insya Allah 8 Februari 2013 aku sama bapak dan ibu umrah. Karena tahun 2012 lalu sudah nazar pengen ngajak orangtua kembali ke tanah suci sekalian mau mensyukuri rejeki yang sudah diberi Allah SWT," ungkap Fitri

Perjalanan Fitri ke tanah suci pun merupakan ucapan terima kasihnya kepada kedua orangtua yang sudah memberi suport hingga akhirnya karier cewek kelahiran Banyuwangi, 29 Mei 1987 melejit.

"Orangtua aku diajak jalan-jalan nggak mau, mereka milihnya umrah. Ya udah, setelah ngumpulin uang dan cari waktu yang pas akhirnya aku bisa memenuhi keinginan mereka dan juga aku mengucapkan rasa syukur sama Allah SWT," tandasnya.

Keberangkatan Fitri memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tapi baru bisa terlaksanakan sekarang, dikarenakan pekerjaan yang padat.

“Yang namanya umroh itu bisa dilaksanakan kapan saja, yang pentingkan niatnya, terakhir itu saya umroh tahun 2005. Saya di sana cuma ingin khusyuk dalam beribadah, berdoa untuk karir dan kehidupan pribadi saya,” jelasnya

Rasa syukur itu pun disambut oleh kakak kandung dari Fitri, Nini Carlina yang berkesempatan mengantarkan Fitri dan kedua orangtuanya ke Bandara.

“Alhamdulillah bersyukur banget malah, si Fitri sudah bisa menjalankan nazarnya itu, berarti dia sudah mampu, semoga nanti pulang dalam keadaan sehat dan semakin bersinar,” sambut Nini.

"Sedih Juga melepas kepergian mereka (Fitri dan orangtuanya), tapi aku enggak bisa ikut karena aku masih ada anak kecil. Jadi enggak bisa sama-sama seperti dahulu," tutur Nini Carlina.

UMROH 2 KALI, FITRI CARLINA SIAP NAIK HAJI

Setelah dua kali melakukan umroh, Fitri Carlina mengaku telah siap melaksanakan ibadah haji. Apalagi secara finansial dirinya telah merasa mampu.

"Udah banyak yang rekomendasi karena udah mampu, wajib jadinya. Kalau gak bisa plus, reguler aja. Tapi berapa tahun tunggu kuotanya. Di Jakarta denger-denger 10 tahun. Mungkin harus mulai dari sekarang aku daftar," ujarnya

Sebelumnya Fitri juga menjelaskan jika menurut para ahli agama bahwa umroh merupakan haji kecil atau awal pengenalan sebelum seseorang melakukan ibadah haji.

"Dengan umroh ini termasuk persiapan. Penyanyi dangdut ini juga mengungkapkan jika umroh yang dilakukannya beberapa waktu lalu mempermudah dirinya memahami berbagai hal yang berhubungan dengan ibadah naik haji.

"Aku kan udah 2 kali umroh, jadi mempermudah aku juga untuk mengenal medan di sana. Prosesnya, tahapan-tahapannya dari sekarang udah mulai. Jadi saat nanti benar-benar berhaji, udah gak kagok lagi," tutur Fitri lagi.

Pelantun ABG TUA ini pun berharap agar hatinya mantap saat melakukan ibadah haji nanti. "Insya Allah kalau diberi kesempatan, rejeki lebih. Insya Allah kalau udah mantep bisa berhaji," katanya seraya menambahkan bakal berdoa karir, rejeki dan masalah pribadi.

Menjejakkan kaki di Tanah Suci, Fitri Carlina mengukir sejuta cerita. Walau bukan kali pertama berkunjung ke tempat yang diagungkan umat Islam itu, namun ibadah umrah yang laksanakan beberapa waktu lalu itu terasa begitu bermakna.

Pedangdut yang satu ini meninggalkan jejak di sejumlah tempat semisal Makam Baqi, Masjid Nabawi, Masjib Quba, hingga ke Jabal Uhud. Jabal Rahmah menjadi tempat lainnya yang dikunjungi Fitri Carlina dalam agenda wisata religinya.

Ini adalah tempat Nabi Adam As dan Siti Hawa bertemu setelah keduanya diturunkan ke Bumi. Kini, Jabal Rahmah dijadikan tempat berdoa untuk mendapatkan jodoh yang baik. "Alhamdulillah aku bisa sampai ke puncak Jabah Rahmah," ujar Fitri.

PULANG UMROH FITRI CARLINA UBAH IMEJ SEKSI

Usai menjalankan ibadah umroh, pedangdut Fitri Carlina mulai merubah cara penampilannya. Baik saat manggung atau ketika menghadiri acara-acara resmi.

"Iya, habis pulang umroh, masih tampil seksi, tapi seksinya lebih ke cutting baju dan pembawaan diri aku aja," jelasnya  

Seksi yang dimaksud pelantun "ABG Tua" ini adalah seksi elegan. "Lebih dewasa lagi, seperti imej yang aku bawa tahun ini," lanjutnya.

Sementara untuk model bajunya, gadis yang pernah digosipkan punya hubungan spesial dengan Saiful Jamil ini mengaku lebih menyukai motif etnik.

"Semakin bertambahnya umur aja ya," pungkasnya. "Untuk baju modelnya lebih ke etnik modern. Wild tapi tak erotis atau seronok.

Menjejaki nilai-nilai religius di Tanah Suci ternyata membawa makna sendiri bagi Fitri Carlina. Lantas, apakah Fitri bakal terus berhijab usai menunaikan ibadah umrah?

"Aku belum siap. Tapi kalau menutup aurat, aku memang kan berpakaian dengan sopan," tutur Fitri


PENDAFTARAN ONLINE
HAJI PLUS & UMROH

WUJUDKAN NIAT ANDA
KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI
ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan
Ibadah Haji & Umrah Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985

Pengalaman Naik Haji Dik Doank Menyaksikan Bulan Sabit Berthawaf

Ia mengaku saat berangkat haji tidak memiliki kemampuan materi maupun pengetahuan agama yang cukup. Ia hanya yakin, panggilan haji dari Allah SWT telah sampai pada dirinya, maka ia harus berangkat.

Hampir setiap Muslim yang pernah menunaikan ibadah haji kerap memiliki catatan kehidupan yang tak akan dilupakannya. Begitu pula yang dialami Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma. Seniman, artis, dan presenter yang lebih dikenal dengan nama Dik Doank ini berbagi kisahnya kepada Republika.

Dik Doank menunaikan ibadah haji tahun 2000 dengan menggunakan haji reguler. Ia tergabung dalam kloter 25 bersama 500 orang jamaah lain, yang rata-rata usianya di atas 50 tahun. Dik yang saat itu berusia 32 tahun, merupakan jamaah termuda di rombongannya.Pria kelahiran Jakarta, 21 September 1968, ini mengaku banyak melihat hal-hal indah. Ia pun kerap menyaksikan kejadian luar biasa dalam hidupnya ketika memenuhi panggilan Allah SWT. Suatu ketika, menjelang waktu Ashar, ia terus memandangi Ka’bah.

Saat itu saya bertanya dan berdoa, meminta kepada Allah SWT  agar menunjukkan hal ghaib yang kerap didengarnya dari guru maupun buku-buku agama. ”Saya bertanya kepada Allah SWT. Ya Allah, bukankah para Malaikat dan Nabi ikut berthawaf. Ya Allah tunjukkanlah di langit ini kekuasaan-Mu,” ujarnya mengenang permintaannya di depan Ka’bah delapan tahun lalu itu. Tiba-tiba, setelah selesai berdoa langit di atas Ka’bah menjadi hitam pekat. Tanpa berpaling ke arah lain, Dik terus menatapi langit itu.

Memasuki waktu Maghrib, ia ditunjukkan kekuasaan Allah SWT seperti yang dimintanya. ”Bulan sabit membentuk barisan yang melingkar. Pertama jumlahnya 10, 20, dan bertambah banyak. Bulan sabit dan sesuatu berjubah putih membentuk jamaah seperti Malaikat yang sedang berthawaf,” ungkap Dik, sambil memegangi tangan kirinya yang bulu tangannya berdiri, merinding. Hal ghaib yang disaksikannya itu terjadi antara waktu Maghrib ke Isya. Pemilik sekolah alam Kandank Jurank Doank ini, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Lantas, ia pun menanyakan hal itu pada rekan satu rombongan yang kala itu berada di sebelahnya. Namun, rekan serombongannya itu tak melihat apa yang disaksikan Dik. Merasa bertambah heran dan penasaran, ia bertanya pada salah seorang ulama besar yang menjadi pemimpin kloternya. Tapi, sang ulama enggan menjawab. Pemimpin kloternya itu hanya memberikan sebuah buku berisi hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji. Dik lantas membaca dan memfokuskan konsentrasinya pada salah satu bab ihwal mutiara haji. Di lembaran itulah ia mendapatkan jawabannya.

Dalam buku yang dibacanya, di situ tertera bahwa Allah SWT  akan memberi berkah kepada hamba-Nya saat berada di Tanah Haram dalam tiga kondisi tertentu. Yakni kondisi ketika shalat di depan Ka’bah, thawaf di depan Ka’bah, atau ketika memandangi Ka’bah. Setelah membaca buku itu, Dik bersemangat dan berharap bisa menyaksikan kejadian ghaib itu lagi. Keesokan harinya, ia kembali terus memandangi Ka’bah. ”Tapi, tidak ada. Gak nemu-nemu lagi,” tuturnya.Pada kesempatan lain, ia pun memiliki pengalaman menarik selama berada di Tanah Haram. Alumnus Institut Kesenian Jakarta ini mengaku saat berhaji cuaca di Arab Saudi panas, gersang, dan tidak bersahabat.

Kendati demikian ia selalu merindukannya. Namun, Dik menambahkan, kendati suatu saat memiliki rezeki lebih, atau ada orang lain yang ingin membiayai untuk kembali berhaji, kemungkinan besar Dik akan menolaknya.Dik beralasan, ia memiliki keyakinan ibadah haji cukup dilakukannya satu kali saja. Pertimbangannya, masih banyak orang di desa atau di pelosok-pelosok yang menjual tanah, rumah, kerbau, atau menjual harapannya hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini. Karena itu, pria berdarah Sunda ini menilai kurang tepat jika seorang Muslim yang pernah berhaji, mengulanginya lagi hingga beberapa kali.

”Tapi kalau umrah saya mau,” ujarnya. Menurutnya, seorang Muslim yang telah berhaji dan memiliki kesempatan untuk mengulanginya lagi, lebih baik kesempatan itu diberikan kepada orang tua, guru agama, atau orang-orang saleh lain yang belum berhaji. ”Atau mungkin lebih baik uangnya kita berikan ke fakir miskin, anak yatim, atau saudara kita yang lebih membutuhkan,” ungkap suami Mirna Yuanita ini.

Ayah dari Prata, Geddi, dan Putti ini menilai, haji adalah panggilan Allah. Tinggal bagaimana seorang Muslim menyikapi panggilan itu. Ia sendiri mengaku saat berangkat haji tidak memiliki kemampuan materi maupun pengetahuan agama yang cukup. Ia hanya yakin, panggilan haji dari Allah telah sampai pada dirinya, maka ia harus berangkat.

Panjang lebar Dik menceritakan, saat berangkat kondisi keuangannya tidak mendukung. Tapi bintang iklan sebuah operator seluler ini memiliki prinsip bahwa Allah SWT pasti akan memberi ujian bagi hambanya yang akan dipanggil berhaji. Ujian itu bisa datang sebelum, saat, maupun setelah berhaji.

Bagi Dik, ujian itu sendiri dianggapnya sebagai suatu keberkahan. Ujian yang dialaminya ketika di Tanah Haram ia nikmati. ”Waktu kelaparan, masih banyak orang yang lebih lapar dari saya. Susah, masih banyak yang susah dari saya. Jadi dinikmati saja,” ujar Dik yang ketika di Tanah Suci kerap menyapu, mencuci piring, dan berusaha melayani jamaah lain yang didominasi orang lanjut usia.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Pengalaman Giring Nidji Naik Haji Bareng Ibu

Giring Ganesha naik haji. Vokaslis grup Nidji itu berangkat ke Tanah Suci 30 Nopember 2008. Inilah pengalaman pertamanya ke Tanah Suci. Giring tidak sendiri. Dia berangkat bersama ibu tercintanya, Irmawary. Menurut Giring, dua tahun keinginan itu dipendam. Akunya, baru sekarang ia mendapat panggilan.

"Aku dan ibuku dan keluargaku ingin pengajian dalam rangka ibadah haji. Sebenarnya dari tahun 2007 sudah diajakin sama Ibu, cuma enggak siap, belum ada rezeki juga. Pada akhirnya ada rezeki, aku ajak Ibu berangkat," ujarnya

Ada rasa khawatir yang menggayut di benak Giring untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Terutama, kondisi kesehatan ibu tercintanya. Terlebih saat membayangkan lautan manusia yang beribadah di sana.

"Sejujurnya, beberapa hari ini aku susah tidur. Selain kecapekan, juga gimana ya, karena di sana ada enam juta orang yang beribadah, aku khawatir sama Ibu. Badannya kan enggak terlalu besar, sedangkan orang Afrika, orang Arab itu besar-besar. Jadi, aku bingung dan deg-degan menjaga ibuku yang kecil ini," papar  Giring.

Keberangkatan Giring tentu akan berpengaruh kepada jadwal manggung Nidji yang padat.  "Aku sudah ngomong sama manajemen, semenjak dapat jadwal keberangkatan mau naik haji dari delapan bulan yang lalu, dan mana mungkin manajemen menghalangi orang yang mau ibadah," jelasnya.

GIRING ”NIDJI” MERINDING KETIKA BERHADAPAN DENGAN KA”BAH

Giring, vokalis grup band Nidji mengaku merinding sekujur tubuhnya, dari ubun-ubun hingga telapak kaki, ketika pertama kali melihat Ka”bah di Tanah Suci Makkah. Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini mengaku sempat menitikkan air mata. ”Saat itu saya merasa begitu kecil dan merasa tidak ada apa-apanya di mata Allah,” akunya.

Lelaki yang menunaikan ibadah haji pada 2008 lalu itu menyatakan sangat beruntung bisa melihat dari dekat keindahan Ka”bah. Nidji mengaku sempat khawatir tidak bisa berhadap-hadapan langsung dengan monumen suci umat Islam tersebut.

”Saya sempat takut dan kawatir tidak akan dapat melihat keindahan bangunan suci itu dari dekat, padahal Ka”bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.”

Ada satu pengalaman yang tak pernah bisa terlupakan sepanjang hayat haji muda ini. Ketika berada di Makkah, dia merasa mendapatkan energi yang amat besar. Pasalnya setiap jam bahkan setiap menit, ia menyaksikan ada saja jamaah haji yang salat. ”Jadi, merasa dekat banget sama Allah SWT,” ujarnya.

Ketika menyaksikan jutaan jamaah haji menyemut berjalan menuju satu arah, Giring mengaku hatinya begitu tersentuh. Jutaan manusia tersebut, kata Giring, melakukan semuanya semata-semata hanya untuk Allah,” Meski berada di antara jutaan manusia, alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Walaupun tidak sempat mencium Hajar Aswad, pria bernama lengkap Giring Ganesha, tidak begitu menyesal. Sebab, menurutnya, mencium Hajar Aswad bukan hal yang wajib. Ketika berada di Tanah Suci, Giring mengaku lebih fokus kepada ibadahnya, ”Tapi, kalau pegang Ka”bah pernah,” katanya.

Proses religius lah yang justru banyak didapatkan Giring, selama menjalankan ibadah hajinya. Mulai pengalaman menempelkan tangan dan mencium Ka'bah, sampai pengalaman menangis saat 7 kali mengelilingi Kabah dan wukuf di padang Arafah.

"Waktu keliling Ka’bah 7 kali, baru 3 kali gue nangis. Begitu juga waktu di Arafah saat wukuf. Kenapa gue nangis? Gue nangis karena merasa Allah SWT dekat banget. Begitu juga setiap shalat Jumat, gue merasa Ka'bah lapang banget. Gue juga bisa nempelin tangan dan menciumnya," ujar Giring dengan mata yang berkacar-kaca.

Pengalaman itulah yang akhirnya bikin Giring menjadi lebih mawas diri. Giring pun menjadi sadar, kalau dirinya sangat kecil dan merasa telah banyak melakukan hal-hal yang tak sepantasnya di mata Allah.

"Gue berdoa minta ampun dari dosa. Jelas, ini pertama kali dalam hidup gue, melakukan sesuatu karena Allah Swt," papar Giring.

Pengalaman lain yang juga tak pernah terlupakan, ketika dia tergencet di antara jutaan manusia yang tengah melontar jumrah.”Saat itu saya harus melindungi ibu dari desakan jutaan manusia, saya tergencet, tapi berkat pertolongan Allah, alhamdulillah kami selamat,” tambah Giring. Menurut Giring, masih banyak pengalaman menyentuh lainnya selama ia pergi ke Tanah Suci. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

”Pengalaman-pengalaman di Tanah Suci itulah, yang mengajarkan pada saya supaya bisa menjadi orang yang sabar dan selalu pasrah kepada Allah.””Bukan hanya itu, berkat pengalaman-pengalaman berharga itu pula membuat Giring menjadi orang yang selalu berpikiran positif. ””Ketika sampai di Indonesia saya menyadari hidup itu harus penuh dengan rasa syukur, dan setiap melakukan kegiatan semata-mata karena Allah,”” katanya.

GIRING NIDJI RISIH DIPANGGIL PAK HAJI

Meski telah menunaikan rukun Islam yang kelima dan menyandang gelar haji, namun Giring Ganesha atau yang biasa disapa Giring Nidji, merasa tak nyaman bila dipanggil Pak haji. lebih suka bila disapa seperti biasanya, “Cukup Giring sajalah. Banyak teman-teman yang menyapa pak haji,..pak haji.. ah aku malah jadi keki saja kalau ada yang memanggil seperti itu. Menurutnya, tingkat ibadah seseorang tidak ditentukan dari gelar tersebut. "Kalau titel haji enggak lah. Aku pakai hajinya di dalam hati aja, enggak pakai Haji Giring," tuturnya. Semoga menjadi haji yang mabrur.

Bagi penyanyi kelahiran Jakarta 14 Juli 1983 ini, soal gelar atau predikat yang disematkan pada dirinya, bukanlah tujuannya dalam beribadah. Menurutnya, ibadah adalah hubungan antara pribadi dengan Tuhan, bukan karena orang lain. “Kan yang berhaji itu hati, bukan Giring dalam arti fisiknya,” tandasnya.

Lantaran itulah, kata Giring, yang terpenting dari ibadah haji bukanlah gelar yang didapatkannya, melainkan perubahan perilaku sehari-hari. Penyanyi yang mulai suka melantunkan tembang britpop sejak di bangku sekolah menengah pertama itu juga berprinsip, ibadah yang dilakukan akan terasa sia-sia saja bila ternyata tidak ada peningkatan kualitas ibadah.

Giring pun tak berniat mengubah penampilannya. 'Tetap seadanya' begitulah ia menyebut penampilannya selama ini. Sebab, ujarnya, dalam menjalani ibadah baik dalam hubungan antar sesama manusia maupun dengan Sang Khalik, yang terpenting bukanlah penampilan, tetapi niatan yang tulus serta kualitasnya.

Terlebih, Giring juga telah merasakan banyak pengalaman selama menjalani prosesi ibadah haji itu. Dan pengalaman itulah, yang menurutnya, semakin menyadarkan betapa besarnya kekuasaan Tuhan. “Subhanallah, benar-benar aku merasa ada hidayah yang luar biasa. Banyak sekali pengalaman yang terjadi. Itu menyadarkan betapa manusia itu kecil,” terangnya.

Pengalaman dan hidayah itulah yang barangkali semakin menguatkan keyakinan Haji Giring...eh.. Giring Nidji bahwa yang terpenting dalam menjalani perintah Allah dalam rukun Islam yang kelima itu niatan karena Allah bukan karena yang lain.

Jadi, gelar atau sebutan Pak Haji pun, bagi penggemar berat Chris Martin, vokalis kelompok Coldplay, itu bukablah yang terpenting. “Cukup panggil Giring saja,” ulangnya disambung tawa.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com    

Nassar KDI Muzdalifah Penuhi Nazarnya Berangkat Umroh



PULANG UMROH, ANAK NASSAR KDI DAN MUSDALIFAH JADI RAJIN SHOLAT

Setelah putrinya, Nana ditemukan, pasangan Nassar dan Musdalifah akhirnya bisa memenuhi janjinya untuk melakukan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.

"Itu janji kita berdua, nazar kita kalau Anna (panggilan Siti Nurjanah) ditemukan. Kita ajak anak-anak semua umrah," ucap Nassar bersama Musdalifah saat ditemui di Hall D2, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013) malam.

Momentum kembalinya Nana selepas diculik, akhirnya memantapkan hati Nassar KDI-Muzdalifah menunaikan ibadah Umroh. Sebelumnya baik Nassar maupun Muzdalifah memiliki nazar berangkat Umroh selepas Nana terbebas dari drama penculikan.

Sekembalinya Nana, putri tiri Nassar ke pangkuannya, membuat pedangdut jebolan KDI satu ini memiliki sebuah nazar. Baik Nassar maupun Muzdalifah ingin melakukan Umroh dengan kedua putrinya Nia dan Nana. Nassar mengaku, ia tak ingin menunda rencana baiknya itu.

"Insya Allah tanggal 16 Februari 2013, mudah-mudahan lancar semua. Persiapannya lebih ke pribadi saja, kalau yang lain-lain mah ngikut. Jadi, saya dan istri berangkatnya beserta kedua anak kami, Nia dan Nana. Sebelumnya sudah rencana, tapi pas kejadian kami undur. Kebetulan ini kan, ada nazar juga, kalau Nana pulang," jelas Nassar, dikediamannya, kawasan Tangerang, Kamis (14/2).

Rencana Umroh itu, menurut Nassar, berawal dari keinginan para anak-anak tirinya itu. "Tapi, saya bilang belajar ngaji dulu, shalat, kalau sudah bisa kita berangkat. Persiapannya kami harus ngajarin dulu tiap hari dan untuk sekolahnya kami meminta ijin," sahut sang istri, Muzdalifah.

Menjalankan ibadah Umroh nanti, baik Nassar dan Muzdalifah mempunyai niat yang ingin dipanjatkan sesampainya di Tanah Suci. "Mudah-mudahan rejekinya lancar, semua keinginan saya dikabulkan, bisa membuat senang orang dan tidak membuat susah," tutur Nassar.Selain itu, ia juga minta selalu sukses, diberi kemudahan karir, kelancaran, diberi selalu sukses, dan tak gagal - juga selalu mendapatkan kemaslahatan.

"Tapi, kalau doa buat keluarga pas sampai disana (Tanah Suci, red) maunya supaya keluarga selalu sukses, dapat keluarga yang baik, jadi sakinah mawadah-warohmah. Trus, anak-anak juga lebih baik sampai nanti sudah besar, sudah berumah tangga," pinta Nassa yang diamini Muzdalifah.

Nassar beserta keluarganya mengaku sangat antusias melakukan umrah ini. Apalagi bagi kedua anaknya, pergi ke Tanah Suci ini baru yang pertama kali.

“Rasanya senang, karena kan di sana tempatnya doa, tempat mengadukan semuanya di sana, tempat meminta, ibadah semua di sana. Jadi anak-anak juga semua senang, karena kan mereka belum pernah juga,” tuturnya.

Sebagai persiapan umrah ini, Nassar dan keluarga harus membawa 12 koper. Kata Nassar, karena keperluan di sana sangat banyak, maka barang yang dibawa pun sangat banya.

“Bawa 12 koper, karena sama anak-anak, kalau enggak sama anak-anak enggak segitu. Yang dibawa banyak, ada makanan ringan, ikan teri, kerupuk, obat-obatan, pakaian ihram, serta Alquran,” ungkapnya.

Kurang lebih sepuluh hari Nassar-Muzdalifa berserta Nia dan Nana menunaikan ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah. Banyak pengalaman menarik dan doa-doa yang dipanjatkan baik Nassar dan Muzdalifah.

OLEH - OLEH UMROH NASSAR MUZDALIFA

Akhirnya Nassar dan keluarga pulang ke tanah air usai menunaikan ibadah Umroh di tanah suci. Di antara tumpukkan oleh-oleh yang dibawanya, Nassar membeli jubah seperti yang dipakai para Raja Arab.

"Alhamdulillah sampai juga di tanah air," kata Nassar saat dijumpai di rumahnya di kawasan Tangerang, sepulangnya dari ibadah Umroh, Ahad (24/2/2013).

Selama berada di tanah suci hingga pulang ke tanah air, Nassar dan keluarga terus dianugerahi kesehatan. "Alhamdulillah, semuanya sehat dan bahagia," jelas Nassar.

Selain membawa korma, Nassar juga membeli berbagai perlengkapan khas Arab. "Aku beli sorban, dan yang pasti aku beli jubah Raja," ujar Nassar sambil pamer Jubah berwarna hitam. "Siapa tahu dengan pakai ini bisa jadi raja," harap Nassar sambil tertawa. Bermaknanya ibadah Umroh membuat Nassar-Muzdalifah berniat Umroh lagi.

"Insya Allah, kita memanjatkan doa agar bisa diberi momongan lagi. Soal berapa tambah anak, semua kita pasrahkan pada Allah SWT," ungkap Nassar yang diamini Muzdalifah saat ditemui dikediamannya kawasan Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/2).

Indahnya menjalankan ibadah yang biasa disebut haji kecil membuat Nassar maupun Muzdalifah seperti ketagihan. Keduanya berharap bisa menunaikan ibadah Umroh lagi.

"Umroh kali ini kan berangkatnya sama Nia dan Nana, Insya Allah bila diijinkan pingin pergi Umroh lagi. Tapi pinginnya pergi berdua saja," kata Nassar disambut senyum sumringah Muzdalifah.

Umroh kali ini selain memenuhi nazar karena Nana telah terbebas dari penculikan juga momentum berbenah diri. Menurut Nassar, anak-anaknya sudah mulai sholat lima waktu secara tepat waktu. Nassar juga berharap bisa mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warohmah.

Nassar tidak akan menyia-nyiakan momen kebersamaannya bersama keluarga."Kalau anak-anak sih seneng-seneng aja, kebetulan mereka memang pingin tau, kalau jalan-jalan kan udah biasa. Kalau ini kan ibadah sekalian jalan, liat-liat tempat penting di sana. Jadi jalan-jalan juga, ibadah juga, komplit," pungkasnya.

"Kita berdoa selalu mendapat berkah dalam segala hal. Anak-anak tambah pinter dan solekah. Pokoknya diberi kemudahan dalam segala hal," pungkas Nassar.

SEPULANG UMROH ANAK NASSAR MUZDALIFA RAJIN SHOLAT

Nassar dan Musdalifah mengaku jika kedua anaknya yang ikut ibadah Umroh bersamanya sekarang ini menjadi rajin sholat. Bahkan, tanpa disuruh, kedua anak tiri Nassar itu langsung menunaikan ibadah wajib tersebut.

"Berharga karena bawa anak dan mengajarkan anak-anak untuk sholat. Biar mereka bisa lebih mengenal agama dan cinta juga," ujar Nassar ditemui IRNews dikediamannya, Tangerang, Minggu (24/02) malam.

Selama berada di Makkah, Nassar mengaku betah bahkan ibadah sholat tidak pernah telat dilakukannya. "Alhamdulillah nggak pernah telat shalat. Di sana betah. Kalau di Indonesia, ibadah bawaannya telat aja," tambahnya.

Keyakinan bahwa Makkah merupakan tanah suci, dan siapa saja yang berdoa disana akan segera dikabulkan Allah, Nassar mengucap doa agar memiliki anak dari istrinya Musdalifah.

"Doa pastinya, aku minta tambah anak, diselamatkan dan diberi perlindungan. Selalu yang terdepan baik keluarga dan masyarakat juga, sehat semuanya," Kata Nassar dalam doanya.

Musdalifah menambahkan, sepulangnya umroh ada perubahan yang terjadi kepada dua anaknya. Tanpa disuruh, kedua anaknya langsung melakukan sholat.

"Perubahannya, anak-anak langsung sholat, dan gak perlu disuruh biasanya kan susah juga," timpal Musdalifah.



WUJUDKAN NIAT ANDA
KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI
ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan
Ibadah Haji & Umrah Tanpa Kendala Biaya
Bila Anda berhasil mengajak Jamaah lainnya untuk berangkat Umrah atau Haji Plus bersama Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan
JAMAAH
UMROH
JAMAAH
HAJI PLUS
MENGAJAK 1 JAMAAH
1,500,000
2,500,000
MENGAJAK 2 JAMAAH
3,500,000
5,500,000
MENGAJAK 3 JAMAAH
5,500,000
8,500,000
MENGAJAK 4 JAMAAH
7,000,000
11,000,000
MENGAJAK 5 JAMAAH
9,500,000
14,500,000
MENGAJAK 6 JAMAAH
12,000,000
18,000,000
MENGAJAK 7 JAMAAH
14,000,000
21,000,000
MENGAJAK 8 JAMAAH
16,500,000
24,500,000
MENGAJAK 9 JAMAAH
19,000,000
28,000,000
MENGAJAK 10 JAMAAH
21,000,000
31,000,000
Dan Seterusnya ….
Alhamdulillah
Alhamdulillah
**Bagi Hasil diatas berlum termasuk 10% Administrasi

PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985

Seminar Arminareka Perdana Langkah Mudah Menuju Baitullah 2015