Foto Keberangkatan Jamaah Haji Plus 2014 Arminareka Perdana Di Bandara Juanda Surabaya

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/foto-keberangkatan-jamaah-haji-plus.html

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik ka laa Syarii ka laka Labbaik, Innal Hamda, wan Nikmata, Laka wal Mulk, Laa Syariika laka. Alhamdulillah, Tahun 2014 Arminareka Perdana memberangkatkan 582 jamaah haji plus Paket Arbain dan Non Arbain.  
“Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah SWT, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, Barangsiapa mengingkari (kewajiban Haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran: 97)

"Barang siapa mengerjakan haji semata-mata karena Allah, tidak berkata keji dan tidak berbuat jahat, maka ia pulang seperti bayi baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari )"

Berikut Liputan Keberangkatan Jamaah Haji Plus 2014 Arminareka Perdana Di Bandara Juanda Surabaya. Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Menjadi Haji Mabrur, Sehat dan lancar dalam menunaikan ibadah Haji serta selamat kembali pulang ke Tanah Air. Aamiin






Perlengkapan Koper Jamaah Haji Plus


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964

Setelah Nabung Puluhan Tahun, Loper Koran ini Akhirnya Bisa Naik Haji

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/setelah-nabung-puluhan-tahun-loper.html

Sadino, seorang kakek yang tinggal di Jalan Gelatik 12, RT 05 RW 01, Pulo Jaya, Kelurahan/Kecamatan Beji, Depok akhirnya bisa naik haji tahun ini. Dengan tekad, niat, dan semangat beribadah, Sadino yang hanya berprofesi sebagai loper koran, berhasil mewujudkan mimpinya berangkat haji pada tahun ini.

Sebelum menjadi loper koran, Sadino sempat bekerja di PLN sebagai petugas jaga gardu di Cawang, Jakarta, hingga pensiun. Setelah itu, ia pun tidak malu saat ditawari teman untuk menjadi loper koran. “Saya jaga gardu jaga diesel PLN di Jakarta. Maklum, saya hanya lulusan ijazah SD. Kemudian jadi loper koran berkeliling Jakarta sampai 10 kilometer. Dulu saya tinggal di Menteng Sawah,” ungkapnya, di Depok, Senin (1/9/2014).

Beberapa tahun menjelang pensiun, tepatnya pada 1985, Sadino sudah menjadi loper koran. Bahkan sampai saat ini ia masih menjadi seorang loper koran di wilayah Depok. “Masih loper koran, dulu rumah di Jakarta sempat kena gusur, lalu saya belikan rumah di Depok tahun 1991, masih murah di sini,” katanya.

Sadino menabung satu persen dari setiap gaji yang diterimanya dari menjadi loper koran plus bonusnya. Total yang ia dapat setiap bulan yakni sebesar Rp1,2 juta setiap bulan. Ia pun masih memperoleh dana pensiun setiap bulan.

“Lalu kalau kesehatan masih dijamin oleh PLN, masuk RS jatah kelas III. Nabung naik haji, semenjak kerja di PLN nabung, sisihkan 10 persen, niatnya untuk dana tak terduga, lalu bayar pertama kali untuk haji setor Rp25 juta, tabungan saya sudah ada. Disetor ke kementerian agama. Sisanya ditabung tiap bulan sampai Rp40 juta,” kata pria yang lahir tahun 30 April 1942 ini.

Sadino adalah sosok yang sederhana. Ia mengaku tak pernah menggunakan sepeda motor ataupun mobil, bahkan tak menggunakan telepon genggam.

Istri Sadino sudah meninggal dunia sejak 2005. Sadino kini tinggal dengan seorang anaknya yang masih hidup dari tiga bersaudara, serta tiga cucu. “Saya ini orang jadul, naik sepeda ke mana-mana, HP saja belum punya. Pernah punya HP, tapi pernah pulsanya kesedot sebelum dipakai, malah jadi boros,” ungkapnya.

Ia berharap setelah pulang berhaji dapat menjadi haji yang mabrur. “Mudah-mudahan saya haji mabrur, dan mudah-mudahan pulang dari sana bisa menolong orang yang perlu ditolong. Berat ya berat, kalau niat, niatnya dibuktikan,” tegasnya.

Sadino tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Habib Idrus Algadri di Pancoranmas, Depok. Menurut Idrus, Sadino masuk kloter pertama yang akan berangkat dari Depok pada 10 September 2014.

“Pak Sadino masa tunggunya empat tahun, berangkat 10 September, kloter 26 JKS, Jakarta Saudi. Dulu ada juga jamaah saya tukang dodol bisa naik haji, sampai sekarang pun masih keliling jualan dodol. Ini yang unik, ada orang hartanya kaya tapi susah berangkat,” tutup Idrus.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Mehyar, Anak 6 Tahun Melayani Ibunya Selama Ibadah Haji

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/mehyar-anak-6-tahun-melayani-ibunya.html

Seorang anak kecil berumur 6 tahun telah menjadi “pelayan” bagi ibunya selama ibadah Haji. Mehyar, asal Pakistan, telah melayani ibunya sejak mereka tiba di Mina, menurut laporan harian Saudi Okaz, seperti dilansir Saudi Gazette.

Di tempat terbuka, Mehyar memayungi ibunya untuk melindungi ibunya dari sinar matahari, dan ia siap memberikan karton atau kertas untuk alas ibunya ketika ibunya merasa lelah dan butuh istirahat. Mehyar selalu di dekat ibunya untuk melayani kebutuhan ibunya, meskipun tidak ada yang memintanya untuk melakukan itu.

Kata Mehyar, ia sangat bersemangat untuk menghormati dan merawat ibunya (berbakti) karena Al-Qur’an mengajarinya demikian.

Ummu Mehyar amat bersyukur kepada Allah SWT karena dikaruniai anak yang memiliki akhlak yang baik dan berbakti. Ia juga bersyukur karena dapat menunaikan ibadah Haji dengan puteranya itu yang sangat ingin datang ke Makkah dan Madinah.

Ummu Mehyar teringat kenangan beberapa tahun lalu, saat itu ia mendampingi ibunya -yang saat ini telah lumpuh- ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji.

Kala itu, Ummu Mehyar masih kecil dan ia biasa untuk memperhatikan dan melayani ibunya, baik saat ibadah Haji maupun ketika di rumah. Kini, Ummu Mehyar mendapat perlakuan yang sama dari puteranya, Subhanallah.

Mehyar termasuk anak yang cerdas, ia senang berdiskusi dengan ibunya tentang berbagai ajaran Islam dan ia mengatakan bahwa ia ingin masuk Surga.

Gurunya pernah mengatakan kepada Mehyar, bahwa ia tidak bisa masuk Surga apabila ia tidak berbakti kepada orangtuanya khususnya pada ibunya. Maka dari itu, Mehyar sangat bersemangat berbakti pada ibunya.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.    [QS:Luqman | Ayat: 14]

Sumber: http://www.arrahmah.com

Menabung 9 Tahun, Sukarni Nenek 99 Tahun Akhirnya Bisa Pergi Haji Bersama Anaknya

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/menabung-9-tahun-sukarni-nenek-99-tahun.html

Penantian panjang Sukarni, Seorang nenek berusia 99 tahun asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo menjadi calon jamaah haji tertua asal Probolinggo. Sukarni (99) mengaku keberangkatannya ini karena selama 9 tahun rajin menabung hasil bertani bersama Sutikno (52), anak bungsunya.

Kesempatan berangkat ke tanah suci ini didapat nenek dengan 89 cucu dan cicit ini masuk dalam Kloter-47 Embarkasi Surabaya yang rencananya akan diberangkatkan pada 20 September mendatang ini setelah menunggu selama 7 tahun. Sejak mendaftar tahun 2007 silam, akhirnya dirinya mendapat kuota tahun ini dan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya.

Sebagai perempuan yang sudah memasuki usia senja, tidak banyak aktifitas yang ia lakoni. Setiap hari ia hanya menyiram halaman rumah serta menjaga cucunya. Meski kini melewati 99 tahun, tak menyurutkan semangat Sukarni, untuk menunaikan ibadah haji. Sukarni mengaku ingin sekali berangkat ke tanah suci sesuai pesan mendiang suaminya, Supatmo. Beruntung dibantu anak-anaknya, dirinya menabung dan akhirnya bisa berangkat.

Dengan logat Madura kental, Sukarni berkisah bahwa sebelum suami, Supatmo, meninggal dunia pada 2006 lalu, sempat berpesan padanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sejak mendapat pesan itu, ia mengaku bingung karena selain tidak punya uang, mereka hanya mengantungkan hidup pada putra ketiganya, Sutikno. “Anak-anak saya yang lain tidak ada, semuanya sudah kerja di luar negeri tapi tidak mengirim uang,” katanya, Senin (8/9/2014).

Karena sudah menjadi permintaan terakhir suaminya, Sukarni nekat menyampaikan keinginanya kepada Sutikno. Mendengar permintaan sang ibu, Sutikno langsung mengajaknya ke salah satu bank penerima setoran awal haji. Saat itu setoran awal untuk mendapat porsi sebesar Rp 20 juta. Selain mendaftarkan ibunya, Sutikno juga ikut mendaftar.

“Syukur keinginan dan nadar sang bapak bisa dipenuhinya,” jelasnya sambil meneteskan air mata.

Setelah melunasi setoran awal, dan menyelesaikan seluruh proses administrasi pendaftaran di Kantor Kementerian Agama dan diberitahu akan berangkat tahun 2014

Sukarni pun sadar bahwa usianya pun sudah tidak muda lagi, nyawanya pun sewaktu-waktu bisa dijabut. Setelah lama menunggu dan kini tinggal beberapa hari, persiapan khusus yang ia lakukan  adalah mengurangi kegiatan fisik, seperti menyiram halaman. “Jika sebelumnya pagi dan sore, sekarang pagi saja,” katanya.

Ia sangat berharap sesampainya di Makah nanti bisa melihat Ka’bah dengan jelas. Hal itu yang ia impikan selain mendapatkan haji yang mambrur

Raja Saudi Biayai Haji 1.000 Warga Gaza Korban Serangan Israel

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/raja-saudi-biayai-haji-1000-warga-gaza.html

Raja Abdullah akan mendanai biaya haji 1.000 warga Gaza, Palestina, yang anggota keluarganya gugur dalam serangan Israel. Kabarnya, Raja Arab Saudi itu sendiri yang langsung mendukung mereka agar dapat menunaikan ibadah haji.

Israel melancarkan serangan udara tanpa henti terhadap Gaza pada 8 Juli di mana lebih dari 2.100 telah meninggal dan ribuan terluka.  Kesepakatan yang diumumkan pada 26 Agustus, menyatakan gencatan senjata “permanen” dengan Israel dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Mesir.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 80% dari korban meninggal di Gaza adalah warga sipil, termasuk puluhan anak-anak dan perempuan.

Agresi militer Israel telah mengakibatkan sekitar 5.510 rumah hancur dan sekitar 31.000 rumah rusak sebagian, memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan.

Menteri Urusan Islam, Wakaf, dan Bimbingan, Saleh Al-Asheikh, menghargai usaha Raja atas dukungannya untuk Palestina. “Ini merupakan bagian dari keramahan pemimpin kami yang menekankan bahwa Kerajaan kami bertugas melayani Islam, umat Islam, dan tempat-tempat suci,” kata Al-Asheikh, seperti dikutip dari Arab News, Selasa (9/9/14).

Al-Asheikh mengatakan, inisiatif berturut-turut sebanyak keenam kalinya itu merupakan bagian dari kelanjutan dukungan Saudi bagi rakyat Palestina. Kementerian akan mempersiapkan program khusus, demi membantu jamaah asal Palestina melakukan ritual agamanya dengan nyaman.

“Kementerian akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa mereka tetap nyaman dan melakukan haji dengan sukses," ujarnya. Di Gaza memang banyak umat Islam yang ditinggalkan keluarganya, akibat sikap Israel sejak beberapa bulan lalu.

“Ini penawaran khusus, yang didedikasikan untuk keluarga para pejuang Palestina yang telah gugur, diharapkan memiliki efek yang besar pada mereka yang akan meringankan penderitaan mereka. Pada tahun ini, jumlah warga Palestina yang melakukan haji atas biaya Raja akan mencapai 12 ribu dari keluarga para syuhada,” tambahnya.

“Kerajaan telah bekerja dalam segala situasi untuk memenuhi hak-hak sah rakyat Palestina untuk mencapai harapan dan aspirasi mereka. Kerajaan juga menggunakan semua kemampuannya untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.

Subhanallah, Fenomena Suppermoon di Makkah Selasa 9 September 2014


Fenomena Supermoon atau purnama sempurna terjadi Selasa (9/9/2014). Bulan penuh yang terjadi karena posisi satelit Bumi itu berada dalam jarak terdekat dengan Bumi yang bakal tampak pada malam ini tersebut merupakan yang terakhir di tahun 2014 ini.

Sebelumnya, fenomena Supermoon telah hadir pada tanggal 1 dan 30 Januari, 12 Juli, 10 Agustus, dan 9 September 2014. Penampakan terbesar purnama sempurna itu terjadi pada tanggal 10 Agustus 2014. Kala itru, bulan memang tengah berada di posisi terdekatnya dengan Bumi, hanya berjarak 356.896 km.

Dilansir Universe Today, Senin (8/9/2014), pada fenomena Supermoon yang terjadi Selasa (9/9/2014) malam, bulan akan berada di puncaknya pada 01.38 Coordinate Universal Time (UTC) atau pukul 08.30 WIB. Bulan akan mencapai perigee (jarak terdekat dengan Bumi) pada pukul 10.30 WIB.

Supermoon atau bulan super merupakan istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi. Para ahli astronom sebelumnya belum mengetahui istilah Supermoon.

Para astronom mulai akrab dengan nama Supermoon pada tahun 2011, kala itu beberapa media massa menggunakan istilah Supermoon untuk menggambarkan bulan purnama yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2011. Pada tanggal itulah bulan berjarak paling dekat dengan Bumi dan merupakan bulan purnama terbesar di tahun 2011.

Bolehkah Naik Haji Dengan Berhutang?



Berikut adalah beberapa pertanyaan mengenai Haji dan Hutang yang diambil dari Buku Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia, Penyusun Muhammad bin Abdul Azin Al-Musnad, terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i, hal. 58 – 61, Penerjemah H. Asmuni Solihan Zamakhsyari Lc

Pertanyaan : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya ingin naik haji, tapi tidak mempunyai biaya yang mencukupi. Lalu kantor tempat saya bekerja menyetujui memberikan pinjaman kepada saya untuk biaya haji dengan cara memotong gaji setelah itu. Apakah cara ini dibenarkan?

Jawaban: Jika anda ingin haji dengan uang pinjaman, maka cara yang anda lakukan dapat dibenarkan. Tapi yang utama dan lebih baik adalah tidak melakukan itu. Sebab Allah SWT hanya mewajibkan haji kepada orang yang mampu, sedangkan anda sekarang belum mampu.

Sebaiknya anda tidak meminjam uang untuk naik haji. Sebab anda tidak mengerti, barangkali utang itu masih dalam tanggungan sedangkan anda tidak mampu membayarnya setelah itu, misalnya karena sakit atau tempat kerja mengalami kebangkrutan atau meninggal dunia. Maka seyogianya anda jangan mengutang untuk haji. Kapan saja Allah SWT memberikan kecukupan kepada anda dan mampu haji dari dana sendiri, maka lakukanlah. Tapi jika tidak, maka jangan mengutang untuk haji.

Pertanyaan : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah orang yang mempunyai utang boleh melaksanakan haji wajib karena belum pernah haji sebelumnya, atau orang yang mempunyai utang dan pernah naik haji sebelumnya tapi ingin melaksankan haji sunnah ?

Jawaban : Jika seseorang mempunyai utang senilai semua hartanya, maka tidak wajib haji. Sebab Allah SWT mewajibkan haji hanya kepada orang yang mampu.
"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengaadakan perjalanan ke Baitullah" [QS. Ali-Imran : 97]

Maka kewajiban yang harus didahulukan adalah membayar utang. Dan jika setelah itu mendapat kemudahan untuk haji, maka dia boleh naik haji. Tapi jika utangnya lebih sedikit dari nilai hartanya sehingga dia dapat haji setelah membayar utang, maka dia membayar utangnya terlebih dahulu lalu dia pergi haji, baik haji wajib maupun haji sunnah. Namun untuk haji yang wajib harus segera dilakukan, sedang haji sunnah mempunyai pilihan. Jika mau maka dia boleh pergi haji, dan jika tidak haji maka tiada dosa baginya.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com     

Kapan Waktu Yang Paling Tepat Untuk Umroh


Ingin pergi Umrah ?. Hampir setiap muslim ingin pergi melaksanakan Umrah. Kemudahan transportasi dan akomodasi serta semakin banyaknya Biro Penyelenggara Umrah yang siap melayani umat muslim yang ingin berangkat Umrah membuat ibadah Umrah jadi semakin mudah dilaksanakan. Namun sebelum memutuskan untuk beribadah Umrah ada baiknya mengetahui kapan waktu yang paling tepat dan nyaman untuk melaksanakan ibadah Umrah.

Pelaksanaan ibadah Umrah hanya dapat dilaksanakan di kota Makkah Al Mukaramah saja, tepatnya di Masjidil Haram. Semua umat muslim dari seluruh penjuru dunia akan menuju ke Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah Umrah. Pada waktu-waktu tertentu kota Makkah dan Madinah akan dibanjiri jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia. Kalender Islam, Cuaca dan Musim Liburan adalah faktor-faktor yang saling berkaitan mempengaruhi musim pelaksanaan ibadah Umrah.

Musim Umrah biasanya dimulai pada pertengahan bulan Rabiul Awal. Ini adalah bulan ketiga dalam kalender Islam/Hijriah. Namun biasanya kesiapan proses Visa oleh Kedutaan Saudi cenderung mundur kurang lebih 10-15 hari. Jadi biasanya musim Umrah akan dimulai pada minggu-minggu akhir bulan Rabiul Awal. Musim Umrah akan berakhir bertepatan dengan berakhirnya bulan Ramadhan, bulan ke sembilan dalam kalender Islam. Jadi musim Umrah berlangsung kurang lebih 6 bulan lamanya.

Untuk tahun ini musim Umrah sudah dimulai di pertengahan bulan Februari 2012. Biasanya Umrah di awal musim ini penuh dengan jamaah yang ingin berangkat ber-Umrah. Bisa dibilang hampir selama enam bulan jamaah sudah menunggu dibukanya kembali musim Umrah. Umrah awal musim ini juga sangat disukai jamaah karena cuaca di kota Makkah dan Madinah yang masih bersahabat. Cuaca saat itu di kota Makkah relatif sejuk. Suhu udara berkisar antara 20-25 derajat Celcius. Di kota Madinah cenderung sedikit lebih dingin, tapi tidak sampai menggangu kesehatan, boleh dibilang hampir menyerupai hawa kota Bandung di malam hari.
  
Selain itu bulan Rabiul Awal juga bertepatan dengan bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, sehingga banyak jamaah yang ingin sekalian merayakan dan berziarah ke maqam Rasul di Masjid Nabawi Madinah. Adapun kepadatan jamaah di kedua kota suci umat Islam, Makkah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawarah saat itu relatif padat dan akan berangsur-angsur berkurang hingga bulan Jumadil Tsani/Akhir atau bertepatan dengan bulan Mei. Pada bulan inilah kepadatan jamaah mencapai titik terendah dalam musim Umrah. Jamaah biasanya akan menunggu bulan Rajab yang dianggap termasuk bulan baik untuk ber-Umrah, juga akibat dari pengaruh kalender pendidikan dimana pada bulan itu pelajar di banyak negara sedang berkutat dengan ujian semester.

Pada bulan Rajab dan Syaban yang bertepatan dengan bulan Juni dan Juli tingkat kepadatan jamaah akan terus naik terutama di akhir bulan Juni dan awal bulan Juli, yang bertepatan dengan musim liburan anak sekolah dan juga liburan musim panas di negara-negara Jazirah Arab. Meskipun cuaca akan menjadi sangat panas dan kering, suhu udara akan berada di kisaran 40-45 derajat Celcius dan akan terus meningkat menjadi sangat panas dan mencapai puncaknya di bulan Agustus dimana suhu udara bisa mencapai 55 derajat Celcius, tetap tidak akan menyurutkan keinginan umat muslim dunia untuk ber-Umrah. Kepadatan jamaah tinggi baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Jamaah akan sering bersinggungan bahu. Tingkat hunian hotel juga tinggi. Hampir semua hotel penuh. Hal ini memicu naiknya harga-harga barang dan jasa. Oleh karenanya biasanya biaya Umrah di bulan-bulan ini relatif lebih mahal dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya.

Umrah Ramadhan

Musim Umrah akan mencapai puncaknya di bulan Ramadhan, terutama di 10 hari terakhir.  Kota Makkah dan Madinah menjadi sangat padat. Meskipun tahun ini musim Ramadhan akan jatuh di puncak musim panas, tapi tidak akan menyurutkan jamaah untuk ber-Umrah. Nikmat dan ganjaran pahala ber-Umrah di bulan Ramadhan yang setara dengan ber-Haji , di tambah pahala malam Lailatul Qadr yang setara dengan sepuluh ribu bulan serta suasana puasa dan tarawih di kedua Masjidil Haram menjadi magnet paling kuat mengalahkan sengatan musim panas di Saudi Arabia. Kepadatan jamaah di kedua Masjidil Haram sangat padat, , jamaah berdesak-desakan di beberapa lokasi di dalam masjid. Harga akomodasi dan transportasi melonjak sampai sepuluh kali lipat yang berakibat biaya ber-Umrah pada bulan Ramadhan menjadi sangat tinggi. Tidak disarankan mengajak anak-anak ber-Umrah pada musim ini.

Musim Umrah akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Visa Umrah sudah tidak akan diterbitkan lagi sampai dengan musim Umrah berikutnya. Pemerintah Saudi Arabia berkonsentrasi kepada persiapan pelaksanaan ibadah Haji. Hanya sedikit jamaah yang bisa mendapatkan visa selain visa Umrah yang memang sudah tidak terbit, dan berkesempatan untuk ber-Umrah pada bulan-bulan setelah Ramadhan dimana suasana baik di Makkah maupun Madinah sepi dan lengang.
Nah jadi kapan paling enak untuk ber-Umrah ? Tentunya sangat bergantung pada situasi dan kondisi masing-masing jamaah.

Sumber: www.beritaterkinionline.com


PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964

Berniat Umrah Tapi Gaji Minim, Bisakah??


“Sesungguhnya Allah SWT tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “(QS. Ar Rad: 11).

Tanya: Halo, Saya Syintia. Saya fresh graduate baru diterima kerja sekira tiga bulan lalu. Gaji saya masih minim Rp 2, 5 juta, tetapi ingin pergi umrah. Bisakah? Pengeluaran saya dalam satu bulan relatif terkendali, sebab saya masih single. Saya hanya menghabiskan Rp 750 ribu saja. Jadi saya bisa menabung Rp1, 75 juta.

Apa yang perlu saya lakukan dengan keuangan saya. Berapa yang harus saya tabung, dan kira-kira saya bisa berangkat berapa tahun lagi? Kemudian, sebaiknya saya menabung di deposito atau paket umrah yang ada di bank? Bank swasta atau negeri bagusnya? Terima kasih.

Oleh: Syintia Jakarta

Jawab: Dear Mba Syintia, Senang mendengar bahwa meskipun masih di usia muda namun mbak Syintia memiliki keinginan yang kuat untuk menunaikan ibadah umrah. Untuk menunaikan ibadah umrah, saat ini beberapa biro perjalanan memberlakukan tarif dalam kisaran USD $ 1.950- USD $ 2.400 atau bila dihitung dalam kurs rupiah saat ini berkisar Rp 19 juta - Rp 24 juta.

Harga ini bisa berubah juga tergantung waktu keberangkatan, semisal pada bulan Ramadan ataupun pada masa liburan sekolah yang akan membuat harga menjadi lebih mahal. Bila memang semua kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi, maka sisa uang penghasilan yang ada bisa ditabung untuk biaya umrah yang mbak Syintia inginkan.

Namun saya juga menyarankan agar mbak Syintia menyiapkan sebuah tabungan lagi sebagai dana darurat, sehingga apabila terjadi sesuatu maka tidak perlu mengambil dari dana untuk umrah. Sebagai gambaran, bisa saja mbak Syintia mengalokasikan Rp 1 juta untuk ditabung sebagai dana umrah, dan sisanya sebagai dana darurat.

Dengan cara seperti ini, bila melihat biaya umrah yang disebutkan di awal, maka perkiraan Mbak Syintia sekira 15 bulan lagi dapat berangkat umrah. Jangan lupa biaya tersebut baru untuk biaya perjalanannya saja, karena ketika berangkat ke sana kita juga perlu menyiapkan uang saku selama berada di tanah suci.

Karena uang yang akan ditabung dibayarkan tiap bulannya, maka menurut saya akan lebih cocok bila membuka satu account di bank yang dananya tidak boleh diutak-atik. Tiap bulan Mbak Syintia akan membayarkan sejumlah uang ke account tersebut sampai cukup untuk membayar biaya umrah.

Yang penting adalah kita harus disiplin dalam menabungnya baik berupa jumlah maupun waktunya, serta jangan 'menyentuh' tabungan tersebut sebelum waktunya.

Cara menabung ini dilakukan karena setahu saya bank tidak memiliki tabungan umroh, tetapi yang ada adalah tabungan haji dengan prinsip kerja yang sama. Baik bank swasta maupun negeri sama saja, karena suku bunganya tidak jauh berbeda.

Sebagai alternatif menabung yang dapat dilakukan adalah menabung dalam bentuk emas. Hal ini dilakukan untuk melindungi nilai uang kita, karena bisa jadi dalam tempo 15 bulan kedepan biaya umroh merangkak naik dari biaya yang kita asumsikan saat ini.

Jadi setiap kali uangnya mencukupi, belikan emas. Bisa yang dalam bentuk satu gram ataupun lima gram. Biasanya untuk emas yang bentuk lima gram, harga per gramnya akan lebih murah dari yang satu gram. Terus saja lakukan seperti itu, sampai pada waktunya dirasa sudah mencukupi maka emas tersebut lalu dijual untuk biaya umrah.

Atau ada alternatif lain lagi, yaitu dengan menjadi ‘member’ dari salah satu biro perjalanan umrah tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, ada biro perjalanan umrah yang menerapkan sistem member bagi yang hendak berangkat umrah tetapi dananya masih terbatas. Caranya adalah kita melakukan 'member get member' untuk biro perjalanan tersebut. Jadi semisal kita bisa mendapatkan 10 orang lainnya yang hendak berangkat umrah, maka kita bisa berangkat.

Cara seperti ini selain menghemat waktu karena keberangkatan kita menjadi lebih cepat, juga akan menghemat biaya karena kita dengan membayar biaya yang tidak full namun tetap bisa berangkat. Coba saja Mbak Syintia melakukan 'window shopping' ke beberapa biro perjalanan umrah dan menanyakan ada tidaknya program seperti ini. Selamat merencanakan ibadah umrah Anda. Sumber: www.economy.okezone.com.



Diasuh oleh:
Andy Nugroho, CFP, Financial Planner
MRE Financial & Business Advisory
www.financeku.com
Dare To Dream Indonesia
@mreindonesia      
(//ade)





PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964  

Umrah Atau Haji Lebih Dulu?


“Mana lebih penting umrah dulu atau haji?” Pertanyaan ini terlontar dari salah satu calon jamaah haji asal Depok, Jawa Barat, saat mengikuti manasik haji. Ia menanyakan hal itu karena di Indonesia saat ini banyak umat Muslim yang melaksanakan umrah terlebih dulu sebelum berhaji.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH), Qasim Shaleh, yang harus diprioritaskan oleh umat Muslim adalah berhaji. Mengapa? Karena sesuai dengan Alquran surat Ali Imran ayat 97 disebutkan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dari firman tersebut diketahui bahwa haji merupakan kewajiban bagi orang Muslim yang tergolong mampu secara fisik, ekonomi, dan psikis. “Jadi, sesuai yang tertera dalam firman Allah SWT tersebut, haji merupakan hal yang wajib dan harus menjadi prioritas untuk dilaksanakan dibandingkan umrah,” ujarnya  kepada Republika, pekan lalu.

Namun, pada kondisi seperti sekarang, di mana daftar tunggu (waiting list) jamaah haji cukup panjang, hingga 12 tahun ke depan, maka tidak masalah jika umat Muslim lebih memilih melaksanakan umrah terlebih dahulu. “Tujuannya agar tidak terjadi kegamangan,” ujarnya.

Data Kementerian Agama menyebutkan bahwa jumlah calhaj regular yang masuk daftar tunggu sudah mencapai 2 juta orang. Jika kuota haji regular Indonesia sebanyak 190 ribu jiwa per tahun, maka daftar tunggu ini baru akan terpenuhi paling cepat 10 tahun ke depan. Bahkan di sejumlah daerah seperti Jawa Timur ada daftar tunggu yang sudah mencapai 2026. Silahkan cek web Kemenag disini.

Dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, jamaah bakal bisa memiliki gambaran tentang kondisi lapangan ketika  berada di Tanah Suci. “Biasanya yang melaksanakan umrah ini adalah umat Muslim yang tingkat ekonominya lebih mampu,” ujarnya.

Apalagi jika calon jamaah yang masih menunggu sampai sepuluh tahun itu takut jika usianya berakhir sebelum berhaji. Maka, lanjut dia, tidak jadi masalah jika sebagian di antara mereka memilih umrah terlebih dahulu. “Tapi, daripada tidak sama sekali, lebih baik umrah dulu,” tambahnya. Walaupun begitu, Qasim menegaskan haji tetap menjadi prioritas utama. Sumber: www.republika.com



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345
www.arminarekajatim.blogspot.com

KANTOR PUSAT PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp: 021.3984 2982, 3984 2964 
Fax : 021.3984 2985
www.arminarekaperdana.com